Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Menyembunyikan Sesuatu


__ADS_3

Kaindra perlahan-lahan mendekati Ayka yang saat ini istrinya masih terdiam diri. Tentunya dengan tangannya terulur untuk memeluk tubuh Ayka yang nyatanya memang benar jika disamping Ayka, Kaindra merasakan nyaman dan juga kehangatan.


Lagi lagi perasaan aneh muncul di kepala Kaindra manakala ketika nanti Ayka mengetahui rahasia terbesar yang disembunyikannya dan tentu saja Kaindra sudah berpikir jika Ayka, pasti akan meninggalkannya terlebih lagi ia tahu jika Sandra adalah perempuan yang licik, cepat atau lambat perempuan itu pastinya akan memberikan bukti kepada Ayka yang nanti membuat Ayka langsung saja mempercayai buktinya itu dan meminta pisah dari dirinya.


Kaindra tentu saja tidak mau laki-laki itu sama sekali tidak rela dan tidak mau kehilangan Ayka. Memang dari awal Kaindra tidak mencintai Ayka, begitu juga dengan Ayka yang tidak mencintai Kaindra dan pernikahan mereka memang atas dasar perjodohan dan juga sebagai ungkapan pertanggungjawaban dari Kaindra untuk Ayka karena sebuah kesalahan yang terjadi pada malam itu.


Tetapi lambat laun Kaindra bisa mencintai Ayka, begitu juga dengan Ayka yang sudah sangat mencintai Kaindra dan pastinya mereka berdua tidak mau sama-sama kehilangan dan tidak akan rela jika berpisah.


Ayka mencoba untuk menekan egonya ia mengulurkan tangannya untuk membalas pelukan dari Kaindra yang nyatanya memang sama, Ayka merasakan nyaman di dekat Kaindra, yang tidak pernah ia rasakan dengan laki-laki lain termasuk dengan Brian sahabatnya sendiri yang sudah lama Ayka kenal.


"Sayank, aku sangat mencintai kamu dan apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku."


Bisik Kaindra pelan di telinga Ayka, entahlah apakah Ayka itu mendengar atau tidak, yang nyatanya perempuan cantik itu sudah terlelap di dalam pelukan suaminya.


Sedangkan Ayka, meskipun ia sudah terlelap dan memejamkan matanya namun samar-samar ia mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya itu dan berpikiran jika memang ada sesuatu yang disembuhkan oleh Kaindra tetapi Ayka sendiri tidak tahu.


Hingga akhirnya keduanya sama-sama memejamkan mata dan sore ini mereka tidur dengan saling berpelukan.


Beberapa jam kemudian

__ADS_1


Kring... kringĀ 


Suara dari ponsel membuat Kaindra yang tadinya tertidur langsung saja bangun, lalu ia mencoba meraih ponsel itu yang tadi diletakkan di atas meja tentu saja dengan cepat pergerakan tangan Kaindra karena tidak ingin sampai membangunkan istrinya.


"Sandra." gumam Kaindra pelan ketika ia melihat nama yang saat ini meneleponnya dan tentunya Kaindra tidak ingin mengangkat telepon itu dulu karena ia takut jika nanti Ayka mendengar percakapannya dengan Sandra.


Dengan cepat Kaindra turun dari atas ranjang, laki-laki itu segera menuju ke balkon untuk mengangkat telepon dari Sandra dan pastinya Kaindra tidak mau jika nanti Sandra akan berbuat macam-macam dengan Ayka karena dirinya tidak mengangkat telepon.


Sedangkan Ayka, ia juga sudah terbangun manakala mendengar suara ponsel Kaindra berbunyi dan tentunya Ayka tidak ingin langsung turun dari ranjang ia ingin melihat apa yang dilakukan oleh suaminya itu ketika mengambil ponsel dan mengangkat teleponnya.


Ayka semakin curiga ketika kaindra sudah melihat nama yang memanggilnya itu kemudian malah menjauh dari atas ranjang dan saat ini posisi Kaindra sudah di balkon pastinya aika jadi penasaran siapa yang menelpon suaminya itu hingga harus mengangkat telepon di luar sana tidak di atas ranjang saja.


Setelah dirasa aman, Kaindra baru mengangkat telepon dari Sandra tentunya ia tidak tahu mengapa Sandra telepon malam-malam begini.


"Halo ada apa?"


Kaindra yang masih sedikit mengantuk tentu saja ia tidak ingat sekarang ini sudah jam berapa dan pastinya ke Indri juga lupa dengan acara yang akan dilakukannya dengan Sandra beberapa menit lagi.


"Astaga maaf aku lupa."

__ADS_1


Iya Kaindra memang benar-benar lupa ia seketika melihat jam yang menempel di dinding kamarnya dan tentu saja acara pesta ulang tahun teman Sandra itu akan dilangsungkan tiga puluh menit lagi dan pastinya Kaindra sudah tidak ada banyak waktu lagi untuk mandi dan juga yang lainnya pastinya ia sekarang buru-buru ingin segera menuju ke apartemen Sandra dan menjemput perempuan itu.


Mengapa aku jadi lupa, aduh bagaimana ini aku juga belum berpamitan dengan Ayka pastinya nanti ketika sudah bangun ia akan mencariku.


Kaindra bingung sendiri, di satu sisi ia tidak mungkin membatalkan ajakan dari Sandra yang memang sudah disepakati dari siang tetapi di sisi lain ia juga tidak tega meninggalkan Ayka yang masih terlelap, bagaimana caranya ia meminta izin atau sekedar memberitahu kepada Ayka tentang kepergiannya ataukah ia akan membangunkan Ayka atau segera pergi tanpa memberitahu kepada istrinya tentu saja itu tidak menjadi pilihan yang terbaik oleh Kaindra saat ini.


Bang Kai bicara dengan siapa kenapa ekspresi wajahnya seperti itu seperti ada sesuatu yang dirahasiakan dan juga sepertinya Bang Kaindra ingin pergi dengan seseorang, siapakah orang itu?


Ayka semakin penasaran dan juga curiga dengan suaminya pastinya setelah ia mendengar sedikit pembicaraan dari Kaindra yang memang benar-benar tidak begitu jelas, Ayka bisa menyimpulkan jika suaminya sudah ada janji dengan orang tetapi janji dengan siapa Ayka sendiri tidak tahu.


Sebelum Kaindra mengetahui kalau dirinya sudah menguping pembicaraannya dengan entah siapa itu Ayka langsung saja bergegas untuk menuju ke atas ranjang ia seperti tadi masih pura-pura tertidur supaya suaminya tidak curiga dan nanti Ayka akan melihat apakah memang Kaindra benar-benar pergi dan tidak wangi pamit kepadanya.


Kaindra menghela nafasnya kasar tentunya ia bingung namun ia tidak punya pilihan lagi kalau malam ini ia harus menemani Sandra ke pesta temannya itu dan pastinya melihat Ayka yang masih tertidur lelap, Kaindra juga tidak tega untuk membangunkan istrinya hanya untuk berpamitan saja.


Sudah Kaindra putuskan untuk tidak berpamitan kepada Ayka dan nanti akan Kaindra pikirkan bagaimana mencari alasan supaya Ayka tidak marah, tentu karena waktunya sudah tidak banyak lagi, Kaindra buru-buru untuk masuk ke kamar mandi dengan membasuh mukanya kemudian bersiap-siap untuk segera pergi untuk menjemput Sandra.


Maafkan aku Ayka, bukan maksud aku untuk berbohong atau menghianati kamu karena ini semua aku lakukan demi kamu dan pastinya aku tidak mau kehilangan kamu.


Setelah melihat ke arah istrinya masih terlelap, kaindra buru-buru keluar dari kamar dan segera menuju ke bawah.

__ADS_1


Sedangkan Ayka, ia membuka matanya ... ada sesuatu yang perih dirasakan oleh Ayka saat ini mengapa suaminya tega membiarkan dirinya tidur sendirian dan tidak berpamitan jika memang Kaindra benar-benar pergi untuk urusan bisnis tetapi kenyataannya Kaindra malah pergi dengan diam diam dan Ayka tadi dapat melihat sedikit dari matanya yang ia buka kalau ekspresi wajah Kaindra seperti menyembuhkan sesuatu.


__ADS_2