Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Pura Pura


__ADS_3

"Sebaiknya aku antarkan kamu pulang, ini sudah malam."


Brian melihat jam yang melingkar di tangannya ini sudah menunjukkan jam sembilan malam dan pastinya tidak baik jika Ayka masih berada di luar rumah tentunya nanti akan membuat kedua mertua Ayka curiga dan juga besok dirinya akan ke sekolah dan pastinya tidak mau kalau terlambat masuk ke sekolah.


"Tapi Bi?"


Sepertinya Ayka masih enggan untuk pulang, ia masih penasaran dengan siapa suaminya pergi malam ini dan tentu saja kalau Brian mau pastinya Ayka ingin mencari Kaindra sampai ketemu sampai Ayka benar-benar membuktikan jika memang Kaindra terbukti mengkhianati dirinya dan pergi dengan perempuan lain.


Karena yang ada di dalam benak Ayka saat ini adalah suaminya itu pergi berdua dengan perempuan yang lain dan itu sudah terbukti meskipun hanya dari parfum yang menempel di pakaian suaminya tetapi itu adalah bukti nyata yang Ayka ketahui pertama kalinya.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan dan sebaiknya kamu pura-pura saja tidak tahu tentang masalah ini, kamu pura-pura saja tidak mengerti apapun dan masih bersikap baik dengan Pak Kaindra karena dengan begitu Pak Kaindra tidak akan curiga dan kita bisa melakukan rencana ini dengan sebaik-baiknya."


Ya sembari menemani Ayka minum, Brian memikirkan cara supaya sahabatnya itu bisa dengan mudah melacak keberadaan Kaindra sembari dirinya juga menunggu informasi dari temannya yang ada di Apartemen Jasmine.


Tentu saja Brian mendapatkan ide yang cemerlang, ia meminta supaya Ayka pura-pura saja tidak tahu dengan apa yang terjadi dan juga pura-pura saja masih bersikap baik-baik kepada Kaindra yang pastinya supaya Kaindra tidak curiga, dengan begitu langkahnya dan juga Ayka untuk menyelidiki Kaindra itu akan semakin mudah.


Sesaat ia memikirkan apa yang diucapkan oleh Brian dan pastinya apakah memang jika dirinya pura-pura tidak tahu menahu tentang persoalan ini nanti akan dengan mudah mengetahui apa yang disembunyikan oleh suaminya.

__ADS_1


"Ide kamu bagus juga dan aku akan pura-pura seperti apa yang kamu katakan tadi meskipun sebenarnya hati aku jengkel jika harus menutupi semuanya ini tetapi demi kelancaran misi yang kita jalani, Aku akan melakukannya."


Ya setelah menimbang-nimbang apakah ia harus melakukan kepura-puraan itu akhirnya Ayka memutuskan untuk menerima ide cemerlang dari Brian tentu saja meskipun dirinya dalam keadaan jengkel dan tidak bisa menutupi rasa kecewa di dalam hatinya tetapi demi sebuah misi yang akan ia jalani bersama dengan Brian.


"Bagus Ay, aku tahu kamu itu wanita yang kuat dan tidak sepantasnya kamu bersedih hanya karena laki-laki, aku akan selalu ada untukmu menemani kamu dimanapun dan kapanpun kamu membutuhkan bantuanku, aku akan siap."


Ya hanya inilah yang dilakukan oleh Brian, mencoba menenangkan Ayka serta mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai Kaindra, kemudian ia juga tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu kepada Ayka terlebih lagi jika Kaindra memang benar menghianati Ayka.


"Ayo Bi, antarkan aku pulang sebelum Kaindra pulang tentunya, tetapi bagaimana dengan kamu nanti, tidak mungkin kan kamu bawa pulang mobilku, nanti kalau Kaindra curiga bagaimana?"


"Itu gampang, nanti turunkan aku di perempatan sebelum masuk ke rumah kamu, aku akan menghubungi sopir untuk menjemputku di sana."


"Sepertinya aku harus membeli sesuatu untuk Pak Satpam, kamu tahu sendiri kan dia itu mata-mata Kaindra dan pastinya supaya satpam itu tidak curiga aku akan membawakan oleh-oleh supaya satpam itu berpikir jika aku pergi untuk mencari camilan."


"Dasar satpam mata duitan, okelah ayo aku antar."


Keduanya keluar dari cafe dengan Ayka yang sudah membawa beberapa makanan khusus untuk Pak Satpam, tentu saja supaya satpam itu tutup mulut dan tidak curiga apapun tentang kepergian Ayka.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, Ayka hanya diam saja ia bahkan melamun memikirkan sesuatu yang belum terjadi, kalau saja memang apa yang dipikirkannya itu benar jika Kaindra memang menghianatinya.


"Jangan terlalu dipikirkan anggap saja ini adalah ujian rumah tangga meskipun aku tahu kamu belum siap untuk menerimanya tetapi ini adalah sebuah proses untuk mendewasakan diri kamu."


"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan? ini menyangkut masa depanku, bukan karena aku yang terlalu mencintai Kaindra atau aku yang tidak ingin keluar dari kediaman Harjuno itu, tetapi tidak mungkin di usiaku yang masih sangat muda aku harus menyandang status janda, lagian mana ada yang mau denganku nanti jika aku benar-benar berpisah dengan Kaindra?"


Belum apa-apa Ayka sudah memikirkan tentang perpisahan, entahlah kondisi keluarganya yang sedari kecil tidak harmonis membuat Ayka sudah berpikir ke arah situ, bagaimana nanti jika dirinya benar-benar berpisah dengan Kaindra yang pastinya bukan karena Ayka akan kehilangan segala kemewahannya, tidak seperti itu tetapi tentang dirinya yang mana dengan status jandanya apa masih bisa untuk mendapatkan seorang laki-laki yang tulus mencintainya kelak.


Brian menggelengkan kepalanya pelan, ia kemudian meraih tangan Ayka dan menggenggamnya dengan sangat erat, entahlah itu merupakan tanda cinta dan kasih sayangnya kepada Ayka atau sekedar untuk menguatkan sahabatnya itu, yang jelas saat ini seseorang memang dibutuhkan berada di samping Ayka untuk sekedar menghibur dirinya di saat seperti ini.


"Jika memang benar seperti itu jika nanti kamu benar-benar berpisah dengan Kaindra, Aku orang pertama yang akan maju dan akan menikahimu."


Ya apapun keadaan Ayka nanti, pastinya Brian dengan senang hati akan menerima Ayka, karena dirinya juga bukanlah laki-laki yang sempurna malah lebih buruk dari laki-laki pada umumnya karena Brian sudah terlalu banyak bergonta-ganti wanita dan tidur dengan wanita-wanita malam.


"Dan aku harap itu tidak terjadi meskipun aku sangat mencintai dan menyayangi kamu tetapi aku tidak ingin rumah tangga kamu hancur karena seorang perempuan dan pastinya aku juga tidak ingin membuat kamu bersedih."


Brian juga tidak egois, ia tahu betapa besarnya rasa cinta Ayka kepada Kaindra dan tidak mungkin misalkan Ayka berpisah dengan Kaindra, Ayka langsung dapat menerima cintanya terlebih lagi dirinya dan juga Ayka sudah bersahabat lama dan pastinya nanti akan merasa aneh jika persahabatan itu dirubah menjadi hubungan yang lebih dari itu.

__ADS_1


Ayka menoleh ke arah Brian, ia tidak menjawab apapun, hanya menampilkan senyuman manis dari bibirnya yang pasti saat ini beruntung mendapatkan sahabat seperti Brian. Meskipun ia tahu Brian sangat mencintai dan menyayanginya tetapi Ayka yakin jika Brian juga tidak akan merusak rumah tangganya dengan Kaindra, untuk itulah Ayka bisa menceritakan semua permasalahan yang ada di dalam rumah tangganya dengan Brian karena ia percaya dengan Brian kalau Brian bisa menyimpan rahasia dan juga bisa mendapatkan solusi untuk masalah yang Ayka alami.


__ADS_2