Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Keluarga Sebastian


__ADS_3

Hari ini Romi dan Michelle sedang dalam perjalanan menuju rumah keluarga Romi.Romi berniat akan mengenalkan Michelle kepada paman dan bibi nya.Michelle begitu terkejut saat memasuki area pekarangan rumah Romi yang tidak jauh dengan kediaman keluarga William.Tiba - tiba saja hati Michelle berdebar begitu kencang,akan kah keluarga Sebastian menerima nya.


Michelle melihat ke arah samping,Romi yang nampak tampan dengan setelan casualnya sedang memarkir kan mobilnya saat mereka sampai.Ada keraguan kini di hati Michelle,ia sudah sangat yakin keluarga Romi tidak akan menerima dirinya yang hanya gadis miskin.


Keduanya keluar dari mobil, Michelle begitu ragu melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam rumah yang nampak seperti istana itu.Tangan Romi menggenggam erat tangan Michelle seolah memberi kekuatan ia tersenyum kepada kekasih hati nya.


" Assalamualaikum." ucap Romi dan Michelle saat memasuki kediaman keluarga Sebastian.


" Waalaikumsalam." jawab Anne Sebastian bibi nya Romi.


Michele dan Romi menghampiri bibi lalu bersalaman dengannya.Bibi tersenyum kepada Michelle dan Romi.


" Wah kamu pulang membawa gadis,siapa dia nak?" tanya bibi Anne.


" Dia kekasih ku bi,calon istri ku." jawab Romi nampak tenang.


" Wah cantik sekali,ayo duduk nak." ajak bibi Michelle dan Romi pun duduk di dekat bibi Anne.


Michelle merasa lega ternyata ketakutan nya tidak menjadi kenyataan bibi Romi mau menerima nya.Namun dugaan Michelle ternyata salah ia begitu terkejut saat melihat seorang pria paruh baya berjalan ke arah mereka.


Pria paruh baya itu duduk di dekat bibi Anne,ia menatap ke arah Michelle.Terlihat jelas dari tatapan nya sang paman tidak menyukai Michelle.Paman Dean berdehem saat Michelle hendak berjabat tangan kepada nya.Michelle pun menarik kembali uluran tangannya.Romi melihat wajah Michelle,yang begitu kecewa karena sikap pamannya.Bibi Anne pun berbisik kepada suaminya.


" Papah ini,dia calonnya Romi."


" Ouh kamu calon nya Romi? kerja apa? pengacara? designer?atau dokter juga?".begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh sang paman kepada Michelle.

__ADS_1


Deg!!


Michelle kebingungan ia harus menjawab apa.Apabila ia menjawab yang sebenarnya sudah di pastikan paman nya Romi tidak merestui hubungan mereka.


" Dia putri dari ayah angkat ku paman ." jawab Romi tegas.Romi sudah yakin apabila Michelle hendak berbohong kepada pamannya.Romi tidak ingin hubungan mereka di awali dengan kebohongan.


Michelle menatap ke arah Romi yang kini sedang menggenggam tangannya.Romi tersenyum kepada Michelle,ia lalu beralih menatap pamannya.


" Jadi dia hanya anak seora, pedagang keliling?" .ejek sang paman membuat hati Michelle teriris mendengar nya.Ia tidak masalah apabila ada yang menghinanya,namun paman Romi saat ini sedang menghina sang ayah.


" Maaf tuan, walaupun ayah saya hanya pedagang keliling tapi beliau bisa membiayai saya dan kak Romi hingga seperti saat ini." ucap Michelle kesal.Kininia tidak peduli apabila ia dan Romi tidak akan bisa bersama.Yang pasti ia tidak suka ada orang lain yang menghina sang ayah.Ayah nya yang banting tulang mencari uang untuk mereka berdua sedari dulu.Ayah yang selalu ia banggakan kepada semua orang.


Paman Dean mencebik," Dasar wanita miskin tidak punya sopan santun berbicara dengan orang tua." hardik paman Dean kesal.


" Sudah cukup paman,aku datang ke sini hanya ingin mengenal kan Michelle kepada kalian.Bukan mendapatkan hinaan seperti ini.Orang yang barusan paman hina adalah ayah yang membesar kan ku dari kecil hingga sukses menjadi dokter seperti sekarang." cerocos Romi panjang lebar .


" Maaf untuk apa,wanita ini tidak ada sopan santunnya kepada orang tua." cibir paman Dean.


Michelle sudah tidak sanggup lagi menerima segala cacian yang di berikan oleh paman Dean.Ia bangkit dari duduknya lalu ia membungkuk kan tubuhnya memberi hormat.


" Permisi tuan nyonya saya pamit ." ucap Michelle dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Dugaannya benar, keluarga Sebastian pasti akan menolaknya yang hanya gadis miskin.Michelle berjalan keluar meninggalkan Romi,Romi pun pergi mengejar Michelle tanpa berpamitan kepada paman dan bibinya.


" Papa sih,lihat Romi jadi pergi kan." protes bibi Anne kesal dengan sikap suaminya.

__ADS_1


" Kau lihat keponakan ku ikut tidak sopan seperti yang tidak di didik saja." gerutu paman Dean marah.


Bibi Anne memijat pelipisnya yang menjadi pusing,ia sudah memasak banyak untuk menyambut kedatangan Romi dan Michelle.Sebelum nya Romi sudah mengabari bibi Anne bahwa ia akan membawa Michelle kepada nya oleh karena itu ia memasak banyak hari ini.Ia begitu bahagia mendengar Romi akan berkunjung ke kediamannya.Namun rencana makan siang bersama seketika ambyar karena keangkuhan suaminya.Bibi Anne pergi ke kamar nya meninggalkan paman Dean sendiri.


Sementara itu Romi masih mengejar Michelle yang berlari keluar menuju pintu gerbang.Jarak dari rumah menuju pintu gerbang keluar cukup jauh,membuat Romi ngos-ngosan mengejar Michelle.Air mata Michelle jatuh begitu saja tanpa permisi membasahi kedua pipinya.


Romi memeluk Michelle dari belakang saat ia berhasil mendapatkan Michelle." Maaf kan aku,aku tidak bermaksud agar kamu di hina paman.Aku hanya ingin mengenal kan mu pada keluarga ku." ucap Romi sendu,Romi membalikkan tubuh Michelle.


Ia menghapuskan air mata Michelle yang membasahi kedua pipi Michelle.Michelle memeluk Romi,dapat di lihat dari kejauhan paman Dean melihat hal tersebut tidak menyukai nya.Ia ingin sekali memisahkan Michelle dan Romi.Karena paman Dean memiliki calon yang pantas untuk Romi.


Asisten paman Dean datang menghampiri nya,ia lalu memberikan berkas mengenai identitas Michelle." Pastikan mereka tidak lagi bersama." ucap paman Dean dengan senyum menyeringai.


" Baik tuan." jawab Jojo asisten paman Dean.


" Aku tidak mau rencana ku menjodohkan Romi dengan Bianca gagal." sahut paman Dean lalu duduk di kursi kebesaran nya.


" Jadi bagaimana tuan,apakah rencana pertunangan mereka akan di percepat saja." usul Jojo kepada bos nya.


" Kau atur saja Jo,pastikan gadis itu ikut hadir di acara nanti.Kita akan tunjukan apabila dunia nya dan Romi kini berbeda." sahut paman Dean tersenyum licik.


" Kau pikir ini dunia lain tuan, ckckck." batin Jojo kesal.


Seandainya ia tidak butuh pekerjaan sudah di pastikan Jojo tidak mau berkerja bersama pria tua angkuh seperti tuan Dean.Tuan Denan begitu arogan dan selalu banyak mengatur berbeda dengan mediang ayahnya Romi.Devan kakak nya Dean begitu ramah kepada siapa saja .Ia bahkan tidak pernah membedakan kasta bagi nya semua sama saja.


............

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2