
Sebelum anak-anak sekolah pulang, Kaindra terlebih dulu meninggalkan sekolah itu ia bahkan sama sekali tidak memberikan kepada kabar kepada Ayka yang mana nanti malah menimbulkan kecurigaan dari istrinya itu.
Kaindra juga tidak tau nanti akan memberikan alasan apa jika ia mengatakan kepada Ayka.
Kaindra berlalu begitu saja dari ruangannya kemudian segera menuju ke parkiran di mana belum ada seorang siswa pun yang keluar dari sekolah itu. Dan ia merasa kalau harus buru-buru supaya Ayka tidak tau dengan apa yang dilakukan nya.
Bukannya Kaindra mau membohongi Ayka lagi, tetapi ia bingung dengan apa dan mulai dari mana Kaindra bercerita nanti nya.
Kaindra sudah sampai di parkiran, tetapi tanpa sepengetahuan Kaindra ternyata kelas Ayka sudah pulang lebih dulu karena jam terakhir pelajaran tidak ada gurunya dan guru berhalangan datang sehingga kelas Ayka boleh pulang lebih dulu hingga akhirnya Ayka melihat laki-laki Kaindra yang buru-buru keluar dari ruangannya dan menuju ke parkiran.
Sama seperti beberapa waktu yang lalu, Kaindra melakukan seperti itu dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca oleh Ayka dan sepertinya Kaindra juga buru-buru untuk segera keluar dari sekolahan ini.
"Ada apa dengan Bang Kaindra, apa yang terjadi dengan dia? kenapa seperti dulu lagi ekspresinya yang nampaknya sedang gelisah dan memikirkan sesuatu?"
Gumam Ayka lirih, perempuan cantik itu diam sejenak melihat tingkah suami nya yang entah mengapa seperti dulu lagi...dan itu membuat Ayka berpikir yang tidak tidak.
Kebetulan sekali di sampingnya ada Brian yang mana Ayka segera menarik tangan Brian untuk mengikuti di mana mobil kaindra saat ini yang sudah keluar dari gerbang sekolah.
"Pelan-pelan saja kenapa sih, mau ke mana? bukankah kamu pulang bersama Kaindra?" ujar Brian yang bingung dengan apa yang dikatakan oleh Ayka saat ini, yang mana Ayka langsung saja menarik tangannya untuk segera ke parkiran.
__ADS_1
Sepertinya Brian belum tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya itu yang mana Brian juga tidak melihat ketika Kaindra keluar dari ruangannya dan buru-buru menuju ke parkiran, hingga Brian bertanya kepada Ayka ada apa dan apa yang sebenarnya terjadi.
"Buruan keluar dari gerbang dan ikuti mobil Kaindra, Aku curiga dan sepertinya terjadi sesuatu yang membuat aku penasaran nanti di jalan aku ceritakan." ucap Ayka lagi yang sepertinya ia enggan menceritakan kepada Brian saat ini dan lebih memilih untuk membuntuti mobil Kaindra dan mengetahui kemana suaminya pergi dengan buru-buru.
Segera Brian masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Ayka. Dan Brian menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh Ayka barusan, karena dari sorot wajah Ayka sudah menunjukkan jika Ayka benar benar serius dengan apa yang diucapkan nya dan Brian yakin jika memang ada sesuatu yang terjadi dan yang dipikirkan oleh Ayka.
Mereka berdua tidak menghiraukan Sandi, yang sedari tadi mengikutinya dari belakang yang membuat Sandi juga bingung ada apa dengan kedua orang yang ada di depannya saat ini yang mana sepertinya buru-buru.
Begitu juga dengan Sandi, laki-laki itu tidak ingin menjadi penasaran hingga Sandi juga mengikuti di mana mobil Brian yang saat ini sudah keluar dari gerbang sekolah.
Sandi juga sama penasarannya dengan apa yang dilakukan oleh Ayka dan Brian hingga ia bergegas menuju ke mobilnya, lalu mengikuti ke mana Brian melajukan mobilnya itu.
Brian dan juga Ayka sudah berada di dalam mobil dan mereka saat ini sedang dalam perjalanan mengikuti mobil Kaindra yang masih terlihat di depannya tetapi Brian tidak tahu ada alasan apa mengapa saat ini Ayka mengikuti mobil suaminya bukankah sepertinya tadi pagi Ayka bilang jika ia akan pulang bersama kaindra, tapi nyatanya mengapa berbeda.
"Tetap fokus ke depan, aku akan menceritakan sama kamu,.sebenarnya aku tadi curiga dengan Kaindra, mengapa ekspresi wajahnya berbeda dan sepertinya Kaindra ingin menemui seseorang, karena aku melihat tadi Kaindra buru-buru keluar dari ruangannya dan juga tanpa memberikan kabar sama sekali padaku, itu persis ketika Kaindra meninggalkan sekolah dan tidak memikirkan kabar yang nyatanya pulang-pulang aku menghirup parfum dari seorang perempuan."
"Jadi kamu curiga jika kaindyra saat ini janjian dengan Sandra?"
Ayka mengangguk lebih tepatnya seperti itu karena Ayka sendiri juga tidak tahu dengan siapa Kaindra pergi dan mengapa buru-buru tanpa memberikan kabar padanya.
__ADS_1
"Entahlah, apakah Sandra bersama dengan Kaindra nanti atau Kaindra memang ada janjian dengan klien penting yang pastinya kamu ikutin mobil Kaindra, saja jangan sampai lengah."
Brian mengangguk meskipun telinganya mendengar apa yang diucapkan oleh Ayka tetapi matanya terus fokus menatap ke depan, sepertinya memang ia harus benar-benar fokus mengemudikan mobilnya supaya tidak kehilangan jejak mobil Kaindra yang masih terlihat.
Sedangkan di tempat lain, Sandra tersenyum penuh kemenangan, ia sudah membawa beberapa lembar kertas yang nantinya akan diberikan kepada Kaindra dan tentu saja ini adalah saat yang tepat untuk menghancurkan rumah tangga Kaindra di mana memang sengaja Sandra ingin ketemu Kaindra dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Sandra berada di sebuah restoran yang mana memang ia juga sengaja datang duluan menunggu Kaindra dan juga sudah mempersiapkan semuanya bahkan Sandra berharap jika nanti Ayka ikut pergi bersama Kaindra, dengan begitu Sandra akan dengan mudah mengatakannya kepada Ayka tanpa harus menunggu waktu lagi.
"Dengan adanya ini, Aku pastikan jika kamu akan menceraikan Ayka karena aku tahu, kamu menginginkannya."
Sandra mengusap lembut perutnya kemudian memegang alat tes kehamilan dan juga surat keterangan dari Dokter yang menyatakan jika dirinya hamil, ia begitu tersenyum penuh kemenangan dan tidak sabar mendengar reaksi dari Kaindra nantinya.
Sabar menunggu itulah Sandra yang nyatanya perempuan itu tahu jika paling cepat tiga puluh menit Kaindra sampai di sini dan itupun jika tidak macet, tetapi Sandra tidak masalah karena sebentar lagi ia yang akan menjadi pemenangnya.
Sedangkan Kaindra, laki-laki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin segera bertemu dengan Sandra dan mengakhiri semuanya karena ia sudah memutuskan akan berbicara dengan Ayka tentang masalah ini dan pastinya ia akan meminta maaf sebesar-besarnya kepada Ayka supaya Ayka tidak meninggalkannya.
"Bagaimana caranya Aku mengatakan ini kepada Ayka dan apakah nanti Ayka akan memaafkanku atau Ayka malah akan meninggalkanku dan membenciku?"
Lagi lagi Kaindra tersenyum tipis, ia sebenarnya sudah pesimis jika ia jujur kepada Ayka karena Kaindra tahu bagaimana sifat dari perempuan yang dicintainya itu, yang mana pastinya kesalahan yang dilakukan oleh Kaindra ini sangat besar sehingga tidak mungkin jika nanti Ayka memaafkan Kaindra.
__ADS_1