
Lagi lagi tidak ada jawaban dari Kaindra yang membuat Ayka semakin geram saja dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
Padahal jika saja Kaindra berkata, Ayka juga tidak apa-apa meskipun ada sedikit keraguan dari dalam diri Ayka mengenai kerjasama yang dilakukan oleh Sandra kepada suaminya tetapi paling tidak ada sebuah kata yang meluncur dari bibir Kaindra, tidak diam seperti ini.
"Sebentar, aku mau ke toilet dulu."
Pamit Ayka yang meninggalkan Kaindra dan juga Sandra di sana, ia pamit untuk ke toilet dulu bukan ingin pipis atau bagaimana mestinya jika berada ditoilet, tetapi ia hanya ingin menenangkan diri terlebih dahulu supaya emosinya tidak meledak-ledak dengan apa yang baru saja dilihat.
Padahal geram banget Ayka dengan Kaindra, entah mengapa suaminya tega-teganya membohongi dirinya, kalau saja Kaindra bisa berkata jujur jika sebenarnya ada kerjasama antara Kaindra dengan Sandra mungkin Ayka tidak seperti ini tetapi mengapa malahan kaindra hanya diam saja dan seolah oleh menutupi apa yang sebenarnya terjadi dan juga Kaindra melahan tega-teganya mengatakan hal yang lain dan tidak jujur padanya.
Ayka buru-buru untuk ke toilet bukan berarti ia akan menangis di dalam sana, hanya saja Ayka ingin menenangkan diri sebentar, membuat emosinya meredam dan tidak akan marah-marah di depan Kaindra nantinya.
"Hufffh...."
Ayka bisa bernafas lega saat ini, ia membuang semua hal-hal aneh yang ada di pikirannya meskipun sama saja dirinya masih curiga terhadap apa yang dilakukan oleh Kaindra tetapi setidaknya ia tidak akan emosi di tempat umum.
Ayka mengambil air kemudian perempuan cantik itu membasuh mukanya, berusaha untuk menenangkan diri dan mengambil nafas yang panjang supaya dirinya bisa meredakan kembali hati dan pikirannya yang sudah terbakar emosi dan cemburu.
Hingga beberapa menit kemudian, dirasa Ayka sudah baik-baik saja perempuan cantik itu langsung saja keluar dari toilet, ia tidak ingin nanti jika Sandra berpikiran yang tidak tidak padanya dan akan membuat wanita jahat itu tertawa di atas penderitaan yang Ayka alami saat ini.
Grepp
"Sayank, maafkan aku."
__ADS_1
Baru saja Ayka keluar dari toilet tetapi tiba-tiba ia sudah melihat suaminya yang berada di depan dan langsung saja menarik tubuh Ayka dan memeluknya, tentu saja setelah Ayka pamit untuk ke toilet, Kaindra juga berpamitan untuk ke toilet dan pastinya laki-laki itu ingin menjelaskan segala sesuatunya kepada Ayka dan tidak akan membiarkan istrinya itu salah paham.
Ayka berusaha melepaskan pelukan Kaindra yang nyatanya memang ini tempat umum, tetapi sayang sekali Kaindra semakin erat memeluk Ayka seakan-akan ia tidak akan pernah melepaskan istrinya itu.
"Bang, ini di tempat umum ... lepaskan."
Percuma saja Ayka memberontak, yang nyatanya Kaindra malah semakin memeluknya dengan erat dan saat ini Kaindra membawa istrinya ke dalam toilet, lagi lagi di mana keadaan di sana terlihat sepi dan juga memastikan kalau tidak ada orang lain yang melihahnya terlebih lagi tidak masalah karena Kaindra juga bisa menunjukkan jika dia dan Ayka adalah sepasang suami istri.
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mendengarkan apa yang aku ceritakan."
Tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Ayka hanya menurut saja apa yang di mau Kaindra, hingga akhirnya mereka sudah berada di toilet di mana memang Kaindra berpikir di sana aman untuk dirinya bisa berbicara dengan Ayka.
"Maafkan aku sayank, Aku tidak bermaksud untuk membohongi kamu hanya saja aku tidak ingin membuat kamu kecewa dan juga cemburu dengan apa yang aku lakukan bersama dengan Sandra."
"Maksud Bang Kai bagaimana?"
Kaindra melepaskan pelukannya ia menatap lekat-lekat wajah Ayka yang ada di depannya saat ini, sungguh cantik dan mempesona yang menjadikan Kaindra tidak akan melepaskan istrinya itu apapun yang akan terjadi.
Kaindra juga sempat berpikiran untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Ayka, mengatakan tentang kejadian malam itu yang Kaindra sendiri tidak tahu pastinya apa yang sebenarnya terjadi tetapi ketika ia membuka mulutnya dan ingin berkata jujur kepada Ayka, Kaindra mengurungkan niat nya dan lagipula ia masih kepikiran dan masih mengingat bagaimana nanti jika Ayka mengetahui kalau dirinya sudah tidur dengan Sandra yang pastinya detik ini juga Ayka pasti akan meninggalkannya dan meminta berpisah darinya, itu yang Kaindra tidak mau.
"Beberapa hari yang lalu aku menjalin kerjasama sama dengan Sandra, dia menawarkan kerjasama itu karena aku pikir produknya sangat bermanfaat bagi perusahaanku dan aku menerima nya dan maaf sekali aku tidak berkata jujur sama kamu sayank."
Hingga akhirnya Kaindra mengatakan seperti itu padahal antara dirinya dan juga Sandra tidak ada kerjasama sama sekali tetapi untuk membuat Ayka percaya dan tidak akan meninggalkan dirinya, karena itu terpaksa Kaindra melakukan kebohongan untuk kedua kalinya.
__ADS_1
Ayka tersenyum kemudian mengangguk meskipun ia masih ragu dengan apa yang diucapkan oleh Kaindra namun di depan Kaindra, ia berusaha untuk tenang dan baik-baik saja dan berusaha untuk mempercayai suaminya toh juga masih ada waktu untuk dirinya dan juga Brian membuktikan apakah memang benar antara Kaindra dan Sandra hanya sebatas berhubungan karena adanya kerjasama atau karena adanya hal-hal yang lain lagi.
"Jadi kamu percaya padaku kan sayank dan memaafkan semua yang aku lakukan beberapa hari ini?"
Tentu saja Kaindra masih antusias untuk meminta maaf kepada istrinya ia takut jika kejadian tadi yang saat Ayka memergoki dirinya bersama Sandra akan berbuntut panjang dan menyebabkan Ayka pergi dari hidupnya selama-lamanya.
"Iya Bang, aku percaya sama abang dan lain kali kalau ada hal seperti ini Bang Kai harus jujur padaku meskipun kenyataannya untuk sulit aku terima tetapi bagaimanapun aku harus tahu."
Kaindra kembali lagi memeluk tubuh Ayka, ia dalam hati meminta maaf yang sebesar besarnya kepada Ayka, istri yang dicintainya dan entahlah sampai kapan Kaindra akan menyembunyikan semua kebohongan ini kepada istrinya tetapi yang jelas ia tidak akan membiarkan rumah tangganya hancur dan membuat Ayka pergi dari hidupnya.
Cup
Kaindra mencium kening Ayka, kemudian laki-laki itu mencium bibir Ayka dan melu_mat nya sebentar.. begitu juga dengan Ayka, yang sama sama menikmati apa yang dilakukan oleh suami nya, hingga akhirnya Ayka tersadar kalau ada sesuatu yang menonjol di bawah sana yang membuat Ayka mau tidak mau harus melepaskan pagu_tan bibir nya itu.
"Sudah jangan diteruskan nanti bisa-bisa kita tidak akan keluar dari sini dan itu akan berbahaya."
Ayka dengan cepat melepaskan pagu_tan bibirnya dari bibir Kaindra kemudian ia tersenyum menatap suaminya yang saat ini terlihat sudah pengen sekali.
"Kamu curang sayank dan seharusnya kita teruskan kegiatan panas ini, di sini juga tidak apa-apa."
"Ngarang, aku yang tidak mau.. sudah ah pulang yuk Bang, aku sudah ngantuk sekali."
Kaindra mengangguk dan ia akan membawa istrinya pulang sore ini sementara Brian yang akan diminta untuk mengantarkan Sandra.
__ADS_1
Bahkan Kaindra tidak peduli sama sekali dengan Sandra yang mungkin nanti marah dengan perlakuan Kaindra saat ini, yang lebih penting saat ini adalah Ayka karena dirinya benar-benar sudah bersalah dengan istrinya itu.