
"Jelaskan padaku?"
Kaindra langsung saja menarik tangan Sandra, laki-laki itu sudah emosi mendengar apa yang diucapkan oleh Bima, yang yakin 100% jika semua ini adalah akal-akalan Sandra.
"Apa yang harus aku jelaskan kepadamu Ndra, sudah jelas-jelas jika aku hamil dan semua itu adalah perbuatan kamu, kamu lupa jika kamu sudah meniduriku dan bangun-bangun kamu sudah ada di sampingku dengan tel@njang dan tidak berpakaian sama sekali."
Sebenarnya Sandra ketakutan, tetapi ia mencoba untuk tidak takut sama sekali kepada Kaindra bahkan Sandra juga mencoba untuk membela diri dengan meracuni pikiran Kaindra dan juga mengingatkan Kaindra tentang kejadian malam itu yang mana memang pagi itu bangun bangun Kaindra sudah berada di samping Sandra.
"Jelaskan saja!! kami akan mendengarkan semua penjelasan kamu dan akan membandingkan apakah penjelasan kamu itu benar atau tidak dengan semua bukti yang aku bawa."
Bima yang sudah geregetan langsung saja maju ke depan menghampiri Kaindra dan Sandra, yang nyatanya memang perempuan itu tidak kapok sama sekali bahkan membela dirinya seakan-akan ia tidak bersalah dan semua yang terjadi adalah benar.
"Jangan ikut campur Bim, sebaiknya kamu pergi saja dari sini!!"
Sandra semakin ketakutan saja manakala Bima sudah melangkahkan kakinya untuk mendekati Kaindra, dengan membawa amplop coklat dan ia yakin jika itu adalah bukti-bukti yang benar yang sudah didapatkan oleh Bima.
Tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh Sandra, Bima menyerahkan bukti itu kepada Kaindra.
"Lo bisa lihat dan baca sekaligus di sana ada video yang asli."
__ADS_1
Ucap Bima kepada Kaindra, kemudian ia menoleh ke arah Sandra dengan tersenyum sinis.
"Dan jangan biarkan perempuan licik itu masih berada di muka bumi ini."
Lanjut Bima lagi dengan memberikan kode kepada anak buahnya untuk berjaga-jaga di luar sana takutnya jika setelah ini Sandra kabur dari hotel.
Kaindra tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Bima laki-laki itu langsung saja membuka amplop coklat yang berisi tentang hal-hal penting mengenai informasi yang sudah didapatkan Bima, dan yang pertama kali yang Kaindra lihat adalah surat keterangan dari Dokter yang menyatakan jika Sandra tidak hamil dan juga beberapa foto di mana Sandra bertemu dengan dokter di rumah sakit itu yang ternyata dokter itu adalah temannya yang memberikan keterangan palsu kepada Sandra.
"Dan lo harus lihat ini!!"
Bima belum puas jika Kaindra belum melihat video yang asli di mana memang benar-benar kejadian itu berbeda dengan video yang sudah diserahkan oleh Sandra kepadanya dan juga percakapan dari dokter Ana mengenai kedatangan Sandra yang meminta dibuatkan surat keterangan kehamilan palsu.
Kaindra marah ketika ia sudah melihat langsung video yang aslinya ternyata memang benar Sandra lah pelaku semuanya ini, Sandra yang mencampurkan obat tidur ke dalam kopinya hingga membuat dirinya tidak bisa mengingat apapun, kemudian Sandra dengan cepat membaringkan tubuh Kaindra di atas ranjang dan memposisikan tubuhnya di samping Sandra yang terlihat seperti keduanya melakukan sesuatu, padahal tidak sama sekali.
Dan di situ juga terdapat rekaman suara dari dokter Ana yang mengakui bahwa Sandra tidak hamil dan hanya pura-pura saja.
"Kamu memang perempuan yang gila, tidak sepantasnya kamu hidup."
Kaindra yang marah langsung mendekati Sandra, ia membuka tangannya dan ingin mencekik leher Sandra tetapi langsung saja dihalangi oleh Bima.
__ADS_1
Prok..prok...
"Jangan lakukan itu Ndra, serahkan saja sama polisi, dan ada yang lebih penting dari itu, yaitu Ayka..."
Dengan cepat Bima menepukkan tangannya yang memberi isyarat kepada kepolisian sudah berada di depan untuk menangkap Sandra memang semua ini sudah direncanakan oleh Bima dan juga Doni yang mana sudah mengetahui kebohongan Sandra dan mereka berdua mendatangkan polisi untuk segera meringkus sandera karena tidak ingin jika Kaindra membunuh Sandra.
"Istriku? di mana Ayka, harus meminta maaf kepadanya dan dia harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."
Saking penuhnya isi kepala Kaindra hingga ia melupakan Ayka saat ini, yang tidak hadir di hotel dan Kaindra merasa jika Ayka masih berada di rumah dan saat ini ia ingin pergi dari hotel untuk mencari Ayka...
"Lo telat Ndra, Ayka sudah pergi bahkan ia kabur dari rumah dan gue sudah mengunjungi apartemen Brian ternyata di sana juga tidak ada..."
"Arghhh...."
"Tidak! itu tidak mungkin aku nggak mau kehilangan Ayka dan Ayka harus mendengar penjelasan ini dan mendengar kenyataannya kalau aku tidak sama sekali bersalah dan tidak menghamili perempuan lain..."
Kaindra tertunduk lesu ia sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan air namun sampai saat ini tidak ada informasi sama sekali yang didapatkannya hingga membuat Kaindra bersedih dan terus-menerus menyalahkan dirinya.
"Ayo Bim, Don, bantu gue untuk mencari Ayka, gue nggak mau terlambat karena gue yakin Ayka pergi dari Indonesia..."
__ADS_1