
Galaxy tidak percaya dengan apa yang ia dengar,baru saja kemarin ia merasakan kebahagiaan bersama Arsyila. Kini ia merasakan sakit yang begitu dalam,ia harus kehilangan istri tercinta nya. Mengapa semua terjadi kepada nya? Galaxy terus menyalahkan diri nya. Andai ia tidak menyusul kakak nya semua ini tidak akan terjadi.
Ia menangis di dalam pelukan ibu tercinta nya,tangis Galaxy pecah menggema ke seluruh ruangan.
Kavin pun merasa sedih melihat adik tercinta nya seperti ini. Ingin ia memeluk adiknya,namun saat ini Galaxy sedang marah, Galaxy sedang kecewa. Mungkin kini ia menyesal telah menyelamatkan nyawa nya.
" Kenapa tidak aku saja yang mati,aku tidak sanggup tanpa nya" racau Galaxy menangis histeris.
" Semua sudah di atur seperti ini Gala,kamu harus semangat demi putra kamu" ucap mom Jessica menangkup wajah putranya dengan kedua tangan.
Kean menepuk pundak Galaxy,ia pun membantu Galaxy untuk bangkit. " Putra mu belum di adzan kan dan di beri nama".
Galaxy melihat bayi yang di bawa dari ruang operasi,bayi dengan jenis kelamin laki - laki sedang di gendong oleh Rein.
Dokter Rein memberikan bayi itu kepada Galaxy,putra nya begitu mirip dengan Galaxy. Namun hidungnya mancung seperti Galaxy,Galaxy menggendong putranya dengan penuh cinta. Awalnya Galaxy ingin sekali menyusul Arsyila, Galaxy sempat berniat ingin mengakhiri hidupnya. Separuh nafas nya di bawa pergi oleh Arsyila. Namun saat ia melihat buah hati yang tampan,putra nya yang saat ini membutuhkan nya. Galaxy akan tetap hidup demi putra tercintanya.
Galaxy mengadzani bayi yang baru lahir ke dunia,putra nya begitu tampan. Galaxy menitikkan air matanya ia benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Pertama kali ia menjadi seorang ayah sekaligus seorang duda di usia nya yang masih muda.
" Siapa nama nya Gal?" tanya Kai.
" Arcell,Arcell Putra Galaxy." jawab Galaxy.
" Boleh mommy menggendong cucu mommy nak?" tanya mom Jessica di sela tangis nya. Ia merasa bersalah kepada Galaxy ,ia menyesal karena meragukan kesungguhan Arsyila kepada putra nya.
Galaxy memeluk baby Arcell seolah ia tidak ingin memberikannya kepada siapapun.
" Tidak ada seorang pun anggota keluarga William yang boleh menyentuh putra ku. Aku akan membesarkan Arcell dengan kemampuan ku sendiri." tegas Galaxy dengan sorot mata yang tajam.
" Tapi Gal,dia cucu mommy " sahut Mom Jessica.
Galaxy tersenyum mengejek,ia menatap semua orang yang berada di sana." Sekarang mommy menganggap Arcell cucu? silahkan tanya kepada tuan Kavin persyaratan apa yang kalian berikan untuk putra ku" sarkas Galaxy.
__ADS_1
" Andai kalian tidak melarang putra ku memakai nama kalian semua ini tidak akan terjadi.Tua Bangka itu tidak akan menculik kakak ku. Bodoh nya aku menyelematkan sang kakak dan malah mengorbankan Arsyila" cerocos Galaxy menatap tajam ke arah Kavin.
Tak lama kemudian Bibi Anne baru saja sampai di rumah sakit. Sejak pagi ia merasa perasaan nya tidak enak,ia melarang Arsyila untuk pergi saat ia mengambil kunci mobil nya.
Ia melihat Galaxy yang sedang menggendong seorang bayi. Bibi Anne mendekat melihat bayi yang baru saja lahir ke dunia,bayi laki-laki yang begitu mirip dengan Galaxy.
Seolah ia mengetahui apa yang terjadi ia memeluk Galaxy. Bibi Anne tidak menyalahkan siapapun atas apa yang terjadi kepada putri nya. Ini semua memang karena keserakahan suaminya. Cukup ia menangis sejak tadi saat Roy mengabari berita kematian suami dan anaknya.
Kini ia tidak boleh terlihat bersedih di hadapan menantu nya. Galaxy terlalu muda untuk menanggung semua ini. Ia mengambil cucu nya dari gendongan Galaxy.
" Siapa nama nya nak?" tanya bibi Anne dengan nada getir.
" Arcell mom,Arcell Putra Galaxy" jawab Galaxy sambil menghapus air mata yang masih mengalir di pipinya.
" Temui lah Arsyila untuk terakhir kalinya" ucap bibi Anne.
" Gala,titip Arcell ya mom" kata Galaxy lalu ia memasuki ruangan di mana Arsyila menghembuskan nafas terakhirnya.
Dad Jonas memeluk Mom Jessica,ia tahu apa yang sedang di rasakan oleh istrinya saat ini.
" Gala membenci mommy dad,Gala membenci kita" ucap mom Jessica kembali menangis.
" Sabar sayang,saat ini Galaxy sedang emosi mungkin besok ia tidak akan marah lagi" sahut dad Jonas sambil mengusap lembut puncak kepala istrinya.
" Iya,nyonya William saat ini Galaxy sedang emosi. Besok apabila emosi nya mereda ia pasti akan meminta maaf karena berkata seperti tadi" ucap bibi Anne yang sempat mendengar pembicaraan mereka.
Tak lama kemudian seorang perawat datang menghampiri mereka.
" Permisi Bu,baby Arcell harus di bawa ke ruangan bayi untuk melakukan perawatan" ucap perawat tersebut lemah lembut.
Bibi Anne pun memberikan baby Arcell kepada perawat itu. Baby Arcell pun di bawa ke ruang bayi oleh nya.
__ADS_1
Sementara itu saat ini Galaxy sedang menggenggam tangan Arsyila yang sudah tidak bernyawa. Ia kembali menangis melihat istrinya tidak bergerak sama sekali.
" Sayang,kamu tega tinggalin aku sendirian. Nanti siapa yang akan marahin aku kalau kamu nggak ada? Siapa yang masakin buat aku dan anak kita nanti. Kamu bener- bener jahat Arsyila,kamu ninggalin aku yang begitu mencintai mu" ucap Galaxy membuat Kavin yang berada di belakangnya menitikkan air matanya.
Ia tidak tega melihat adik nya seperti ini,ingin sekali Kavin memperbaiki segala nya apabila di beri kesempatan.
" Kamu tenang aja sayang,aku akan bekerja keras demi putra kita. Kamu pasti akan bangga kepada ku di sana" sambung Galaxy lagi.
Kavin keluar dari sana ia berjalan menghampiri mom Jessica yang saat ini masih terus menangis.
" Maaf mom,ini semua salah Kavin." ucap Kavin lalu memeluk mom Jessica.
" Bukan salah mu nak,mom yang salah sehingga Galaxy membenci kita" balas mom Jessica menangkup wajah putranya penuh sayang.
" Sebaiknya kamu obati dulu luka mu, lalu kembali ke mansion. Kimmy saat ini begitu mengkhawatirkan mu." kata Dad Jonas.
" Iya,ayo ikut gue Kav" ajak Kean membawa Kavin menuju IGD agar cepat di tangani oleh dokter di sana. Luka- luka di tubuh Kavin lumayan banyak Kean pun mengobati Kavin.
Kai dan Key pun kini sedang di obati oleh dokter yang bertugas di IGD.
" Setelah ini sebaiknya lo temuin dulu Kimmy,gue denger dia dua kali pingsan karena khawatir sama lo" ucap Kean sambil memperban bagian tubuh Kavin yang terluka.
" Iya ,biar Galaxy kita yang urus" ucap Key.
" Entah mengapa sepertinya Galaxy akan menolak bantuan kita" sahut Kean menimpali.
" Saat ini Galaxy sedang kecewa, biarkan saja ia tenang terlebih dahulu" kata Kai menasehati mereka.
....
Jangan lupa like komen dan vote
__ADS_1