Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Kecewa


__ADS_3

"Apartemen Sakura, Pak."


Ucap Ayka kepada Bapak sopir taksi yang saat ini sudah melajukan taksinya dengan kecepatan kencang seperti yang diminta oleh Ayka.


Tidak berpikir panjang lagi, Ayka Meminta Pak satpam itu ke apartemen Sakura, di mana apartemen itu adalah milik Brian dan Ayka masih hafal betul sandi untuk masuk ke dalam apartemen Brian itu.


Ayka saat ini tidak mungkin pulang ke rumah mertuanya yang mana ia masih tidak ingin bertemu dengan Kaindra dan pastinya Ayka tahu nanti apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


Bukan berarti Ayka ingin menghindari permasalahannya, tetapi apa yang didengarnya itu sudah cukup jelas dan cukup membuktikan semua kejadian yang terjadi antara Kaindra dengan Sandra yang memang keduanya terlibat sebuah hubungan bahkan sudah ke ranah perselingkuhan.


Bahkan Ayka sendiri sudah mendengar jelas jika Sandra saat ini hamil dan anak yang dikandung Sandra itu adalah anak Kaindra, lalu bagaimana dan apa yang akan dijelaskan oleh Kaindra nanti yang semuanya sudah terlambat dan tidak ada yang perlu dijelaskan lagi.


Bukan tidak sedih, ia bahkan mengeluarkan air matanya dan tidak peduli dengan sopir taksi yang ada di depannya itu yang jelas mungkin dengan ia mengeluarkan air matanya sedikit bisa melegakan rasa sakit hati dan kecewa di dalam dirinya saat ini.


Dan mungkin untuk sementara waktu tempat Brian lah tempat ternyaman untuk hari ini meskipun ia tahu jika Kaindra pasti sudah berpikir kalau dirinya berada di apartemen Brian namun tidak masalah toh selama beberapa hari ini Ayka ingin menenangkan dulu di sana dan tidak akan membiarkan Kaindra untuk menemuinya.


Tidak menunggu lama taksi yang ditumpangi oleh Ayka sudah sampai di depan apartemen Sakura di mana Ayka langsung saja menghapus air matanya yang sedari tadi membasahi pipi nya tidak ingin terlihat buruk di depan orang lain yang melintas bukan karena Ayka takut jelek tetapi tidak ingin orang-orang menganggap yang tidak tidak bahkan menganggap yang macam-macam, terlebih lagi dengan satpam yang sudah mengenal baik Ayka.

__ADS_1


Setelah membayar ongkos taksi Ayka langsung saja keluar dari taksi kemudian berjalan dengan cepat untuk menuju apartemen Brian, ia takut jika nanti suaminya mengejarnya sampai di sini meskipun kenyataannya seperti itu tetapi Ayka tidak mau diganggu untuk saat ini.


Dengan cepat, Ayka saat ini sudah berada di dalam apartemen Brian yang mana memang ia masih hafal betul sandi apartemen itu dan Brian sama sekali tidak mengubahnya dengan tujuan seperti ini, jika Ayka ada sesuatu dan membutuhkan ketenangan maka apartemennya ini selalu siap untuk ditempati oleh Ayka.


Ayka langsung menuju ke kamar utama di mana memang Ayka jika di apartemen Brian selalu mendapatkan kamar itu yang mana memang kamar itu khusus ditepati oleh Brian dan tidak ada wanita selain Ayka yang boleh masuk ke dalam kamarnya.


Tidak ingin ke kamar mandi untuk membersihkan diri atas sekedar cuci muka Ayka langsung saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang ia kembali menangis ketika mengingat apa yang sudah didengarnya beberapa waktu yang lalu di mana suaminya sudah tidur dengan perempuan lain dan saat ini perempuan itu sudah hamil.


"Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus benar-benar berpisah dengan Kaindra? Dan kenapa ini harus terjadi padaku setelah aku benar-benar mencintai dirinya dan tidak mau kehilangan dirinya?"


Sembari menangis Ayka mengeluarkan kata-kata itu yang mana sepertinya ia sangat menyesali tindakan suaminya dan begitu kecewa dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kaindra.


"Tidak mau, tidak mau aku harus meminta cerai dari Kaindra karena aku tidak ingin dimadu dan tidak ingin dipoligami."


Ya meskipun semuanya masih samar-samar tetapi Ayka sudah mengambil keputusan seperti itu jika memang ternyata terbukti itu semuanya benar maka Ayka tidak akan takut untuk meminta cerai dari Kaindra yang mana ia sendiri sebenarnya masih sangat mencintai suaminya itu.


Beberapa menit kemudian..

__ADS_1


Brian yang khawatir langsung saja melajukan mobilnya untuk menuju ke apartemennya dan ia yakin jika Ayka berada di sana karena tidak mungkin kalau Ayka pulang ke rumah Kaindra apa lagi pulang ke rumahnya meskipun di rumahnya tidak ada kedua orang tuanya tetapi itu rasanya mustahil sekali.


Setelah tadi mencoba untuk menghalang Kaindra dan memastikan jika Kaindra tidak akan menyusul Ayka dan mencari Ayka, Brian segera menuju ke apartemennya dengan melajukan mobilnya tentu saja dengan kecepatan yang tinggi.


Meskipun ia tahu jika Ayka tidak akan berbuat nekat tetapi tetap saja Brian khawatir dengan apa yang terjadi dengan Ayka yang mana ia sudah hafal betul bagaimana sifat Ayka dan juga bagaimana hancurnya perasaan Ayka saat ini.


Dan tidak menunggu lama, Brian sudah berada di apartemennya, ia bergegas untuk menuju ke apartemen saat ini untuk menenangkan Ayka.


Brian membuka pintu apartemennya, ia sedikit lega karena melihat sepatu yang dikenakan Ayka sudah berada di apartemennya dan benar dugaannya jika perempuan cantik itu saat ini berada di sini.


Tok...tok...


Laki-laki itu mengetuk pintu karena ia sudah mencoba membuka pintu namun nyatanya dikunci dari dalam dan Brian yakin jika Ayka memang sengaja melakukannya untuk menghindari jika nanti Kaindra tiba-tiba datang sendiri padahal tidak mungkin sekali karena Kaindra sendiri tidak mengetahui kode rahasia pintu masuk ke dalam apartemennya.


"Ini aku, Ay..bukain pintu.."


Tentu saja Brian menyebutkan namanya karena kalau tidak begitu Ayka tidak akan membuka pintunya meskipun sudah berulang kali dan mengetuk pintu.

__ADS_1


Ceklek..


Ayka sudah membuka pintu apartemen yang kemudian dengan cepat Brian memeluk tubuh Ayka yang saat ini membutuhkan seseorang untuk diajak bercerita dan membutuhkan seseorang untuk membuatnya nyaman.


__ADS_2