
"Menangislah sepuas kamu, Ay.. Aku akan menemani kamu disini dan tumpahkanlah semua kesedihanmu tetapi setelah itu aku tidak akan membiarkan kamu menangis lagi."
Brian masih memeluk erat tubuh Ayka, ia tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu yang mana saat ini perasaan Ayka pastinya terluka mendengar kenyataan yang terjadi meskipun sebelumnya Ayka dan juga Brian sudah curiga dengan apa yang dilakukan oleh Kaindra tetapi tidak sampai seperti ini bahkan sampai Sandra hamil dan itu anak Kaindra.
Ayka tidak menjawab, ia mengeratkan pelukannya di tubuh Brian dengan isakan tangisnya yang entahlah sudah berapa banyak air mata yang dikeluarkan oleh Ayka saat ini yang mana perempuan cantik itu masih tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
Tetapi inilah hidup, lagi lagi Ayka harus bisa menerima kenyataan pahit dalam kehidupannya yang mana setelah ini mungkin kehidupannya akan berubah dan Ayka harus bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya tentunya.
Beberapa menit kemudian, puas Ayka menangis dipelukan Brian perempuan cantik itu langsung saja melepaskan pelukan Brian kemudian menghapus air matanya seperti apa yang sudah dikatakan oleh Brian, ia sudah menangis sekencang mungkin dan mengeluarkan air mata yang sangat banyak dan setelah ini Ayka tidak akan menangis lagi dan akan menerima kenyataan pahitnya.
"Sudah, kalau belum Aku masih sanggup untuk memeluk kamu."
Antara menggoda dan juga serius, Brian mengatakan seperti itu supaya Ayka bisa lebih rileks dan juga tenang meskipun sebentar saja.
"Sudah, terima kasih Bi.. kamu adalah sahabat terbaikku."
"Sama-sama, kita ditakdirkan untuk saling melengkapi dan aku ada untuk kamu seperti apa yang aku katakan kalau ada apa-apa, kamu bisa meminta bantuanku dan aku siap untuk membantu kamu. Lalu apa rencanamu saat ini? tidak mungkin kan kamu berada di sini terus-menerus, sorry bukannya aku ingin mengusir kamu atau tidak suka kamu berada di sini tetapi sebaiknya permasalahan kamu dengan Kaindra harus segera kamu selesaikan supaya kamu bisa menentukan dan memutuskan langkah apa yang kamu ambil nantinya."
__ADS_1
Ya sebagai sahabat yang baik meskipun Brian masih mencintai Ayka tetapi tetapi Brian juga tidak berharap jika rumah tangga Ayka dan Kaindra itu hancur bahkan ia rela untuk menepis perasaannya kepada Ayka jika Ayka sudah berbahagia dengan Kaindra saat ini.
Dan tidak mungkin membiarkan masalah Ayka itu berlarut-larut dan Brian akan memberikan saran supaya Ayka menemui Kaindra dan menyelesaikan permasalahan ini sebelum semuanya menjadi rumit dan juga supaya Ayka bisa memutuskan langkah apa yang akan ditempuh oleh perempuan cantik itu, apakah mereka benar-benar ingin meminta pisah dari Kaindra atau meneruskan rumah tangganya ini.
"Aku tahu.. besok aku pulang, untuk malam ini biarkan aku tidur di sini dulu, terserah kamu mau di sini atau mau pulang, aku tidak masalah."
Ayka tidak menyalahkan Brian, ia juga tahu jika situasinya tidak memungkinkan jika terlalu lama berada di sini yang pastinya apa yang dikatakan oleh Brian itu benar, jika dirinya harus segera menyelesaikan permasalahannya dengan Kaindra, namun untuk malam ini ia tidak ingin bertemu dengan Kaindra terlebih dahulu, biarkan satu malam saja dirinya menenangkan pikiran sebelum besok benar-benar ia bertemu dengan Kaindra dan mengatakan apa yang harus Ayka katakan.
"Oke kalau begitu aku tahu kamu wanita yang kuat dan aku tahu jika kamu bisa menyelesaikan masalah kamu sendiri."
"Makan ya, aku pesankan makanan dulu."
"Aku tidak lapar By, nanti saja."
"Tidak lapar bagaimana, aku tahu kamu belum makan siang dan pastinya kamu harus makan tidak ada penolakan air jangan menyiksa diri kamu seperti itu biarlah semuanya berlalu tetapi ingat kesehatan kamu. Lagian lihat wajah kamu saat ini begitu jelek dan juga bau karena belum mandi kan pasti nya, makanya mandi dulu sembari menunggu makanan datang."
Brian melihat Ayka saat ini acak-acakan, bukannya ia tidak paham tetapi untuk menghibur sahabatnya itu Brian tidak akan membiarkan Ayka kelaparan apalagi dengan wajah yang seperti ini yang sudah mirip seperti monster, meskipun hatinya sakit dan juga kecewa berat tidak akan membiarkan Ayka jika terluka seperti itu apalagi menyiksa dirinya dengan tidak makan sama sekali.
__ADS_1
"Sialan!! Cantik cantik begini, buktinya kamu saja sampai nggak mau lepas dariku."
"Yayaya cantik memang, tapi kalau kurus kering dan tidak ada g@irahnya sama sekali aku pun juga ogah deket-deket sama kamu... Sudah sana mandi sudah jelek, bau lagi!"
Brian menutup hidungnya, bukan karena bau tetapi memang sedikit akting saja supaya sahabatnya itu mau pergi ke kamar mandi, padahal tidak sama sekali bau, tubuh Ayka bahkan sangat wangi meskipun sudah banyak air mata dan juga keringat yang keluar dari tubuh Ayka tapi entahlah rasanya begitu candu dan membuat Brian nyaman untuk berada di samping Ayka.
"Enak saja, masih wangi juga."
Ayka segera mendorong tubuh Brian, perempuan cantik itu langsung saja menuju ke kamar mandi ia tidak ingin diomongin bau ataupun jelek oleh Brian yang mana memang sejatinya Ayka itu tidak bau dan juga tidak jalak, Ayka itu wangi dan juga cantik.
Melihat ekspresi wajah Ayka seperti itu, Brian terkakeh geli, ia tahu jika di dalam hati Ayka masih sedih dan juga kecewa tetapi Ayka berusaha untuk tersenyum dan seperti tidak terjadi apa-apa, tidak masalah yang penting saat ini kondisi Ayka masih waras dan ia harus makan tidak boleh lemah untuk menghadapi permasalahan yang ada di dalam hidupnya saat ini.
Toh juga setiap manusia mempunyai masalah yang mungkin permasalahan terberat yang harus Ayka jalani adalah saat usianya masih muda seperti ini tetapi Brian yakin jika Ayka kuat dan bisa mengatasi semua permasalahannya.
Brian meninggalkan kamarnya, laki-laki itu langsung saja menuju ke depan memesan makanan kesukaan Ayka yang mana memang Ayka harus makan banyak dan tidak memikirkan tentang Kaindra, meskipun itu tidak mungkin karena Brian tahu di dalam hati Ayka dan juga pikiran Ayka saat ini masih memikirkan tentang suaminya dan Ayka juga perlu kejelasan tentang sesuatu yang baru saja didengarnya.
Brian sendiri tidak ingin ikut campur terlalu dalam dengan urusan Ayka, bukannya ia tidak mau membantu tetapi sepertinya itu adalah urusan pribadi yang mana harus diselesaikan dulu antara Ayka dengan Kaindra nanti jika Ayka benar-benar tidak mampu dan butuh bantuannya, Brian dengan senang hati akan membantu Ayka.
__ADS_1