
Sebelum pulang sekolah Ayka menyempatkan diri untuk mengirimkan pesan kepada Kaindra yang mana pesannya berbunyi apakah Kaindra akan menjemputnya pulang sekolah nanti atau tidak.
Lima menit sampai sepuluh menit Ayka menunggu balasan dari Kaindra. Ingin nya Ayka mendapatkan jawaban jika suaminya nanti akan menjemputnya tetapi sayang sekali apa yang di inginkan tidak tercapai karena kaindra tidak bisa menjemputnya.
Entahlah apa benar atau memang hanya alasan Kaindra saja dan lagi lagi alasan nya karena ada pertemuan dengan klien penting yang Kaindra katakan tentu saja Ayka sedikit berpikir.
Ada pertemuan dengan klien penting atau tidak. Memang Ayka tahu jika Kaindra adalah pengusaha muda dan sukses pasti kesibukannya di perusahaan itu tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata tetapi apa tidak bisa menjemput istrinya bareng cuma sebentar saja toh beberapa hari ini Kaindra selalu bertemu dengan klien penting dan klien penting terus.
Hal itu yang membuat Ayka curiga, apakah memang benar yang diucapkan oleh Kaindra itu atau Kaindra memang sengaja membohongi Ayka untuk dapat pergi bersama dengan Sandra.
"Bagaimana?"
Tanya Brian kepada Ayka yang saat ini semua teman-temannya sudah pada keluar kelas tinggal dirinya, Ayka dan juga Sandi yang masih berada di kelas
Tidak bisa menjawab apapun juga tetapi mungkin dengan kode yang diberikan oleh Ayka, Brian dapat mengerti apa yang Ayka maksud.
"Nggak bisa menjemput, ada klien penting?"
Sepertinya Brian bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran Ayka itu yang mana memang benar jika Kaindra baru saja mengirimkan pesan jika tidak bisa menjemput lantaran ada pertemuan dengan klien penting.
"Kita ke kantor Kaindra saja sekarang."
Ayka mengangguk, yang memang ia juga ingin pergi ke perusahaan Kaindra, mungkin kalau tidak bertemu dengan Kaindra dirinya bisa bertemu dengan Bima dan menanyakan apakah memang benar Kaindra ada pertemuan dengan klien penting atau tidak.
Bukannya tidak percaya dengan suaminya tetapi rasanya ada yang aneh saja dan itu membuat Ayka penasaran.
Sedangkan Sandi, sedari tadi mendengarkan obrolan antara Brian dengan Ayka, laki-laki itu tidak berani menimpali ataupun menanyakan apa yang Ayka dan juga Brian lakukan, Sandi hanya diam saja sembari melihat gerak-gerik antara Ayka dan juga Brian.
__ADS_1
Meskipun Sandi tidak bertanya, ia dapat menyimpulkan jika memang ada sesuatu antara Ayka dengan Kaindra dan pastinya antara Ayka dengan Brian saat ini sudah merencanakan sesuatu.
Tidak memperdulikan Sandi, Ayka dan Brian langsung saja keluar dari kelas dan tentu saja Ayka langsung masuk ke dalam mobil Brian karena memang Ayka tidak membawa mobil sendiri.
"Mau makan dulu atau bagaimana?"
Tawar Brian kepada Ayka, karena Brian tahu bagaimana perasaan Ayka saat ini yang pastinya kalau ia menjadi Ayka, ia juga akan penasaran apakah memang benar ucapan yang keluar dari Kaindra itu benar atau memang sengaja berbohong kepada Ayka.
"Tidak usah, aku belum lapar sebaiknya kita langsung saja ke perusahaan karena aku penasaran."
"Baiklah."
Brian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tentu saja laki-laki itu tidak ingin membuat Ayka matu penasaran dengan apa yang ada di pikiran Ayka saat ini.
Untung saja jalanan tidak macet sehingga mobil yang dikemudikan Brian sudah sampai di perusahaan Kaindra dan Ayka yang tidak sabaran langsung saja membuka pintu mobil meninggalkan Brian yang masih ada di dalam mobil.
Ayka langsung saja masuk ke perusahaan, ia tidak perlu bertanya lagi di manakah Kaindra berada karena resepsionis dan satpam di sana bahkan seluruh karyawan di perusahaan Kaindra sudah tahu jika Ayka adalah istri dari pemilik perusahaan itu dan pastinya meskipun Ayka buru-buru, perempuan cantik itu masih bisa tersenyum untuk menyapa karyawan-karyawan Kaindra di sana.
"Ayka."
Ucap Bima yang kaget melihat Ayka saat ini dan tidak percaya jika yang sudah berdiri di depannya itu adalah Ayka, istri dari Kaindra.
"Kak Bima, Bang Kai mana?"
Rupanya Ayka tidak mau basa-basi ia langsung saja menanyakan di mana keberadaan suaminya itu yang entah rasanya janggal sekali manakala melihat Bima yang berada di kantor lagi santai-santai dan duduk manis sementara Kaindra tadi bilang kalau dia ada pertemuan penting di luar.
Setau Ayka kemanapun Kaindra pergi, pasti laki-laki itu akan mengajak Bima tetapi sekarang kenapa tidak, bahkan Bima sepertinya tidak ada kerjaan lagi di kantor.
__ADS_1
"Kaindra tidak ada di sini."
Jawab di Bima jujur, bukan bermaksud ia ingin menghancurkan rumah tangga Ayka dengan Kaindra atau pun ingin membuat Ayka sedih tetapi nyatanya sedari pagi ia tidak melihat Kaindra berada di perusahaan ini.
Ayka melototkan matanya, mana kala ia mendengar apa yang diucapkan oleh Bima jika Kaindra tidak ada di sini, lalu di mana suaminya saat ini berada bukankah tadi pagi kaikndra pamit ingin ke perusahaan tetapi mengapa Bima mengatakan kalau Kaindra tidak ada di sini.
Mungkinkah beberapa jam yang lalu Kaindra pergi untuk menemui klien tetapi Bima tidak tahu kepergian Kaindra atau....
"Bang Kai perginya sudah lama kak?"
Ya Ayka bertanya lagi manakala memang Kaindra pergi beberapa jam yang lalu.
"Pergi? sudah lama? Aku saja belum melihat Kaindra sedari tadi pagi."
Deg
Tubuh Ayka tiba-tiba lemas mendengar apa yang diucapkan oleh Bima yang mana Bima mengatakan jika Kaindra tidak berada di kantor dari tadi pagi bahkan sampai siang ini tidak melihat kain tradisional.
"Kak jangan bohong, tadi pagi Bang Kai mengatakan padaku setelah dia mengantarkan aku ke sekolah, katanya akan ke perusahaan dan siang ini tidak menjemputku karena ada meeting dengan klien penting."
Ayka masih bertanya, ia bukan menuduh Bima berbohong padanya tetapi menegaskan apakah memang benar apa yang diucapkan oleh Bima barusan yang nyatanya tadi pagi Kaindra pamit untuk ke perusahaan dan siang ini ada pertemuan dengan klien penting.
"Untuk apa aku membohongi kamu, lagi pula memang benar, aku dari pagi tidak melihat Kaindra, bahkan aku sendiri tidak ada pekerjaan di sini, kamu lihat tadi kan betapa aku menganggur dan bosan. Kaindra sendiri tidak menghubungiku ke mana perginya suami kamu itu."
Hati Ayka tambah hancur mendengar apa yang diucapkan oleh Bima lagi dan pastinya Ayka melihat ke arah Bima dan memang benar tidak ada kebohongan dari laki-laki itu.
Astaga ke mana kamu pergi Ndra, apa jangan-jangan kamu mau berbuat ulah lagi dengan Sandra, sehingga kamu tega-teganya membohongi Ayka seperti ini.
__ADS_1
Dengan ekspresi wajah yang muram, tentu saja Bima ikut sedih. Tetapi ia juga tidak tahu di mana Kaindra berada saat ini yang nyatanya memang Kaindra tidak menghubunginya sama sekali.