
Setelah hampir menempuh jarak tiga puluh menit akhirnya mobil Sandi sudah berhenti di depan rumah besar dan Sandi yakin jika rumah itu adalah milik Brian.
Memang ia dan Brian baru saling kenal bahkan Brian juga belum pernah mengajak Sandi ke rumahnya namun menurut informasi yang Sandi dapatkan, di sini adalah alamat di mana kedua orang tua Brian tinggal dan pastinya Brian yang notabenya hanya mempunyai apartemen pastilah sering tinggal di rumah kedua orang tuanya.
Tidak membuang-buang waktu, Sandi keluar dari mobilnya ia pun segera menanyakan kepada satpam yang kebetulan baru saja menutup pintu gerbang rumah Brian.
"Maaf Pak, apa benar ini rumahnya Brian?"
Tanya Sandi sekali lagi untuk memastikan apakah alamat yang didapatkannya itu memang benar atau salah, kalau salah ia bergegas untuk pergi dari rumah itu.
"Bener Mas, ini adalah rumah tuan muda Brian, kalau boleh tahu ada urusan apa Mas datang ke rumah ini?"
Bukan untuk mencurigai tetapi memang sepertinya itu adalah tugas satpam di mana setiap ada orang bertamu pastinya menanyakan ada keperluan apa dan tidak bermaksud untuk ikut campur dengan urusan yang akan terjadi nantinya hanya untuk berjaga-jaga saja supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih lagi rumah majikannya ini adalah tergolong rumah yang sangat besar di antara rumah-rumah yang lainnya dan majikannya ini pula adalah golongan dari pengusaha papan atas dan pastinya baik orang orang baik maupun jahat sedang mengincar keluarga ini.
"Oh tidak ada apa-apa Pak, saya hanya ingin bertemu dengan Brian saja, kebetulan saya adalah teman sekolahnya Brian apakah Brian ada? karena sudah beberapa hari ini Brian tidak masuk sekolah."
__ADS_1
Ya jawaban dari Sandi memang wajar dan apa adanya, Sandi juga ingin bertemu Brian dan tidak salah jika Sandi datang ke rumah ini, di samping memang ada hal lain yang harus Sandi tanyakan kepada Brian yaitu tentang Ayka namun apa yang dikatakan Sandi juga ada benarnya karena beberapa hari yang lalu memang Brian tidak masuk sekolah entah dengan apa itu alasannya.
"Aduh Mas telat, baru saja tuan muda pergi."
Sandi melongo, ia menggelengkan kepalanya dan berpikir jika Brian pergi berarti Ayka bersama siapa, ia tidak dapat menemukan keberadaan Ayka saat ini di apartemen Brian tidak ada, di rumah ini juga tidak ada yang nyatanya malahan Brian pergi keluar.
"Maaf Pak kalau saya boleh tahu, Tuan Brian pergi ke mana ya?"
Ya memang sedikit lancang tetapi siapa tahu satpam itu tahu keberadaan Brian saat ini dan pergi ke mana Brian.
"Aduh, kalau itu kurang jelas Mas, yang saya lihat tuan muda Brian bersama dengan sahabatnya, siapa ya oh ya sama mbak Ayka."
"Ayka?"
Ada rasa lega tetapi juga penasaran, kemana Brian membawa Ayka pergi di saat situasi seperti ini, padahal Sandi datang ke sini untuk menyampaikan informasi penting bahwa suaminya sudah dijebak oleh Sandra dan apa yang sudah dikatakan oleh Sandra itu tidaklah benar, tetapi mengapa malah Ayka pergi begitu saja.
__ADS_1
Dan seketika pikiran buruk melanda Sandi saat ini, dan Sandi berpikir jika Ayka sengaja pergi dari rumah Kaindra dan saat ini malahan Ayka sudah merencanakan untuk meninggalkan Indonesia, tentu saja perempuan mana yang tahan jika suaminya menikah lagi dan tinggal bersama satu atap di rumah, tentu saja bagi Sandi itu adalah hal wajar dan apa yang dilakukan oleh Ayka itu memang ada benarnya juga, namun di satu sisi Sandi juga kasihan karena ternyata apa yang dilakukan oleh Kaindra semuanya itu hanyalah akal-akalan dari sepupunya, Sandra yang mana memang Sandra sudah merencanakan itu semuanya.
"Astaga,.aku harus mengejar mobil Brian dan harus mencegah supaya Ayka tidak pergi dari Indonesia."
Setelah mengucapkan terima kasih kepada Pak satpam, Sandi bergegas untuk masuk ke dalam mobil, ia yakin jika saat ini mobil Brian sedang melaju untuk menuju ke bandara, ya ke mana lagi akan bersembunyi selain pergi dari Indonesia.
Berbeda dengan Sandi saat ini yang sudah pergi dari rumah Brian, Bima... laki-laki itu baru saja sampai ke apartemen Brian setelah ia mengetahui jika Ayka kabur dari rumah Kaindra.
Ya awalnya Bima memutuskan setelah dari rumah Kaindra, ia langsung saja menuju ke hotel untuk mengatakan sejujurnya kepada Kaindra tentang kebohongan yang sudah dilakukan Sandra, namun akhirnya setelah di dalam perjalanan, Bima mengurungkan niatnya karena ia melihat jam yang melingkar di tangannya jika pernikahan yang akan dilangsungkan itu masih satu jam lagi dan berarti Bima masih mempunyai waktu untuk mengatakannya sebelum Ayka benar-benar pergi dari Indonesia.
Ya Bima mengingat jika ada sesuatu antara Ayka dan juga Kaindra, terlebih lagi jika Kaindra benar-benar menghianati Ayka, maka Ayka akan pergi dari kehidupan Kaindra dan setelah Bima mengingat perkataan Ayka itu, Bima langsung saja membelokkan motornya kemudian menuju ke apartemen Brian, iya sepertinya Bima juga sedikit tahu tentang kehidupan Ayka sebelum menikah dengan sahabatnya itu yang mana Ayka mempunyai satu orang sahabat yang sangat peduli padanya daripada dengan kedua orang tua Ayka sendiri.
Dengan berbekal otaknya yang cerdas, akhirnya Bima sudah sampai di apartemen Brian, laki-laki itu tidak langsung menuju ke apartemen Brian tetapi menanyakan dulu kepada satpam.
"Aduh sayang sekali, Mas Brian sudah beberapa hari ini tidak pulang ke apartemen, mungkin Mas Brian pulang ke rumahnya dan Anda juga bukan orang pertama kali yang menanykan tentang keberadaan Mas Brian, tapi baru saja ada seorang anak muda seumuran dengan Mas Brian juga menanyakan tentang Mas Brian."
__ADS_1
Jawaban Pak satpam itu membuat Bima mengeryitkan alisnya, siapa laki-laki yang juga menanyakan tentang keberadaan Brian saat ini namun hal itu tidak penting bagi Bima yang paling penting jika saat ini Brian tidak ada di apartemen, begitu juga pasti dengan Ayka dan mungkin saja apa yang dikatakan oleh Pak satpam itu ada benarnya kalau saja Brian pulang ke rumahnya dan bersama dengan Ayka.
Bima meninggalkan apartemen Brian, laki-laki itu langsung saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, ia tahu kemana mencari rumah Brian namun sejenak Bima meminggirkan motornya dan berpikir jika ia harus ke rumah Brian terlebih dahulu maka ia tidak akan punya kesempatan untuk menceritakan semuanya ini kepada Kaindra dan pernikahan itu tetap berlangsung karena jarak apartemen Brian dengan rumah Brian saat ini begitu jauh harus memakan waktu sekitar tiga puluh menit kalau tidak macet kalau macet bisa-bisa lebih dan itu akan sangat terlambat untuk Bima mengatakan semuanya.