
Setelah terjadi perdebatan panjang antara Kaindra dengan Sandra, akhirnya mau tidak mau Kaindra akan mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh Sandra bahwa beberapa hari lagi ia harus menikahi Sandra.
Bukan karena Kaindra mencintai Sandra atau bagaimana tetapi undangan sudah tersebar kemana-mana bahkan Sandra sengaja menyebar undangan pernikahannya dengan Kaindra itu ke relasi bisnis Pap Harjuno, yang membuat Papi Herjuno tidak bisa berbuat apa-apa selain meminta Kaindra untuk menikahi Sandra.
Kaindra awalnya tidak mau, namun semua demi keluarganya, demi perusahaan yang memang sudah sejak lama dipimpin oleh Papinya dan tidak mungkin perusahaan yang sudah bertahun-tahun dipegang oleh Papi dan juga dirinya itu akan menjadi hancur berantakan hanya karena ia yang tidak menghadiri pernikahannya sendiri meskipun itu hanya terpaksa tetapi Kaindra harus melakukan itu.
Namun Kaindra juga mengajukan syarat kepada Sandra dan kepada kedua orang tuanya jika ia tidak akan pernah menceraikan Ayka dan masih menempatkan Ayka di dalam hatinya posisi nomor satu yang tak akan pernah digantikan.
Sandra sendiri sedikit kecewa karena impiannya akan menjadi satu-satunya Nyonya di keluarga Harjuno itu sirna, karena Kaindra tidak mau menceraikan Ayka, tetapi setelah Sandra pikir pikir... daripada ia tidak menjadi istrinya Kaindra, lebih baik menerima itu dan akan merencanakan rencana selanjutnya untuk bisa benar-benar mengusir Ayka dari rumah ini dan juga benar-benar Ayka meminta cerai dari Kaindra.
Setelah Sandra pergi dari rumahnya, Kaindra langsung menuju ke atas tempat di mana Ayka saat ini berada dan tentu saja di dalam kamarnya.
Sudah sedari tadi Kaindra mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban dari istrinya yang mana pintu itu terkunci dari dalam yang membuat Kaindra harus pasrah, tidak bisa ngobrol banyak dengan istrinya itu dan menjelaskan semuanya yang terjadi.
__ADS_1
Hingga akhirnya, Kaindra memutuskan pergi dari depan pintu kamar Ayka dan saat ini laki-laki itu sudah menghubungi kedua sahabatnya untuk membicarakan tentang hal penting ini, hal yang belum pernah Kaindra ceritakan kepada Bima maupun Doni.
Ya di saat seperti inilah kedua sahabatnya itu mampu membuat Kaindra bisa sedikit bernafas dengan lega karena Kaindra akan menceritakan semuanya bisa jadi kedua sahabatnya itu nanti akan membantunya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi meskipun semuanya sudah terlambat tetapi setidaknya Kaindra bisa bernapas dengan lega jika memang ia tidak bersalah atau memang benar-benar melakukan itu kepada Sandra.
"Brengseekk!! Bugh...bugh..bugh!!"
Tiga buah pukulan mendarat di wajah taman Kaindra yang mana itu diberikan oleh Doni, di mana Doni sudah mendengar cerita penuh dari Kaindra, semuanya bahkan tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali oleh Kaindra dari awal Kaindra pergi ke apartemen Sandra hingga akhirnya Kaindra yang tiba-tiba bangun tanpa menggunakan sehelai pakaian pun dan terakhir tadi sebelum Kaindra ke sini, jika Sandra sudah mengatakan kepada orang tuanya bahkan sudah menyebarkan undangan itu kepada semuanya kecuali kepada kedua sahabat Kaindra yang memang Sandra sengaja tidak ingin memberikan undangan itu.
Ya seketika Doni emosi mendengar cerita dari Kaindra yang panjang dan lebar itu, setidaknya jika Kaindra itu memang berbuat salah dan ingin menikahi Sandra, Kaindra harus menceraikan Ayka terlebih dahulu tetapi nyatanya tidak, Kaindra masih terus mempertahankan pernikahannya dengan Ayka bahkan sama sekali kaindra tidak akan pernah berpisah dari Ayka, itu yang membuat Doni menjadi marah dan memukul Kaindra.
Begitu ku juga dengan Bima, andai saja Doni tidak memberikan pukulan ke wajah kaiyndra, Bima juga akan memberikannya namun ia bisa sedikit meredam emosinya karena tiga pukulan yang diberikan oleh Doni itu sudah cukup membuat wajah Kaindra bengkak dan juga lebam.
"Mau tidak mau, lo harus ceraikan Ayka. Apa lo nggak kasihan sama dia, melihat lo bersanding dengan perempuan lain, sementara dia masih berstatus sebagai istri lo? Dan gue yakin Ayka saat ini yang paling menderita, terlebih lagi dengan pengkhianatan yang sudah lo lakukan dengan Sandra, hingga membuat Sandra hamil. Astaga ... gue baru ingat ternyata kejadian beberapa waktu yang lalu yang katanya lo itu pergi dengan klien ternyata lo bersama dengan Sandra, gue dari awal sudah curiga kalau sebenarnya ada sesuatu tetapi kenapa gue tidak menyelidikinya dan membiarkan lo begitu saja, bahkan gue percaya dengan apa yang lo katakan.. padahal dari dulu Ayka sudah curiga sama lo, namun gue berpikir jika itu hanyalah sekedar kecurigaan saja karena gue lihat lo bener-bener mencintai Ayka namun sayang sekali...."
__ADS_1
Kedua sahabat Kaindra benar benar kecewa dan marah dengan perlakuan Kaindra saat ini hingga kega laki-laki tampan itu terdiam setelah memaki-maki Kaindra.
"Sampai kapanpun gue tidak akan pernah menceraikan Ayka meskipun dia meminta sekalipun atau menggugat cerai gue, yang jelas gue tidak akan melepaskan Ayka dan setelah anak Sandra lahir, gue akan menceraikan Sandra."
Sepertinya menceritakan kepada kedua sahabatnya itu tidak membuat kaindra semakin tenang malahan ia semakin terpuruk mendengar kata-kata yang keluar dari Bima maupun Doni, bagaimana tidak ... mereka berdua menyalahkan Kaindra bahkan saat ini yang menjadi titik pusatnya adalah Ayka, kasihan dengan Ayka yang nyata nyata nya Kaindra tidak mau menceraikannya tetapi Kaindra sendiri mau menikahi perempuan lain.
Hingga akhirnya Kaindra meninggalkan kedua sahabatnya itu meskipun keadaannya tidak seperti pada awal ia datang ke sini namun setidaknya ia akan pulang akan mengatakan semuanya kepada Ayka dan akan meminta Ayka untuk bersabar sebentar saja sembari menunggu anak yang dikandung Sandra itu lahir dan Kaindra akan menceraikan Sandra..
"Sepertinya, gue rasa ini ada permainan di belakang dan semuanya itu dalangnya adalah Sandra."
Ucap Doni kepada Bima yang mana ia tidak begitu yakin dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kaindra meskipun pada kenyataannya memang benar namun ia tahu betul siapa Sandra dan juga Kaindra itu.
Kaindra memang pernah mencintai Sandra, tapi itu dulu, bahkan saat Kaindra berpacaran dengan Sandra, Kaindra sendiri belum pernah sedikitpun untuk melakukan hal-hal yang sifatnya negatif, hanya ciuman saja dan itupun tidak sampai menjurus ke hal-hal yang lainnya, namun entah mengapa mendengar cerita dari Kaindra rasanya ada sedikit aneh dan juga kejanggalan yang membuat Doni berpikir jika semua ini adalah ulah dari Sandra.
__ADS_1