Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Kemarahan Romi


__ADS_3

Romi begitu shock saat melihat begitu banyak darah mengalir dari kepala Michelle.Ia yang notabene seorang dokter melihat hal seperti ini terjadi kepada gadis yang ia cintai membuat nya menjadi bodoh seketika.Ambulance pun telah datang untuk membawa Michelle ke rumah sakit.


Romi menggendong Michelle ke dalam ambulans,ia merebahkan tubuh Michelle di atas brangkar.Para tim medis melakukan pertolongan pertama kepada Michelle.Sementara Romi masih terdiam membisu,ia takut Michelle akan meninggalkan nya.


Pertama kali nya ia mencintai seorang gadis,ia tidak ingin merasakan patah hati untuk pertama kali nya.Sedari kecil Romi begitu menyayangi Michelle hingga rasa sayang itu berubah menjadi rasa Cinta.


Romi sangat ingat momen - momen manis bersama Michelle sewaktu kecil hingga dewasa.Momen - momen indah itu kini berputar di benak Romi.Ia tidak sanggup kehilangan Michelle, Michelle separuh nafas nya.


Untung nya jarak kafe dan Rumah sakit tidak terlalu jauh, sehingga beberapa menit kemudia mereka sudah sampai di rumah sakit.Sesampai nya di rumah sakit Michelle langsung di bawa ke ruang ICU.Kean begitu terkejut saat melihat pasien yang ia tangani adalah wanita yang pernah berniat mengganggu hubungan Kavin dan Kimmy.Namun ia melihat ke arah Romi yang terkulai lemas dengan tatapan kosong.


Setelah selesai menangani Michelle,Kean menghampiri Romi.


" Dr.Romi, begini Michelle harus menjalani operasi dan kami membutuhkan persetujuan mu." ucap Kean ragu.


Romi melihat ke arah Kean dan Rein yang nampak sungkan untuk meminta tanda tangan Romi.


"Mengapa raut wajah kalian seperti itu?" tanya Romi mulai curiga.


" Michelle sudah ke habisan banyak darah,ada beberapa organ tubuh nya yang rusak.Harapan hidup nya sangat tipis.Tapi kami akan berusaha untuk menyelamatkan nya dokter Romi." jawab Rein.


Deg!!


Ucapan Dokter Rein membuat hati Romi hancur berkeping-keping.Dunia nya seakan runtuh saat ini,harapan akan membina rumah tangga bersama Michelle entah akan terlaksana atau tidak.Ia takut kehilangan gadis yang ia cintai itu.Senyum manis Michelle kini terbayang oleh Romi.

__ADS_1


" Ya Allah,kenapa hanya sebentar aku merasakan bahagia bersama nya? cobaan apa lagi ini? selamat kan dia ku mohon." racau Romi di sela tangis nya.


Kean yang melihat Romi seperti itu ikut bersedih,ia dan Rein pun berjalan untuk mempersiapkan operasi setelah mendapatkan tanda tangan dari Romi.Ayah yang mendapatkan kabar dengan apa yang menimpa Michelle kini sudah sampai di rumah sakit.


Ia menghampiri Romi yang duduk lemah tak berdaya di depan ruang ICU.Para tim medis membawa Michelle masuk ke dalam ruang operasi.Ayah menghampiri Romi,ia merangkul putra angkat nya itu.


"Percaya lah nak, Allah akan menolong Michelle.Michelle gadis yang kuat Romi, kau harus ingat itu." bujuk sang ayah.


" Tapi ayah harapannya untuk hidup sangat lah tipis,aku tidak bisa hidup tanpa nya." tangis Romi semakin pecah.


Pertama kali nya sang ayah melihat Romi seperti ini,Romi tidak pernah menyerah bahkan menangis seperti ini.Ayah memeluk Romi seolah ia memberikan kekuatan kepada Romi.


Satu jam lebih operasi sudah berjalan,namun belum ada satu dokter pun yang keluar dari ruang operasi.Romi dan ayah menunggu dengan harap cemas sambil berdoa kepada sang Kuasa.Berharap keajaiban akan datang kepada nya.


" Kamu mau kemana nak?" tanya Ayah curiga.


" Ayah tolong jaga Michelle dulu,Romi ada keperluan mendesak." pamit Romi lalu pergi meninggalkan ayah nya di sana.


Romi berjalan cepat menuju tempat mobil nya terparkir.Ia memasuki mobil lalu melajukan mobil nya meninggalkan area rumah sakit.Ia seolah lupa akan kewajiban nya sebagai dokter di sana.


Romi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Sebastian.Romi menyesal membawa Michelle kepada om Dean.Ia berniat ingin memperkenalkan Michelle sebagai calon istri namun kini malah kecelakaan yang di dapatkan oleh Michelle.Bahkan kini gadis yang ia cintai itu sedang di ambang kematian.


Setengah jam berkendara Romi kini sudah sampai di kediaman keluarga Sebastian.Romi keluar dari mobil lalu menggebrak pintu mobil.Ia masuk ke dalam rumah tanpa permisi.

__ADS_1


" Om Dean !! Om Dean !! ".sahut Romi berteriak dengan mata penuh kemarahan.Dada nya terasa sesak ingin sekali ia menghabisi orang yang berusaha menyakiti Michelle.Namun apa daya orang itu adalah kerabat nya yang tak jauh pamannya sendiri.


Bibi Anne datang menghampiri Romi yang tidak seperti biasanya datang sambil berteriak seperti itu.Ia begitu terkejut saat melihat banyak noda darah menempel di pakaian Romi.Apalagi melihat raut wajah Romi yang penuh amarah.Ia sudah yakin sesuatu telah di lakukan oleh suaminya sehingga keponakan nya itu bisa se marah ini.


" Ada apa Romi?kenapa pakaian mu penuh dengan noda darah nak?" tanya bibi Anne selidik.


" Bibi bisa tanya sendiri pada tuan Sebastian ya g terhormat apa yang ia lakukan terhadap Michelle calon istri ku." ucap Romi menohok sambil menatap tajam ke arah om Dean yang baru saja datang menghampiri mereka.


" Kamu terlalu lama bergaul dengan rakyat jelata jadi kamu berbicara tidak sopan seperti ini Romi." tukas om Dean lalu duduk di sofa tanpa dosa.Wajah nya nampak datar seolah ia tidak melakukan dosa apapun.


" Aku menyesal telah menemukan keluarga ini,aku lebih bahagia bersama mereka daripada harus hidup dengan paman angkuh dan arogan seperti om." sentak Romi marah.


" Kau tau Romi,kau pewaris utama keluarga Sebastian.Kau pun yang harus menikah dengan wanita pilihan kami bukan menikah dengan gadis rendahan seperti nya." balas om Dean sinis.


" Aku tidak menginginkan harta kalian,aku lebih baik miskin dari pada harus menikah dengan wanita yang tidak aku cintai." ucap Romi tegas.


" Dan ingat om,sekali lagi om mengusik kehidupan kami ku pastikan aku tidak ingin mengenal om lagi . Hubungan kita berakhir saat itu juga ." sambung nya lagi lalu pergi menuju pintu keluar.


" Romi ..jangan Romi .." teriak bibi Anne menangis histeris.Baru saja ia merasakan bahagia ia harus kembali ditinggalkan oleh keponakan tercinta nya .


Bibi Anne menatap tajam ke arah suaminya saat Romi pergi meninggalkan kediaman Sebastian.


" Papa keterlaluan,kalau sampai Romi memutuskan hubungan dengan kita aku tidak akan memaafkan papa." ucap bibi Anne lalu masuk ke dalam kamar nya meninggalkan om Dean sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote gaess..


__ADS_2