Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Ayka Tau Semuanya


__ADS_3

"Aku tanya sekali lagi sama kamu, yakin mau tinggalin Jakarta?"


Ya saat ini Brian dan Ayka sudah berada di bandara di mana sebentar lagi pesawat pribadi Brian akan membawa mereka untuk meninggalkan Jakarta dan tentu saja Brian tau dengan apa yang akan terjadi di sana dengan Ayka.


Brian tahu jika sejatinya Ayka masih sangat mencintai kaindra dan juga Brian tahu jika ingin meninggalkan Indonesia itu karena ia kecewa dengan Kaindra dan Ayka ingin melupakan semuanya yang terjadi dan pastinya nanti setelah hatinya tenang dan juga yakin jika Ayka akan kembali lagi ke Indonesia dan entah seperti apa nanti perjalanan kehidupan Ayka dan Brian sendiri tidak bisa menebaknya.


"Harus aku katakan berapa kali kalau aku yakin untuk meninggalkan Jakarta, kamu tahu sendiri kan betapa sakit hatiku jika terus-terusan berada di sini. Maaf jika harus meninggalkan kamu tetapi kepergianku itu bukan selamanya. Aku hanya meminta waktu sebentar saja tapi jangan kamu tanya sebentar itu sampai kapan, aku pun juga tidak tahu."


Ya Ayka yakin se yakin yakinnya karena tidak ada cara lain lagi selain pergi dari Jakarta dan meninggalkan semuanya kenangan buruk yang sudah pernah Ayka lalui meskipun begitu sebenarnya Ayka masih berharap kalau dirinya akan bertemu dengan Kaindra, mungkin bukan saat ini tetapi suatu saat nanti terlebih lagi jika suasana hatinya sudah membaik dan Ayka juga ingin meminta acara dari Kaindra secara baik-baik supaya suaminya itu mau mengabulkan permintaannya.


"Oke kalau begitu, aku percaya sama kamu."


Brian mengikuti apa yang diinginkan oleh Ayka, kemudian menggandeng tangan sahabatnya itu untuk menuju ke tempat di mana di sana sudah ditunggu oleh orang-orang kepercayaan Brian.


"Ayka tunggu!!"


Baru saja mereka berdua akan melangkahkan kakinya ke sebuah tempat tetapi suara teriakan dari Sandi membuat keduanya menghentikan langkah kakinya.


Baik Ayka maupun Brian menoleh ke arah belakang dan melihat Sandi yang saat ini berlari untuk menghampiri mereka.


"Ayka tunggu!! ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."


Ayka tersenyum kemudian menatap ke arah Sandi dan berpikir apa yang ingin dibicarakan oleh laki-laki itu hingga berlarian untuk menyusunnya kemarin dan dari mana Sandi tau jika saat ini ia berada di sini.

__ADS_1


"Apa yang mau kamu bicarakan saat semuanya sudah jelas bahkan tanpa aku jelaskan pada kamu, kamu sudah tahu terlebih lagi Sandra adalah sepupu kamu, pastinya kamu tahu betul bagaimana sifat dari saudara sepupu kamu dan pastinya juga kamu sudah mendengar cerita yang selengkapnya jika pagi ini saudara sepupu kamu akan menikah dengan Kaindra."


Ya Ayka sudah mengetahui jika Sandra adalah saudara sepupunya Sandi, ia juga baru mengetahui beberapa hari ini yang mana Ayka sedikit kecewa dengan Sandi karena telah menyembuhkan identitas tentang Sandra padahal dulunya Ayka sudah bertanya kepada Sandi apakah ia juga tahu semua tentang Sandra tetapi sayang sekali Sandi juga tidak tahu tapi tidak mau mengucapkannya.


"Ya aku memang sudah tahu semuanya oleh karena itu aku menyusul kamu kemari ada sesuatu yang penting harus aku bicarakan sama kamu dan please dengarkan aku dulu supaya kamu tidak menyesal nantinya."


Brian menatap ke arah Sandi, sepertinya laki-laki itu benar-benar ingin mengatakan sesuatu dari cara bicaranya saja dan juga tatapan matanya ke Ayka, Brian yakin jika Sandi akan memberitakan informasi yang sangat penting.


"Kalau soal Kaindra dan juga Sandra, maaf San .. Aku tidak mau mendengarkannya lagi, hatiku sudah sakit dengan kedua orang itu dan sebaiknya kamu pulang, kamu juga harus menyaksikan pernikahan Sandra dengan Kaindra, bukan berada di sini."


Tentu saja yang mana menurut pemikiran Ayka, Sandi ingin berbicara mengenai Kaindra dan juga Sandra, bukan masalah yang sebenarnya terjadi tapi mungkin tentang pernikahan keduanya yang dilangsungkan hari ini.


"Ayo Bi, sepertinya kita sudah ditunggu dan memang tidak ada lagi yang harus aku bicarakan sama Sandi."


"Please, kali ini saja dengerin aku .. oke kita tidak usah bicara di tempat yang lainnya cukup di sini dan setelah kamu mendengarkan apa yang akan aku katakan nantinya, terserah semuanya pada kamu, kamu pergi dari sini .. aku tidak masalah yang penting aku sudah mengatakan kebenarannya."


"Kebenarannya? Maksud kamu apa?"


Ayka mengerjapkan alisnya sementara Brian yang tertarik dengan apa yang akan dikatakan oleh Sandi, sehingga ia menanyakan lagi ucapan yang baru saja diucapkan oleh Sandi itu.


"Ya kebenaran tentang Sandra dan Kaindra, kalau mereka sebenarnya tidak melakukan hubungan apa-apa, itu semua adalah settingan dari Sandra."


Ayka menggeleng, Meskipun Sandi adalah laki-laki yang baik dan terlihat dari pancaran matanya jika Sandi berkata jujur dan tidak sedang membohongi dirinya atau membuat dirinya tidak meninggalkan Indonesia.

__ADS_1


"Kamu mungkin tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan, tetapi kamu bisa melihat semuanya ini."


Sandi menyerahkan ponselnya kepada Ayka dengan harapan Ayka akan membukanya dan melihat dengan jelas video yang sudah Sandi dapatkan.


Jangan ditanya lagi dari mana Sandi mendapatkan itu yang jelas laki-laki itu juga sama pintarnya dengan Bima dan mencari informasi sedetail-detailnya mengenai Kakak sepupunya, terlebih lagi yang tinggal di apartemen itu adalah saudaranya Sandi sendiri Jadi ia lebih mudah untuk mendapatkan apa yang diinginkan.


Ayka mengambil ponselnya Sandi, kemudian membuka sebuah video yang sudah ada di depannya. Perempuan cantik itu memutar kemudian melihat secara langsung dan detail lalu Ayka menuntut mulutnya rasanya ia tidak percaya dengan drama yang sudah dibuat oleh Sandra.


Begitu juga dengan Brian, laki-laki itu juga ikut menyaksikan bagaimana kejadian demi kejadian yang terjadi satu bulan yang lalu di mana memang Kaindra berada di apartemen Sandra, tetapi tidak terjadi apa-apa di sana bahkan apa yang dituduhkan oleh Sandra itu tidak benar jika Kaindra sudah melakukan sesuatu kepada Sandra buktinya tidak terjadi apa-apa malam itu semuanya hanya settingan belaka.


"Jadi Kaindra dan Sandra tidak melakukan apapun malam itu?"


Tanya Ayka sembari mengembalikan ponsel milik Brian, ia juga masih tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya meskipun semuanya adalah nyata


"Iya suami kamu dan kak Sandra tidak melakukan apapun juga, semuanya hanya akal-akalan dari kak Sandra saja bahkan kak Sandra juga sudah mengedit video itu sedemikian hingga supaya terlihat Bang Indra benar melakukannya."


Entahlah bagaimana perasaan Ayka saat ini antara senang tetapi juga tidak tahu, Ayka sendiri bingung.


"Dan kamu harus percaya itu semua, kalau yang di dalam ponselku itu adalah kebenarannya tetapi yang kemarin diberikan oleh Sandra itu adalah palsu dan hanya akal-akalan dari Sandra saja."


"Lalu bagaimana dengan kehamilan Sandra apakah itu semuanya juga palsu?"


"Iya Sandra tidak hamil semuanya itu hanya akal-akalan Sandra saja, dia yang sudah menemui dokter di salah satu rumah sakit dan kebetulan sekali dokter itu adalah teman dari Sandra sendiri, aku pun mengenalnya."

__ADS_1


__ADS_2