
Beberapa bulan kemudian...
Hoek...Hoek..
Pagi-pagi sekali Ayka sudah mengeluarkan apa saja yang ada di dalam perutnya, entahlah apa yang dirasakan oleh perempuan cantik itu yang mana kepalanya pusing dan perutnya juga mual dan tidak kuat untuk menopang tubuhnya.
Pagi-pagi ini i sudah bolak-balik ke dalam kamar mandi, bisa dihitung jika Ayka sudah ada 5 kali ia memuntahkan cairan bening yang membuat tubuhnya lemas seketika.
Sayang sekali Kaindra tidak berada di sini, Kaindra yang dari kemarin sedang meninjau proyek
di luar kota, tidak tahu menau tentang keadaan istrinya.
Ya, setelah berdamai dengan keadaan beberapa bulan yang lalu, Ayka akhirnya bisa hidup berbahagia dengan Kaindra, tidak ada lagi kerikil-kerikil kecil maupun tajam yang menghantui rumah tangganya, mereka sangat bahagia setelah masalah besar menimpanya.
Dan tanpa sepengetahuan oleh Ayka, Kaindra sudah membuka alat kontrasepsi milik istrinya ... entahlah bagaimana caranya laki-laki itu membawa Ayka ke rumah sakit yang pastinya itu semua tidak diketahui oleh Ayka, bahkan memang sengaja kaindra tidak memberitahukan kepada Ayka karena Ayka masih kekeh untuk tidak mau hamil, bukannya apa-apa tetapi karena statusnya yang masih sebagai seorang pelajar meskipun Ayka tahu sekolahan itu adalah milik Kaindra.
"Astaga aku kenapa dan mengapa tubuhku lemas sekali, mana Bang Kai juga tidak berada di sini."
Ayka sendiri tidak paham dengan apa yang terjadi pada tubuhnya hingga ia bisa bolak-balik ke dalam kamar mandi dan memuntahkan cairan beningnya hingga membuat tubuhnya lemas dan tidak berdaya.
Hingga akhirnya perempuan cantik itu yang tidak kuat menahan pusing di kepalanya tiba-tiba tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi dan tentu saja tidak diketahui oleh kedua mertuanya.
"Loh Mi, Ayka mana? kenapa dia belum turun? bukannya Ayka harus berangkat ke sekolah?"
Papi Harjuno bertanya kepada Mami Reni yang nyatanya kenapa menantunya itu belum juga turun ke bawah untuk sarapan karena ini bukan hari libur dan tidak biasa-biasanya Ayka terlambat bangun meskipun tidak ada Kaindra di sampingnya.
"Bentar Pi, Mami lihat dulu jangan-jangan semalam dia teleponnya dengan Kaindra hingga telat bangunnya."
Kedua mertua Ayka tidak berpikiran buruk sama sekali kepada Ayka beliau malah berpikir jika Ayka susah tidur karena ditelepon oleh Kaindra yang berada di luar kota, tidak ada yang salah karena mereka berdua sama-sama saling mencintai dan tidak berada di tempat yang sama.
Tok...tok..
"Nak ini Mami, kamu masih tidur? Sekolah nak nanti kamu terlambat."
Mami Reni mengetuk pintu kamar Ayka a tetapi setelah ditunggu-tunggu tidak ada sambutan dari dalam kamar hingga membuat perempuan itu sedikit khawatir
Mami Reni memegang handel pintu kamar, kemudian beliau membuka pelan-pelan pintu kamar Ayka yang nyatanya memang tidak terkunci, siapa tahu memang Ayka belum bangun.
"Tidak ada, ke mana Ayka?"
Tambah rasa khawatirnya setelah Mami Reni masuk ke dalam kamar ternyata ia tidak menemukan menantunya di atas ranjang lalu pandangan Mami Remi menuju ke kiri di mana pintu kamar mandi terbuka dan Mami Reni begitu sok ketika melihat Ayka yang sudah berada di bawah dengan posisi tidak sadarkan diri.
"Astagfirullah Ayka?"
Sontak saja Mami Reni langsung berteriak, ia kaget sekaligus khawatir melihat keadaan Ayka seperti ini.
Hingga membuat Papi Harjuno yang ada di bawah langsung saja menuju ke atas setelah ia mendengar teriakan dari istrinya, bukan hanya Papi Harjuno saja tetapi semua yang ada di dalam rumah itu langsung mengarahkan pandangannya menuju ke kamar Ayka dan mereka bergegas menuju ke lantai atas.
"Ada apa dengan Ayka?"
"Cepat panggil Pak satpam dan Pak sopir Pi, Mami takut terjadi sesuatu dengan Ayka."
Tidak perlu dipanggil toh semuanya sudah berada di depan kamar Ayka dan langsung saja membantu Papi Harjuno untuk membawa tubuh Ayka segera ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Mami Reni terus menghubungi Kaindra bahkan perempuan itu tidak peduli jika Kaindra masih ada proyek di luar kota, tidak masalah dengan pekerjaan yang terbengkalai ataupun kerugian yang nanti akan dialami oleh perusahaan putranya itu tetapi yang saat ini yang lebih penting adalah Ayka, kesehatan Ayka dan tentu saja saat-saat seperti ini Ayka pasti membutuhkan Kaindra berada di sampingnya.
Terapi sayang sekali berulang kali Mami Reni menghubungi ponsel Kaindra, yang nyatanya putranya itu tidak mengangkat bahkan Mami Reni juga sudah menghubungi ponsel Bima tetapi juga sama saja hingga akhirnya Mami Reni memasukkan ponselnya itu ke dalam tas dan saat ini fokus untuk Ayka.
__ADS_1
Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Pak sopir itu sudah sampai di rumah sakit, Mama Reni bergegas untuk memanggil suster dan juga dokter yang ada di sana supaya mereka cepat menangani Ayka
"Mami tenang saja pasti menantu kita akan baik-baik, duduk sini dulu Mi."
Ucap Papi Harjono dengan menenangkan istrinya, beliau tahu jika saat ini Mami Reni sedang khawatir, terlebih lagi kedua orang tua Ayka tidak berada di Indonesia dan juga Kaindra yang berada di luar kota, untung saja masih ada Mami Reni dan juga Papi Juno yang memang tidak ada agenda ke mana-mana hari ini.
"Bagaimana Mami tidak khawatir, dan pasti nya ..lebih lagi Kaindra juga tidak bisa dihubungi."
Tidak mengatakan apa-apa lagi kemudian laki-laki itu mengambil ponselnya lalu menghubungi salah satu staf yang berada di luar kota karena Papi Harjuno tahu jika sudah berada di sana dan menangani proyek pastinya, baik Kaindra maupun Bima tidak mendengar jika ada panggilan masuk.
"Mami tenang saja Papi sudah mengirimkan pesan kepada salah satu staf yang ada di sana dan meminta Kaindra untuk segera pulang ke Jakarta."
Mami Rani mengangguk meskipun ia masih khawatir dengan kondisi Ayka yang mana Dokter belum keluar dari UGD dan belum tahu mengapa menantunya itu tiba-tiba pingsan
"Bagaimana dengan menantu saya, Dok?"
Setelah beberapa menit Mami Reni dan juga Papi Juno menunggu akhirnya dokter yang menangani Ayka keluar juga dan Mami Reni yang memang sangat cemas segera mendekati dokter itu.
"Tidak ada yang perlu dicemaskan dari menantu Anda nyonya, memang kondisi menantu Anda saat ini tidak baik-baik saja tetapi itu bukan berita yang buruk karena saat ini menantu anda sedang mengandung dan pastinya karena ini adalah kehamilan yang pertama kalinya dan juga menantu Anda yang masih sangat muda itu membuat kondisinya lemas tetapi anda tidak perlu khawatir saya akan meresepkan vitamin untuk membuat kondisi menantu anda akan baik-baik saja begitu juga dengan calon cucu anda."
"Apa?"
Mami Reni seketika kaget yang tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh dokter barusan yang mana sedang maumereni aika masih menggunakan alat kontrasepsi dan belum sama sekali dilepas namun Mami Reni juga bahagia jika menantunya saat ini telah mengandung keturunan dari Harjuno.
"Iya benar nyonya , menantu Anda saat ini sedang hamil dan untuk memeriksakan keadaan calon cucu Anda sebaiknya kita lakukan USG saja."
Mami Reni langsung saja menganggukkan kepalanya ia bahkan lupa dengan Kaindra karena mendapatkan berita yang paling membahagiakan dari dalam hidupnya dan ketika keluar dari UGD, Mami Reni dengan cepat menghampiri menantunya itu lalu menggenggam tangan Ayka dan mencium kening Ayka.
"Mami kenapa menangis, aku sakit apa? jangan-jangan penyakitku parah ya Mi?"
Ayka yang sudah sadar dan melihat mertuanya itu menangis ia merasa khawatir dan merasa sepertinya ada sesuatu di dalam tubuhnya hingga membuat mertuanya yang baik hati itu meneteskan air matanya.
"Ha? Maksud Mami bagaimana?"
Jelas saja Ayka kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Mami Reni, pasalnya ia sendiri masih menggunakan alat kontrasepsi tetapi mengapa bisa hamil dan setahu Ayka alat kontrasepsi yang digunakannya itu 99% akurat dan tidak mungkin kebobolan.
"Iya sayank, Kamu hamil."
Hamil bagaimana mungkin aku bisa hamil yang nyatanya aku masih menggunakan alat kontrasepsi atau jangan-jangan??
Ayka mengingat-ngingat tentang kejadian 1 bulan yang lalu di mana ia tiba-tiba seharian penuh tertidur dari pagi hingga malam hari dan Ayka juga sendiri tidak tahu apa yang terjadi dan ia juga bingung mengapa bisa tidur seharian penuh.
Apa jangan-jangan Bang Kai yang sudah melakukan ini semua? astaga benar-benar nakal suamiku!!
Meskipun ada rasa kaget dan tidak percaya mendengar kalau dirinya hamil dan juga ia yang ketakutan karena kondisinya saat ini dan statusnya masih pelajar, tetapi Ayka mengembangkan senyumannya karena berita kehamilannya ternyata sangat dinanti-nanti oleh kedua mertuanya itu yang nampak jelas saat ini terlihat wajah dari Mami Reni dan juga Papi Juno yang begitu bahagia, dan itu yang membuat Ayka lagi dan lagi bersyukur dengan atas apa yang sudah terjadi dan meskipun ia jengkel dengan suaminya tetapi dengan tindakan Kaindra yang mencabut alat kontrasepsi itu membuat Ayka bersyukur karena bisa membahagiakan kedua mertua nya.
Beberapa jam kemudian..
Kaindra sudah sampai di Rumah Sakit, dan memang benar.. setelah ia mendapatkan pesan dari staf yang ada di sana, Kaindra langsung saja bergegas pulang ke Jakarta, dan meminta Bima untuk menyiapkan pesawat pribadi nya, yang mana Kaindra ingin segera sampai di Jakarta.
Dan Kaindra juga tidak menghubungi kedua orang tuanya, karena saking paniknya mendapatkan kabar kalau Ayka masuk Rumah Sakit.
"Sayank, hei ...kenapa? Maaf aku gak ada di sisi kamu.."
Dengan cepat Kaindra memeluk tubuh Ayka, kemudian mencium seluruh wajah Ayka, bahkan ia sama sekali tidak perduli dengan orang tua nya yang masih ada di sana.
"Jangan kenceng kenceng peluk nya Ndra, kasihan calon cucu Papi."
__ADS_1
Ujar Papi Juno yang khawatir dengan calon pewaris nya manakala Kaindra masih memeluk tubuh Ayka dengan sangat erat.
Deg...
"Apa Pi?calon cucu? Maksud nya?"
"Ayka hamil dan Papi akan menjadi seorang Kakek...."
"Alhamdulillah, benar sayank?" Ayka menganggukkan kepalanya, tanda memang benar.
"Dan Bang Kai jahat, kenapa gak bilang kalau mau lepas alatnya, aku kan kaget dan juga..."
Cup
"Tidak usah dipikirkan, kamu mulai besok homeschooling saja...aku tidak mau terjadi apa apa dengan kamu dan calon anak ku."
Seketika Ayka mengangguk, karena memang kondisinya yang masih lemas, terlebih lagi tadi setelah diperiksa, ada dua benih yang ada di dalam rahim Ayka, dan itu tandanya Ayka hamil anak kembar.
"Bukan anak Bang, tapi anak anak Bang Kai..."
"Anak anak?"
Kaindra lagi lagi dibuat bingung dengan ucapan Ayka barusan.
"Iya, di sini ada dua..." jawab Ayka sembari memegang perutnya...
"Dua? Alhamdulillah..anak aku kembar .."
Betapa bahagianya Kaindra mendengar kalau istrinya hamil, terlebih lagi ia bakal menjadi Ayah dari calon anak anaknya yang kembar.
"Iya, tadi hasil USG begitu..."
"Aku akan menghubungi Dokter dan meminta untuk Usg lagi..."
Ucapan dari Kaindra membuat Ayka bingung, apa suaminya tidak percaya dengan apa yang diucapkan nya barusan?
"Bang Kai tidak percaya?"
"Bukan tidak percaya, tapi mereka curang....aku Ayahnya tapi kenapa lihat calon anak anakku tidak menunggu aku..."
"Astaga.."
Ayka langsung saja menepuk keningnya, rupanya Kaindra ingin melihat langsung bagaimana dua calon anak anaknya itu sudah tumbuh di rahim Ayka...
Kaindra bergegas mengambil kursi roda, bahkan ia juga sudah menghubungi Dokter perempuan yang menangani Ayka, untuk melakukan USG lagi...
Sepanjang perjalanan menuju ruangan Dokter kandungan, Kaindra mengembangkan senyumnya... kebahagiaan nya tidak bisa diungkapkan dengan kata kata...bahkan setelah Ayka keluar dari Rumah Sakit, Kaindra akan mengadakan syukuran atas kehamilan istrinya.
"Ayka...I Love u..."
Terimakasih atas semua yang telah kamu berikan padaku, cinta tulus kamu padaku..dan terimakasih karena kamu telah mengandung anak anak aku. Aku janji akan membuat kamu bahagia, dan juga anak anak kita.
Bukannya membuka pintu ruangan Dokter, Kaindra malahan berjongkok di depan Ayka dan mengucapkan kata kata romantis tetapi membuat Ayka berkaca kaca mendengar ketulusan dari suami nya itu.
"Aku juga Bang, terimakasih karena Bang Kai mau menerima aku apa adanya, dan mau membimbing aku hingga aku bisa menjadi dewasa..."
"Love u too..."
__ADS_1
TAMAT
Hai gaess.... terimakasih telah membaca cerita receh ini... nanti kan cerita aku selanjutnya ya.... terimakasih banyak....