
Ayka pulang ke kediaman Harjuno tentunya ia diantar oleh Brian dan setelah Ayka masuk ke dalam rumah, Brian langsung saja pergi meninggalkan rumah mewah itu.
Untuk saat ini Ayka tidak menaruh curiga sedikitpun kepada suaminya toh nyatanya memang pekerjaan kain terus seperti itu kalau sudah bertemu dengan klien terlebih lagi mengurus tentang proyek besar maka suaminya akan melupakan segalanya bahkan bukan hanya melupakan dirinya tetapi lupa makan dan lupa waktu.
Ayka langsung saja menuju ke atasnya dan kebetulan sekali tidak ada orang di rumah itu hanya asisten rumah tangga yang sedang berjibaku dengan pekerjaannya masing-masing.
Lelah, itu yang dirasakan oleh Ayka. Perempuan itu langsung saja menuju ke kamar mandi lalu berniat untuk istirahat tanpa menunggu suaminya karena ia tahu pasti Kaindra pulangnya masih nanti.
Beberapa jam kemudian.
"Jam berapa ini?"
Ayka yang kaget tiba-tiba terbangun ia melihat ke sampingnya dan ternyata tidak ada kain tradisional berarti suaminya belum pulang kemudian ia mengambil ponselnya berniat untuk melihat jam dan juga menghubungi suaminya.
"Astaga sudah jam tujuh tetapi mengapa Bang Kai belum pulang dan tidak mengabariku, ponselnya juga mati."
Ayka yang masih berada di atas ranjang langsung menghubungi suaminya tetapi sama sekali tidak ada pergerakan dari ponsel itu, sama seperti tadi siang waktu ia menghubungi Kaindra, mati hanya ada suara operator yang menjawabnya.
Semakin cemas saja dan merasa khawatir Ayka padahal tadi setelah pulang sekolah ia merasa tidak apa-apa merasa biasa dengan apa yang dilakukan oleh suaminya ketika bertemu dengan klien namun saat ini jam menunjukkan pukul tujuh malam lebih dan sebentar lagi pukul delapan tetapi mengapa Kaindra belum pulang juga dan tidak memberikan kabar kepada dirinya.
Ayka mencoba untuk berpikir positif tetapi sama sekali ia malah semakin khawatir dengan Kaindra bagaimana keadaan suaminya di luar sana.
Kembali lagi Ayka juga mencoba untuk menghubungi Bima tetapi jawaban Bima juga sama kalau ia masih berada di luar kota dan tidak mungkin kembali malam ini.
Ayka yang lapar langsung saja turun dari atas ranjang membasuh mukanya sebentar kemudian keluar dari kamar ia tahu ia sudah melewatkan makan malamnya bersama dengan keluarga Harjuno tetapi tidak masalah karena ia bisa memanaskan sendiri masakan untuk makan malam.
__ADS_1
Ayka makan dalam keadaan tidak tenang tetapi ia tidak pungkiri kalau perutnya sangat lapar dan tidak mungkin untuk menunggu kalender yang entah sampai kapan suaminya itu akan pulang.
Hingga beberapa menit kemudian, Ayka sudah selesai makan ia tidak langsung menuju ke atas tetapi bersantai dulu di bawah meskipun tidak ada orang karena kedua mertuanya sedang ada acara tetapi tidak masalah Ayka sudah terbiasa sendiri dan ditemani dengan televisi yang entah apa yang dilihat oleh Ayka saat ini.
Mata Ayka sudah lelah, perempuan cantik itu tidak sadar kalau malam ini dirinya tertidur di sofa di depan ruang keluarga dan pastinya tidak ada yang melihat Ayka tertidur di sana karena kedua mertuanya pulang larut malam dan juga tidak melihat ke arah Ayka.
Pagi harinya...
"Euh...."
Kaindra yang sudah terbangun dan membuka matanya ia melihat ke sekeliling tempat itu tetapi Kaindra merasa aneh berada di mana ia sekarang.
Kaindra juga melihat ke samping yang ternyata ada seorang perempuan tetapi perempuan itu bukan istrinya yang membuat dirinya tiba-tiba kaget langsung terbangun dan melihat kondisi saatnya saat ini.
"Astaga apa yang terjadi?"
"Sandra, apa yang kamu lakukan?"
Tentu Kaindra yang kaget, ia langsung saja berteriak dan membangunkan Sandra sepertinya Kaindra tidak mengingat apapun juga, yang ia ingat adalah sebelum kejadian ini kaindra pamit untuk pulang tetapi mengapa saat itu tiba-tiba matanya mengantuk dan setelah itu Kaindra tidak mengingat apapun juga.
Sandra yang baru bangun melihat ke arah Kaindra, ia pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dan semua yang terjadi itu karena ulah dari Kaindra.
"Apa yang kamu lakukan Ndra? mengapa kamu lakukan itu kepadaku?"
Tentu saja Sandra berpura-pura kaget ia juga berpura-pura menangis melihat keadaan dirinya saat ini yang tanpa menggunakan pakaian apapun dan melihat ke arah Kaindra.
__ADS_1
"Aku yang bertanya kepada kamu tetapi kenapa kamu yang malah bertanya itu padaku?"
"Kamu jahat Ndra!! apa kamu lupa semalam sebelum kamu pulang kamu menghampiri aku, kamu menciumku dan kamu memaksa aku untuk melakukan itu, aku sudah berteriak aku sudah menangis dan berusaha untuk keluar dan lepas dari cengkeraman tanganmu tetapi apa, kamu tidak memperdulikannya dan kamu langsung menyerangku hingga...."
Hiks....hiks...
Sandra tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi perempuan itu langsung saja menangis sembari menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya, sungguh akting yang sangat luar biasa diperankan oleh Sandra saat ini. Ia yang baru bangun langsung saja bisa mengeluarkan air matanya dan berakting sebagaimana telah terjadi sesuatu dengan Kaindra.
"Tidak tidak mungkin, aku tidak mungkin melakukan itu kepada kamu."
"Kamu jangan mengelaknya Ndra, bagaimana tidak? kamu lihat sendiri kita berada di atas ranjang yang sama, aku tidak berpakaian kamu pun juga dan aku masih mengingat bagaimana ganasnya kamu memperkosaku semalam."
Kaindra terdiam, menyesal tentu saja mengapa ia datang ke apartemen ini hingga terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, terlebih lagi ia memikirkan tentang Ayka bagaimana kalau istrinya nanti sampai tahu apa yang dilakukannya.
Kaindra terpercaya jika ia semalam telah melakukan sesuatu kepada Sandra, meskipun ia tidak mempunyai bukti waktu itu tetapi yang dirasakannya setelah minum sesuatu, ia merasa tidak bisa mengingat lagi.
"Kamu jahat Ndra, kamu jahat! Oke aku pernah mengkhianati mu, tetapi kenapa kamu lakukan seperti ini bukankah kamu sudah mempunyai istri lalu bagaimana dengan aku, bagaimana nanti kalau aku hamil?"
Deg
Kaindra semakin terdiam ia tidak bisa memutuskan apapun juga, karena ia masih sok dengan keadaannya saat ini yang bersama dengan Sandra tidak dengan istrinya.
"Ayka, oh tidak bagaimana dengan Ayka?"
Kaindra yang tersadar langsung saja meninggalkan Sandra yang masih berada di atas ranjang, laki-laki itu kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan bergegas untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi Kaindra mengumpat kesal tentang apa yang sudah dilakukannya kepada Sandra dan memikirkan tentang Ayka bagaimana kalau istrinya tahu, bisa-bisa Ayka akan meninggalkannya padahal Kaindra tidak mengingat apapun juga tentang semalam dan Kaindra masih sangat mencintai istrinya itu.