
Ayak hanya memperhatikan langkah kaki Kaindra yang saat ini suaminya menuju kamar mandi tentu saja perasaan nya tidak tenang terlebih lagi ketika Ayka mencium parfum perempuan di pakaian Kaindra yang pastinya Ayka sudah paham jika itu bukan miliknya.
Masih dengan perasaan yang entah, Ayka menutup pintu balkon kemudian ia melangkahkan kakinya untuk menuju ke ranjang dan tentu saja bukan untuk tidur tapi Ayka hanya ingin merabakan tubuhnya saja di sana.
Ayka sendiri bingung, ia akan memulai penyelidikannya itu dari mana sementara Ayka belum berpengalaman soal ini yang pastinya ini adalah pertama kali Ayka jatuh cinta dan jika memang benar Kaindra menghianatinya maka ini adalah pertama kali ia dikhianati oleh seorang laki-laki.
Ayka memejamkan matanya sebentar ia berpikir tentang apa yang akan ia jalani nantinya dan pastinya ia tidak bisa kalau melakukan rencana itu dengan sendirinya pastinya Ayka harus meminta bantuan kepada Brian, yah sahabatnya sejak kecil dan pastinya Brian paham dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Ceklek
__ADS_1
Kaindra keluar dari kamar mandi, tentu saja bertepatan dengan Ayka yang membuka matanya kemudian matanya mengikuti ke mana Kaindra berada saat ini yang ternyata suaminya juga ikut merebahkan tubuhnya di samping Ayka.
Ayka mencoba tidak perduli dengan keberadaan suaminya yang saat ini sudah berada di sampingnya bahkan ia pura-pura saja tidak tahu jika Kaindra mendekati dirinya.
Greep
Ayka kaget, tentu saja ketika tangan Kaindra memeluk tubuhnya dan bisa dipastikan akan merasakan nyaman jika berada di posisi saat ini terlebih lagi kini tubuh Kaindra sudah berdekatan dengan tubuh Ayka yang membuat Ayka merasa semakin nyaman saja dan tidak ingin kehilangan suaminya.
Kaindra pasti paham dengan gerak-gerik istrinya meskipun ia baru beberapa bulan menikah dengan Ayka tetapi Kaindra sudah paham bagaimana ekspresi wajah Ayka jika sedang marah ataupun bahagia dan jelas kalau saat ini Ayka marah atau malahan Ayka kecewa padanya.
__ADS_1
Kalau memang Ayka marah dan kecewa padanya itu wajar saja karena Kaindra benar-benar keterlaluan meskipun ia tadi siang tidak bermaksud untuk bersama dengan Sandra karena memang Kaindra ingin meluruskan semuanya dan ingin meminta Sandra untuk tidak membocorkan apa yang sudah terjadi tetapi kesalahan Kaindra itu tidak menghubungi Ayka bahkan ia sengaja mengabaikan telepon dan juga pesan yang dikirim oleh Ayka.
Mungkin ini belum seberapa, bagaimana nanti jika Ayka tahu tentang kejadian malam itu yang pastinya tanpa berpikir lama Ayka akan meninggalkan dirinya.
"Untuk apa aku marah karena Bang Kai tidak bersalah."
Ya meskipun ia sedikit kecewa dengan suaminya tetapi Ayka tidak pernah marah, terlebih lagi ia juga tidak bisa membuktikan apakah memang benar suaminya itu benar-benar berbohong atau tidak yang mana itu perlu pembuktian secara khusus supaya Ayka juga tidak salah menuduh suaminya.
"Jangan berbohong, Aku tahu kalau kamu marah padaku, maafkan Aku."
__ADS_1
Ayka membalikkan tubuhnya yang saat ini kedua matanya bertemu dengan kedua mata Kaindra, Ayka mencoba untuk mengusik semua yang ada dalam diri Kaindra mencoba untuk memahami apakah suaminya itu benar-benar berbohong atau tidak.
Tidak ada tanda tanda kebohongan di mana Kaindra, tetapi mengapa Ayka sama sekali masih merasa penasaran, dan masih merasa bagaimana.. seperti nya ad sesuatu yang ganjil di dalam diri Kaindra.