Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Memilih Untuk Mengalah


__ADS_3

"Tuh kan apa yang aku bilang benar, belum lagi ada hitungan ke 10 tetapi Kaindra sudah menghampiriku, memelukku lagi."


Bisik Ayka di telinga Brian, memang perempuan itu sungguh nekat sekali... di saat suaminya memeluk erat dari belakang, ia malah membisikkan sesuatu di telinga Brian, tentu saja keadaan ini membuat Brian menggelengkan kepalanya dengan tingkah dari sahabatnya itu.


"Berisik lo, nggak lihat apa ekspresi wajah suami lo di belakang?"


Jawab Brian dengan berbisik juga, laki-laki itu ingin sekali menyentil kepala Ayka yang nyatanya sahabatnya itu sama sekali tidak mempunyai otak, di mana suaminya saat ini sedang menangis untuk mengharapkan dirinya supaya tidak pergi dari Jakarta tetapi mengapa malahan Ayka tersenyum dan sepertinya ingin bermain-main lagi dengan Kaindra.


Brian melototkan matanya, memberikan kode kepada Ayka supaya sadar dengan apa yang dilakukan, apa tidak kasihan sedikitpun dengan Kaindra, dimana suaminya saat ini masih memeluknya tetapi Ayka sama sekali tidak membalas pelukannya.


Memang Ayka menghentikan langkah kakinya dan Ayka menikmati pelukan dari suaminya, tetapi perempuan itu tidak menghadap ke arah Kaindra.


"Sayank please, jangan pergi. Kamu boleh meminta aku apapun itu, tetapi jangan tinggalin aku.. jangan pergi dari Jakarta. Aku tidak sanggup jika kamu tinggalkan dan aku juga tidak bisa hidup tanpa kamu."

__ADS_1


Kaindra sama sekali tidak memperdulikan Ayka yang saat ini hanya diam saja dan membisikkan sesuatu di telinga Brian, ia hanya ingin supaya istrinya itu memaafkan semua kesalahan nya supaya mau kembali lagi ke sisinya dan tidak meninggalkan dirinya.


Tidak ada respon sama sekali dari Ayka sehingga Kaindra memberanikan diri untuk membalikkan badan Ayka saat ini dan menatap wajah cantik istrinya.


"Sayank, maafkan aku ya.. apapun permintaan kamu akan aku kabulkan, tetapi kamu jangan pernah ninggalin aku."


Sebenarnya Ayka sudah memaafkan Kaindra, namun ia masih jengkel dengan suaminya karena sudah dibohongi dan berakhir dengan Kaindra yang dijebak oleh Ayka, tetapi melihat suaminya yang seperti itu, ia kasihan dan tidak tega, terlebih lagi Kaindra dengan meneteskan air mata yang dari tadi tidak berhenti suaminya itu menangis.


"Sayank kita pulang ya. Aku janji .. aku tidak akan bohongi kamu lagi."


"Eh...."


Kaget, kenapa tiba-tiba Kaindra langsung saja menarik tangannya dan untuk meninggalkan bandara ini, ya meskipun sudah mengurungkan niatnya untuk tidak jadi pergi dari Jakarta tetapi tidak seperti ini, ia bahkan belum siap dengan ancang-ancang untuk ikut bersama dengan Kaindra.

__ADS_1


"Diam sayank, dan memang aku harus memaksa kamu, kalau tidak kamu tidak mau pulang."


Asem tahu betul kalau aku memang sengaja pura-pura mendiamkannya...


Sementara keempat laki-laki tampan yang berada di sana mengembangkan senyumannya, mereka merasa lega karena akhirnya kesalahpahaman ini bisa dituntasnya dan melihat Kaindra sudah membawa Ayka, yang mereka tahu jika Ayka juga sudah memaafkan Kaindra dan masih ingin kembali lagi dengan Kaindra.


Sedangkan Sandi dan Doni saling berpandangan, untuk kali ini mereka memang harus benar-benar melupakan perasaan cintanya kepada Ayka karena Ayka sudah bahagia dengan Kaindra dan sekuat apapun badai yang menghadang keduanya, tetap cinta merekalah yang akan menyatukan.


Hingga akhirnya keempat laki-laki tampan itu meninggalkan bandara mereka pulang sendiri sendiri dan hanya Doni dan Bima yang satu mobil.


"Lo masih ada perasaan sama Ayka, Don?"


"Kalau pertanyaan seperti itu, gue jawab iya dan mungkin nama Ayka masih ada di dalam hatiku. Lo tau sendiri kalau gue tidak mudah jatuh cinta bahkan Ayka adalah cinta pertama gue dan pastinya untuk mengeluarkan nama Ayka dari dalam hati gue, rasanya itu tidaklah mudah. Tetapi lo jangan khawatir.. meskipun gue masih ada rasa dengan Ayka tetapi gue tidak akan menghancurkan rumah tangga Ayka dengan Sandra, lo tau gimana gue.. gue sudah berjuang dulu sebelum Ayka dan Kaindra menikah tetapi nyatanya Ayka juga tidak tertarik sama gue. Dan gue tidak ingin berjuang lagi karena itu juga tidak mungkin."

__ADS_1


Bima menepuk pundak Doni, di mana Bima tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu yang mana memang perasaan tidak bisa dihilangkan begitu saja, terlebih lagi rasa cinta yang dimiliki Doni untuk Ayka.


"Gue percaya, cepat atau lambat lo akan mendapatkan perempuan yang sesuai dengan kriteria lo dan gue terima kasih sekali karena lo tidak egois dan memilih untuk mengalah daripada membahagiakan diri lo sendiri."


__ADS_2