Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Memutuskan


__ADS_3

Tidak banyak tanya lagi, Brian langsung saja melajukan mobilnya ke tempat tujuan yang disebutkan oleh Ayka dan Brian juga tidak ingin menanyakan apa dan bagaimana nantinya karena Brian percaya dengan Ayka kalau sahabatnya itu bisa mengatasi masalahnya sendiri.


Brian juga hanya mengantarkan Ayka saja meskipun ia khawatir dan juga ia ingin menemani Ayka tetapi karena permintaan Ayka, Brian menghargai dan tidak ikut dalam pertemuan antara Ayka dengan Sandra.


"Terima kasih Bi, jangan lupa izinkan Aku."


Setelah menempuh beberapa menit, akhirnya mobil Brian sudah sampai di depan restoran yang mana Ayka belum melihat mobil Sandra yang berada di sana dan pastinya ia datang lebih awal karena jarak antara apartemen Brian dengan restoran itu cukup dekat.


Tetapi tidak masalah untuk Ayka karena Ayka bisa ngopi-ngopi atau makan camilan lebih dulu sembari menunggu Sandra.


"Sama-sama, yakin nggak mau aku temenin?"


Meskipun Brian sendiri tahu jawaban dari Ayka, namun ia mencoba sekali lagi siapa tahu sahabatnya itu berubah pikiran dan meminta dirinya untuk menemani Ayka.


"Tidak perlu, aku bisa jaga diri sendiri dan nanti kalau butuh apa-apa aku hubungi kamu."


Brian mengangguk setelah itu membiarkan Ayka untuk pergi keluar dari mobilnya dan melihat Ayka yang saat ini sudah masuk ke restoran. Brian juga tahu jika Sandra belum menampakkan dirinya di restoran ini.


Sembari menunggu Sandra, Ayka memesan minuman dan juga camilan terlebih dahulu perempuan cantik itu tidak berpikir macam-macam sebelum mengetahui dengan jelas bagaimana Sandra dengan suaminya yang berhubungan satu bulan yang lalu yang mengakibatkan Sandra saat ini hamil anak Kaindra.

__ADS_1


Hingga lima belas menit kemudian, Sandra datang dengan ekspresi wajah yang begitu senang karena perempuan licik itu tahu jika hari ini adalah kemenangannya dan dengan ini semua, Sandra yakin jika pasti akan meninggalkan Kaindra.


"Maaf lama menunggu."


"Tidak apa-apa, tetapi langsung saja ... apa yang kamu mau berikan kepada aku karena aku tidak mempunyai banyak waktu."


Meskipun Ayka memang tidak ke sekolah tetapi tidak mungkin jika dirinya lama-lama berada bersama dengan Sandra saat ini yang mana Ayka juga tidak mau menatap wajah Sandra karena Sandra adalah penyebab semuanya meskipun bukan hanya Sandra sendiri yang melakukannya pastilah Kaindra juga menginginkan hal ini.


"Baiklah, aku hanya memberikan ini saja.. kamu bisa lihat semuanya, di situ sudah jelas ada video dan juga foto di mana Aku dan suami kamu melakukan hubungan."


Dengan cepat Ayka mengambil ponsel Sandra, ia langsung saja membuka galeri yang di mana di sana terdapat foto dan juga video adegan panas suaminya dengan perempuan yang ada di depannya saat ini.


Hingga Ayka yang tidak kuat untuk melihat video itu lagi, akhirnya mematikan videonya kemudian menyerahkan ponsel itu kepada Sandra.


"Bagaimana, apa kamu masih tidak percaya dengan apa yang sudah suami kamu lakukan kepadaku? Aku tidak menuntut banyak dari Kaindra, tetapi aku hanya menuntut tanggung jawab dari Kaindra saja, karena  anak yang aku kandung ini adalah anak Kaindra dan tidak mungkin aku akan membiarkan anak ini tumbuh tanpa seorang Papahnya."


Ayka tidak menjawab, ia masih terdiam diri sembari mengingat adegan-adegan beberapa saat yang baru saja ia tonton tadi yang mana membuat hatinya seketika hancur dan juga tidak mendengarkan apa yang barusan Sandra katakan.


"Dan pastinya kamu sebagai perempuan pasti tahu apa yang akan kamu lakukan setelah mendengar aku hamil dan pastinya kehamilanku ini sangat ditunggu-tunggu oleh Kaindra dan juga orang tuanya karena ini adalah pewaris kekayaan dari Harjuno, karena kamu sampai saat ini juga belum memberikan keturunan kepada Kaindra."

__ADS_1


Deg


Ayka mendongakkan kepalanya, ia menatap tajam ke arah Sandra yang memang ucapan dari Sandra itu sedikit pedas menyindirnya, tetapi memang kenyataan seperti itu, bukan karena Ayka mandul atau ia tidak mau memberikan keturunan kepada kedua mertuanya, tetapi memang waktunya yang tidak pas mengingat dirinya yang masih berstatus sebagai pelajar dan tidak mungkin juga untuk dirinya hamil karena umurnya yang masih terlalu muda.


Tetapi mengapa itu dijadikan alasan Kaindra untuk meniduri Sandra yang mana memang kenyataannya seperti itu, namun apakah semuanya tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik, mengapa Kaindra nekat untuk berhubungan lagi dengan sang mantan kekasihnya padahal sudah jelas-jelas apa yang Ayka lakukan untuk Kaindra, dan juga Ayka berusaha untuk mencintai Kaindra.


"Ya sudah sepertinya itu saja yang aku katakan sama kamu."


Sandra tersenyum penuh kemenangan, ia tahu kalau Ayka tidak bisa berbuat banyak dalam hal ini maka dari itu Sandra juga tidak mau berlama-lama dengan Ayka dan tidak mau mengganggu, dan Sandra memilih untuk segera meninggalkan restoran ini tentu saja Sandra tahu jika Ayka saat ini sedang berpikir untuk memilih menjadi istri pertama ataupun meninggalkan Kaindra.


Setelah kepergian Sandra, Ayka menumpahkan semua air matanya, ia sama sekali tidak peduli dengan orang-orang yang ada di restoran ini, mungkin memang tidak begitu banyak pengunjung restoran karena masih terlalu pagi tetapi semua karyawan pasti akan melihatnya, melihatnya menangis dengan penuh kekecewaan dan juga kesedihan.


"Mengapa kamu lakukan ini Bang, apa salah aku? jika kamu memang menginginkan keturunan mengapa kamu tidak bilang sama aku dan mengizinkan aku untuk menunda kehamilan ini dan mengapa kamu juga harus memiliki keturunan dari perempuan yang lain yang nyatanya itu membuat aku sakit hati dan kecewa."


Berkali-kali Ayka menghapus air matanya tetapi berkali-kali juga air mata itu jatuh membasahi pipinya dan juga berkali-kali Ayka meneteskan air matanya yang mana semakin ia hapus semakin deras saja air mata yang mengalir dari mata indahnya.


"Aku harus bertemu Bang Kaindra dan memutuskan segala sesuatu, yang pastinya keputusanku ini sudah bulat meskipun hati aku hancur dan sakit hati tetapi aku yakin ini adalah keputusan yang terbaik."


Sekali lagi Ayka menghapus air matanya, ia kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Kaindra kalau dirinya ingin mengajak ketemuan Kaindra di sini dan pastinya Ayka sudah mantap dengan keputusan yang akan diucapkan  kepada Kaindra nanti.

__ADS_1


Ya mendengar apa yang diucapkan oleh Sandra dan juga beberapa bukti yang akurat membuat Ayka memutuskan untuk meminta Kaindra menceraikan dirinya dan menikahi Sandra meskipun sakit tetapi itu lebih baik daripada nanti anak yang dikandung Sandra yang sudah jelas-jelas anak Kaindra itu nanti lahir tanpa seorang ayah dan Ayka tidak mau.


__ADS_2