Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Titik Terang


__ADS_3

Ayka masih berada di kantor milik suaminya, perempuan cantik itu belum ingin beranjak pergi dari sana bahkan ia ingin sekali mendapatkan informasi terbaru dari Kaindra dan itu tentu saja dengan bantuan oleh Bima.


Sedangkan Bima  sedari tadi melihat ke arah Ayka, laki-laki itu bisa menebak dengan apa yang terjadi dengan Ayka saat ini yang pastinya ada sesuatu yang disembunyikan dari Kaindra hingga mendadak sahabatnya itu sama sekali bersikap seperti ini.


Ya mendengar cerita dari Ayka, Bima merasa curiga. Tetapi ia tidak mungkin mengatakan itu kepada Ayka dan pastinya nanti akan menambah rasa kekhawatiran Ayka dan juga rasa penasaran Ayka saja. Bima juga tidak mau jika Ayka nanti malah semakin sedih karena kepikiran Kaindra.


"Sebentar, aku akan menghubungi Kaindra dulu."


Hanya itu yang dilakukan oleh Bima, ia tidak bisa melakukan apa apa lagi selain menghubungi Kaindra dan berharap jika sahabatnya itu mau mengangkat telepon dan mengatakan di mana keberadaannya saat ini.


Ayka menganggukkan kepalanya, entahlah perasaan nya saat ini sedang tidak baik-baik saja, ia merasa sudah dibohongi oleh suaminya sendiri yang katanya tadi ada meeting dengan klien penting tetapi nyatanya apa, sudah dari tadi pagi Kaindra tidak berada di kantor ini lalu di mana keberadaan suaminya saat ini?


Bima langsung saja menghubungi Kaindra laki-laki itu juga penasaran ke mana Kaindra ini berada.


Hingga tiga kali panggilan tetapi Kaindra belum juga mengangkat teleponnya yang membuat Bima semakin ketar-kejar saja. Ada apa dengan Kaindra, apakah memang terjadi sesuatu dengan Kaindra atau ada hal-hal yang lain sehingga Kaindra tidak bisa mengangkat teleponnya.


"Bagaimana Kak?"


"Belum diangkat tapi aku akan coba hubungi lagi."


Yang pastinya Bima juga tidak mau menyerah,ia akan mencoba berulang kali menghubungi Kaindra sampai Kaindra mengangkat teleponnya.


Hingga panggilan ke 5 akhirnya Kaindra mengangkat teleponnya juga yang membuat Bima langsung saja meloudspeaker supaya Ayka bisa mendengar dimana dan sedang apa suaminya berada.

__ADS_1


"Hai Bim, ada apa?"


Terdengar dari suara Kaindra jika laki-laki itu sedang baik-baik saja yang membuat Bima semakin bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Kaindra mengapa tidak berangkat ke kantor.


Bima melihat ke arah Ayka, tentu saja ingin mendapat persetujuan dari perempuan cantik itu dan Ayka yang melihat ke arah Bima langsung saja menggelengkan kepalanya ia tidak mau jika kedatangannya ke sini diketahui oleh Kaindra dan tentu saja supaya Ayka  juga tahu di mana suaminya saat ini berada.


"Ini ada berkas-berkas penting yang harus kamu tanda tangani, kamu di mana kenapa dari pagi kamu tidak berangkat ke kantor?"


Akhirnya Bima mengutarakan alasannya itu kepada Kaindra dan tentunya memang benar jika ada berkas-berkas yang perlu ditandatangani oleh Kaindra tetapi sifatnya tidak segera makanya Bima hari ini santai-santai saja sembari menunggu kedatangan Kaindra, tetapi rupanya orang yang ditunggu-tunggu tidak muncul dan malahan yang datang adalah Ayka.


"Aku ada urusan penting dan maaf tidak bisa ke kantor.."


Ayka mengeryitkan alisnya ternyata benar jika semuanya minyak berbohong yang nyatanya ada urusan penting tidak sepertinya diucapkan oleh Kaindra barusan kalau ada pertemuan dengan klien.


"Urusan penting apa dan kamu sekarang di mana?"


Kaindra memang diam saja dan itu membuat Ayka, Bima dan juga Brian di sana semakin curiga dengan apa yang dilakukan oleh Kaindra.


"Ndra, hallo.. kamu lagi di mana?"


Tidak mendapatkan jawaban dari Kaindra, Bima kembali menanyakan itu kepada Kaindra yang nyatanya memang ia begitu penasaran dan ingin cepat-cepat mendapatkan jawaban dari Kaindra, di mana Kaindra saat ini.


"Aku ada urusan penting dan sepertinya aku belum bisa menceritakan sama kamu tetapi aku janji akan menceritakan semuanya ini, aku bingung Bim."

__ADS_1


Ayka menggelengkan kepalanya mendengar apa diucapkan oleh suaminya, bingung? bingung kenapa suaminya tiba-tiba bingung bukannya tidak ada masalah di dalam perusahaan Kaindra tetapi mengapa laki-laki itu sepertinya kebingungan dan terlihat jelas sekali jika Kaindra merasa sedang menyembunyikan sesuatu.


"Oke aku tunggu cerita kamu dan cepat ke kantor karena ada beberapa berkas yang penuh kamu tanda tangani." ujar Bima lagi yang nyatanya Bima tidak bisa memaksa Kaindra untuk menceritakan apa yang sedang terjadi dengan sahabat nya itu tetapi sepertinya ada sedikit titik terang di mana memang telah terjadi sesuatu dengan Kaindra 


Bima langsung saja menutup sambungan teleponnya ia kemudian lihat arah Ayka yang ternyata Ayka sedih saat ini dan terlihat menunduk dan juga tidak baik-baik saja.


"Ay, jangan begitu aku akan mencari tahu semuanya tentang Kaindra dan pastinya setelah aku tahu aku akan memberitahukan kepada kamu."


Bima seakan-akan paham dengan apa yang dirasakan oleh Ayka, ia juga tidak tinggal diam jika memang Kaindra yang macam macam terhadap istrinya itu.


"Baiklah Kak, aku tunggu ya dan sekarang aku mau pulang dulu."


Ayka hanya pasrah ketika ia mendengar sesuatu dari mulut suaminya yang tambah bingung, mengapa terdengar jelas dari nada bicara nya jika suaminya sekerang jadi bingung dan sepertinya ada banyak beban pikiran yang dirasakan oleh Kaindra saat ini tetapi sayang sekali Ayka sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan suaminya seperti itu bahkan semakin kuat saja pikiran-pikiran buruk Ayka kepada Kaindra yang mengatakan jika Kaindra sudah berbuat macam-macam dengan perempuan lain di belakang Ayka.


Ayka dan Brian keluar dari ruangan nya Bima kemudian kedua anak manusia itu menuju ke bawah tentunya Brian akan membawa Ayka pulang.


"Jangan bawa aku pulang ke rumah Bi, sepertinya aku butuh sesuatu untuk menenangkan pikiranku."


Karena aat ini pikiran Ayka buntu dan Ayka tidak ingin pulang dulu ke rumah yang nyatanya di rumah juga tidak ada siapa-siapa, suaminya tidak tahu kemana perginya dan yang pasti belum pulang ke rumah dan kedua mertuanya jam segini pastinya juga masih berada di luar.


"Jangan macam-macam Ay, Aku tidak akan membiarkan kamu terjerumus ke dalam perbuatan yang aneh-aneh."


Ya Brian tidak mungkin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya di mana dulunya ia membiarkan aika minum dan menjadikan agama mabuk lalu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Untung saja laki-laki yang meniduri aika itu saat ini menjadi suaminya entah apa jadinya aika jika tidak menemukan lagi-lagi itu dan bukan kain dralah orang yang pertama kali mengambil perawan Ayka.

__ADS_1


"Kamu jangan berpikiran yang negatif dulu, aku bukan ingin pergi ke klub untuk minum tetapi aku hanya ingin jalan-jalan sebentar yang pastinya bukan pulang ke rumah."


Bagaimana Brian tidak berpikiran yang negatif jika ia melihat Ayka saat ini tidak baik-baik saja dan tentunya Brian sudah hafal dengan sifat dan karakter dari sahabatnya itu.


__ADS_2