
" Lalu kenapa kau malah ke mari? bukannya bermain bersama mommy mu." ketus Fernando.
" Oh my God,uncle tidak paham juga aku ingin bersama aunty.Lagi pula ini kan rumah Daddy juga." celetuk Alvaro lalu duduk.Ia dengan santai menikmati sarapan yang sudah di sajikan oleh Selena.
Fernando tersenyum miris,mengapa kisah cinta nya tidak seindah dalam drama atau novel yang bisa bermesraan dengan istri tercinta setiap waktu.Ada saja penghalang dan pengganggu setelah pindah ke mansion.Entah dari keponakan nya Alvaro atau terkadang Jenny yang mengajak Selena untuk shopping atau ke salon.
Namun ia pun tidak boleh egois,Selena juga pasti kesepian di apartemen apabila ia bekerja.Dan juga ia sedang hamil,ia pasti lebih aman berada di mansion daripada di apartemen.Namun Fernando masih ingin selalu menikmati masa pacaran mereka setelah menikah.
" Sudah,sudah kak.Kakak ini seperti anak kecil yang berebut mainan dengan keponakan nya sendiri." ucap Jenny yang baru saja datang menghampiri mereka.
" Anak mu ini yang selalu sok keren di depan istri ku Jen." gerutu Fernando selalu tidak mau kalah dari Al.Entah mengapa semenjak Selena hamil ia selalu beradu pendapat dengan bocah kecil itu.
" Semoga adik mu,tidak seperti dirimu Al." sambung Fernando lagi.
" Kalau dia tidak seperti ku,ku pastikan akan membuat dia seperti ku.Adikku adalah calon sekutu untuk melawan uncle." cerocos Alvaro panjang lebar.
Jenny dan Selena memijat pelipisnya yang pusing.Perseteruan mereka tidak ada habis nya karena keduanya tidak ada yang mau mengalah.
Kini mereka sedang menikmati sarapan pagi mereka.Dan dua bayi kesayangan Selena sedari tadi terus berebut perhatian Selena.Jenny hanya bisa tertawa melihat tingkah keduanya.
Di Indonesia,Romi begitu senang saat mendengar kabar bahwa Michelle akhir nya sadar dari koma nya.Ia begitu bahagia saat melihat wanita yang ia cintai kini tersenyum manis pada nya.
" Kakak." ucap Michelle lirih.
Romi memeluk Michelle,para the K begitu terharu melihat itu.Akhir nya hal yang di takutkan oleh Romi tidak terjadi.Kedua insan yang saling jatuh cinta itu dapat kembali bersama.
__ADS_1
" Ayah mana?" .tanya Michelle saat pelukan mereka terlepas.
" Ayah berada di mansion ku,kamu nggak usah khawatir." jawab Kavin.
" Terimakasih kalian masih mau membantu ku setelah apa yang ku perbuat." sahut Michelle sungkan.Ia merasa malu mengingat apa yang ia lakukan kepada Kavin dan Kimmy.
" Tidak apa Michelle,Kimmy pun sudah melupakan semua itu." sambung Kavin lagi sambil tersenyum.
" Tapi aku takut kalau sampai mereka mencelakai ayah juga.Uncle mu pernah mengancam ku saat itu." ucap Michelle sedih.
Michelle pun menceritakan di mana uncle Dean mengancamnya setelah ia pulang dari kediaman Sebastian.
" Bener - bener ya uncle Dean itu,dia lebih dari monster." Kean yang biasa kalem kini ikut emosi.
" Kabar Michelle sudah siuman pasti akan cepat sampai ke telinga uncle Dean." sahut Key yang baru saja ikut bergabung dalam misi ini.
" Bagaimana kalau rencana kita lakukan nanti malam." usul Kaivan.
Mereka sudah merencanakan akan menjebak uncle Dean. Setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Michelle,Romi kini semakin yakin untuk memenjarakan pamannya itu.Ini sudah kelewatan, pamannya itu harus menerima hukuman.
Malam hari nya uncle Dean berjalan menelusuri lorong rumah sakit.Ia sudah yakin keadaan rumah sakit saat ini sudah sepi.Ia sangat geram semua anak buahnya tidak ada yang bisa di andalkan.
Untuk menghabisi seorang wanita saja tidak ada yang berhasil.Oleh karena itu ia akan melakukan nya sendiri.Uncle Dena kini memakai topi dan menutupi mulutnya dengan masker.
Benar saja saat ini para pengawal yang mengawasi Michelle tertidur di kursi depan ruangan Michelle.Uncle Dean melirik ke kiri dan kanan memastikan tidak ada orang di sekitar ruangan itu.
__ADS_1
Ia pun masuk ke dalam setelah memastikan tidak ada orang yang datang.Ia menutup pintu secara perlahan.Ia melihat seseorang yang terbaring di atas brangkar dengan wajah yang tertutup oleh banyak perban.Ia sangat yakin itu Michelle karena rambut pasien itu panjang seperti Michelle.
" Sudah seperti ini pun kau masih berani untuk hidup." gumam uncle Dean lalu membuka masker nya.Ia tersenyum licik ke arah pasien yang terbaring di depannya itu.
Uncle Dean mengeluarkan suntikkan yang ia siapkan sedari tadi." Bersiaplah untuk pergi ke alam baka gadis miskin." ucap nya membuat Romi yang sedari tadi bersembunyi di dalam kamar mandi geram mendengar nya.Pamannya itu benar-benar berhati iblis.Dia lebih menyeramkan daripada monster.
Namun saat uncle Dean hendak melakukan aksi nya, tiba-tiba saja Kaivan memukulnya dari belakang.Membuat nya menjatuhkan suntikkan tersebut.Uncle Dean melihat siapa yang melawan nya.Kai tersenyum licik menatap uncle Dean,Uncle Dean semakin terkejut saat pasien yang terbaring tadi terbangun.Pasien itu ternyata Kavin yang sedang berpura - pura menjadi Michelle.
Perkelahian pun tak bisa di elakkan Kai dan Kavin melawan uncle Dean.Romi pun keluar dari tempat persembunyiannya bersama Kean dan para polisi yang melihat kejadian tadi.Semua bukti sudah terlihat oleh para polisi,bahkan Uncle Dean tidak dapat melarikan diri karena penjaga an yang begitu ketat.
Uncle Dean sudah tidak dapat berkutik,polisi pun berhasil menangkap dan memborgol uncle Dean.Uncle Dean kini berhasil di amankan dan di bawa pergi oleh para pihak berwajib.
Untungnya Michelle sudah mereka amankan di ruangan lain bersama dengan Rein.Michelle begitu cemas sedari tadi tidak ada kabar apapun dari mereka.Rein yang melihat raut wajah Michelle ia tahu benar saat ini Michelle sedang mengkhawatirkan Romi dan yang lainnya.
" Percayalah mereka akan baik - baik saja."ucap Rein mencoba menenangkan Michelle.
Sementara itu para pria kini sedang berada di kantor polisi untuk memberikan kesaksian atas kejadian tadi.Uncle Dean terkena pidana kasus pembunuhan berencana kepada Michelle.
" Thanks,kalian udah mau meluangkan waktu kalian untuk menuntaskan masalah ini." ucap Romi sungkan.
" Nggak apa-apa Rom,kita kan temen harus saling bantu." tumben Kavin saat ini berbicara benar.
Kean sampai menaruh telapak tangannya di depan kening Kavin seolah memastikan apakah pria di depannya ini sahabat nya.
" Apaan sih lu?" .protes Kavin kesal.
__ADS_1
" Nggak biasa nya elu ngomong ke gini." Key bergidik ngeri mendengar nya.
" Salah Mulu gue ya." Kavin hanya bisaa tersenyum.