
"Tidak usah diangkat."
Sedari tadi ponsel Kaindra berbunyi dan Sandra yang mendengarnya pasti tahu kalau yang menghubungi Kaindra saat ini adalah Ayka dan tentunya Sandra tidak mau jika Kainra mengangkat telepon dari Ayka yang nantinya ia tidak akan bersama dengan Kaindra lagi saat ini.
"Kenapa? Ayka adalah istriku, kenapa aku tidak boleh mengangkat telepon dari istriku?"
Sedaru tadi Kaindra sudah gelisah, ingin rasanya ia pergi dari tempat itu tetapi Sandra kembali lagi melakukan ancaman kalau dirinya tetap melangkahkan kaki dari pergi dari kafe itu maka sudah dapat dipastikan video itu akan disebarkan kepada Ayka.
Meskipun ponsel yang berisi video tentang dirinya dengan Sandra tadi sudah hancur berkeping-keping tetapi Sandra masih mempunyai salinan yang lagi dan pastinya Kaindra tidak bisa berkutik jika Sandra sudah melakukan seperti itu.
Kaindra yang tahu bagaimana sifat dari Sandra yang akan melakukan segala macam cara supaya bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan tentu saja itu bukan sebuah ancaman tetapi Sandra akan melakukannya jika Kaindra benar-benar pergi dari tempat ini.
"Jangan bertindak bodoh!! apa kamu mau jika istrimu nanti tahu kalau kamu bersamaku ? kalau itu Aku tidak apa .. terserahlah kalau kamu mau angkat, angkat saja tetapi jangan salahkan aku jika nanti istrimu meminta video call dan dia tahu kalau kamu ketemuan sama aku di sini."
Ya sebenarnya bagi Sandra tidak masalah jika Kaindra mengangkat telepon tetapi Sandra mempunyai cara yang licik, ia akan menyembunyikan dulu statusnya dengan Kaindra dengan harapan nanti Ayka akan curigai sedikit demi sedikit dan ketika Ayka sudah curiga dan tidak percaya lagi dengan segala macam tingkah Kaindra yang sudah berubah, maka disitulah Sandra akan muncul dan membeberkan semua bukti yang punyanya itu kepada Ayka.
Dengan begitu pastilah Kaindra tidak akan berkutik lagi dan Ayka akan meminta berpisah dari Kaindra.
Dan di sini Sandra harus bermain cantik, ia tidak boleh menggagalkan rencana yang sudah disusun matang-matang dan pastinya ia akan membuat rumah tangga Ayka dengan Kaindra hancur berantakan setelah itu meminta Kaindra untuk menikahinya dengan alasan kalau Kaindra sudah menidurinya.
"Brengsek kamu ya"
Kaindra mengumpat kesal kepada Sandra walaupun apa yang dikatakan oleh Sandra itu ada benar jika dirinya mengangkat telepon pasti nanti akan bertanya sedang apa dirinya saat ini bahkan tidak menutup kemungkinan, jika istrinya itu pasti akan melakukan video call seperti yang biasanya dilakukan jika seharian tidak bertemu dengan Kaindra.
Bukannya Ayka tidak percaya dengan Kaindra tetapi Kaindra yakin jika istrinya itu kangen dengan dirinya makanya Ayka sering melakukan video call terhadap dirinya.
__ADS_1
Dan pastinya kalau sudah seperti itu Kaindra tidak bisa berbuat banyak, ia lebih baik mengabaikan panggilan telepon dari Ayka daripada mengangkatnya.
"Hai sayang jangan mengumpat aku seperti itu. Semuanya yang terjadi karena kamu, karena kesalahan kamu yang malam itu meniduriku dan pastinya Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika nanti Ayka tahu semuanya. Jangan salah paham dulu, bukan aku mau mengancam kamu tetapi bayangkan saja jika tiba-tiba istri kamu tahu tentang hubungan kita semalam dan pastinya kamu tidak bisa membayangkan jika Ayka nanti akan minta berpisah dari kamu."
Kaindra mengepalkan tangannya, kalau saja di depannya itu bukanlah seorang perempuan pastinya ia sudah memukul mulut itu yang bisa-bisanya berkata seperti pedas.
Tidak perlu diingatkan lagi meskipun Kaindra mencoba untuk melupakan kejadian malam itu tetapi bayangan Ayka selalu menghantui dan tentunya Kaindra mengingatnya, bukan karena mengingat adegan panas yang dilakukan nya dengan Sandra, tetapi mengingat waktu Kaindra bangun tidur dan ia tidak memakai pakaian sehelaipun dan yang ada bersama dirinya adalah Sandra bukan Ayka.
"Kalau tidak ada apa-apa lagi, lebih baik aku pulang.. lagi pulang nanti malam aku sudah setuju untuk menemani kamu ke pesta."
Akhirnya dengan segenap jiwa dan raganya untuk menahan emosinya agar tidak memukul Sandra, Kaindra memberanikan diri untuk keluar dari tempat itu tentu saja ia masih kepikiran dengan Ayka karena ini adalah waktu nya pulang sekolah dan pastinya istrinya sudah menunggunya di sekolah karena tadi pagi Kaindra berjanji akan pulang bersama dengan Ayka.
"Oke, tidak masalah tetapi jangan lupa nanti malam jemput aku jam tujuh dan tidak boleh telat."
Dirasa sudah cukup untuk berbincang-bincang dan bertemu dengan Kaindra, Sandra mengizinkan Kaindra untuk pergi dari sini, toh juga rencananya masih sangat panjang dan pastinya sedikit demi sedikit ia akan membuat istri dari Kaindra itu curiga dan tidak percaya lagi dengan suaminya.
Antara ia ingin mengakui segala kesalahannya kepada Ayka tetapi Jujur saja kalau ia mengakuinya sudah dipastikan jika Ayka akan meninggalkannya karena kembali lagi Kaindra mengingat dengan ucapan Ayka beberapa waktu yang lalu jika sampai Kaindra terbukti tidur dengan perempuan lain atau berselingkuh darinya, Ayka tidak akan tinggal diam dan langsung saja meninggalkan Kaindra tanpa perlu penjelasan dan basa-basi lagi.
"Arghh.... Apa yang harus aku lakukan?"
Kaindra bingung sendiri, jujur salah berbohong pun juga tidak benar dan ia hanya menyesali kebodohan nya sendiri, menyesali perbuatannya kemarin. Kenapa ia sendirian pergi ke apartemen Sandra dan pastinya kalau ia tidak sendirian atau tidak menemui Sandra di apartemen kejadian itu tidak akan terjadi.
Kaindra sendiri tidak dapat melakukan apapun, laki-laki itu memakai sabuk pengamannya kemudian melajukan mobilnya untuk menuju ke sekolah di mana Kaindra berpikir jika Ayka saat ini masih menunggunya di sekolah.
Kaindra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya ia dapat menjemput segera Ayka meskipun nanti ada segudang alasan yang diucapkan oleh Kaindra kepada Ayka, tetapi itu juga tidak masalah...asalkan ia masih tetap bersama dengan istrinya, Kaindra akan melakukan semuanya.
__ADS_1
Kaindra sangat mencintai Ayka dan tidak mau kehilangan Ayka, maka dari itu ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan hubungannya dengan Ayka meskipun ia harus diam-diam bertemu dengan Sandra dan melakukan hubungan rahasia itu.
Kaindra sudah sampai di depan gerbang sekolah yang mana gerbangnya sudah ditutup rapat dan tentu saja jika sudah seperti itu, itu tandanya tidak ada murid lagi di sekolahan, hanya ada Pak satpam yang masih setia menunggu di depan.
Penasaran, Kaindra menemui Pak satpam itu dan menanyakan apakah istrinya tadi sudah pulang? Kalau memang sudah pulang, Ayka pulang dengan siapa dan pastinya Pak Satpam itu tahu siapa Ayka.
"Pak Kaindra apa ada yang ketinggalan, Pak?"
Ya satpam itu menyapa Kaindra jika ada sesuatu yang ketinggalan di sekolahan hingga siang menjelang sore ini Kaindra datang ke sekolah.
"Oh tidak ada, hanya ingin bertanya saja apakah Ayka sudah pulang?"
Tentu saja pertanyaan dari Kaindra itu tidak membuat Pak Satpam curiga karena satpam itu tahu jika Ayka adalah murid paling bandel di sekolah ini dan tentu saja dengan Kaindra menanyakan di mana Ayka berada pastinya ada sesuatu yang membuat guru DP tampan itu menanyakan, yang pastinya akan memberikan hukuman atau tugas buat Ayka.
"Semuanya sudah pulang termasuk Ayka."
Nah benar saja semua orang pasti mengenal Ayka, bahkan Pak satpam yang di depan sana juga mengenal betul Ayka tanpa harus dijelaskan siapa Ayka itu, Pak satpam sudah hafal.
"Bapak lihat tidak Ayka tadi pulang sama siapa?"
"Sama anak baru itu Pak, kalau tidak salah namanya Sandi, iya tadi Ayka masuk ke dalam mobil Sandi."
Tanpa bertanya-tanya lagi Kaindra langsung saja meninggalkan tempat itu, ia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah.
Entahlah perasaan Kaindra saat ini tidak menentu, antara senang dan juga sedih mendengar jawaban dari Pak satpam.
__ADS_1
Ada sedikit kelegaan di dalam hati Kaindra yang nyatanya istrinya tidak menunggu dirinya di sekolah dan sudah pulang ke rumah tetapi mengapa Ayka pulang bersama dengan Sandi dan Sandi yang lebih peka kepada Ayka hingga Sandi menawarkan diri untuk mengantar Ayka pulang, tentu saja dalam hal ini Kaindra nampak murung bahkan bukan dirinya yang diperlukan oleh Ayka tetapi laki-laki lain yang menjadi tempat sandaran istrinya saat dirinya ketika tidak berada bersama Ayka.