Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Adanya Yang Aneh


__ADS_3

Empat puluh menit menunggu di sekolahan akhirnya Ayka mendapatkan kabar tentang suaminya tetapi entahlah apa kabar itu benar adanya atau tidak yang jelas 5 menit yang lalu ia sudah menghubungi sekretaris dari Kaindra dan mengatakan jika Kaindra keluar untuk menemui klien penting yang pastinya akan berlangsung lama karena proyek yang dilakukan beberapa bulan ke depan itu sangat besar dan pastinya meeting penting itu harus benar-benar dilakukan dan tidak boleh dijeda sama sekali.


Ya memang kenyataannya seperti itu sebelum menghampiri Sandra yang ada di apartemennya, Kaindra terlebih dulu untuk menemui klien penting yang memang ada urusan masalah proyek yang akan dilakukan beberapa bulan ke depan tetapi itu tidak berlangsung lama karena Kaindra sengaja mempercepat pertemuannya dan akan menjadwalkan ulang beberapa hari yang akan datang tetapi sayang sekali sekretaris Kaindra tidak ikut menemani Kaindra karena sekretarisnya itu ada urusan tersendiri dengan proyek yang baru saja dikeluarkan oleh Kaindra dan pastinya sekretaris kaindra itu tidak tau jika setelah pertemuan penting dengan klien, Kaindra ke apartemen Sandra.


Lega itu yang dirasakan oleh Ayka saat ini meskipun ia tidak dapat menghubungi suaminya tetapi menurut penjelasan dari sekretaris Kaindra yang juga Ayka sendiri sudah tahu siapa orangnya bisa bernafas dengan lega.


"Ya udah kalau begitu aku anterin kamu pulang saja."


Ujar Brian kepada Ayka yang mana memang Ayka tidak membawa mobil karena ingin dijemput oleh suaminya tetapi tidak mungkin jika Ayka terus-terusan berada di sini sampai kapan ia sendiri juga tidak tahu sampai kapan Kaindra akan menjemput Ayka, maka dari itu Brian mengantarkan Ayka untuk pulang toh ia tidak masalah jika nanti dimarahin oleh Kaindra daripada meninggalkan Ayka di sini sendirian itu malahan berbahaya.


"Oke tapi kamu tidak takut dengan Bang Kai?" ujar Ayka kepad Brian.


Ayka bisa tersenyum setelah mendapatkan berita dari sekretaris suaminya dan malah sekarang menggoda Brian.


Tetapi tidak salah apa yang diucapkan oleh Ayka yang nyatanya memang setiap kali dirinya dekat dengan Brian, Kaindra terus cemburu kemudian menatap saja ke arah Brian namun sahabatnya itu pasti tidak takut karena apa yang dilakukan itu tidak salah.


"Aku tidak pernah takut dengan suamimu bahkan kalau dia marah-marah aku akan meladeni, kalau dia nonjok, aku juga akan nonjok balik wajahnya supaya tidak ada saingan aku lagi."


"Hahaha bisa-bisanya kamu, ya udah yuk pulang aku ngantuk."

__ADS_1


Ayka pulang bersama dengan Brian tetapi tidak dengan Sandi, meskipun Sandi juga mendengar kalau Kaindra saat ini sedang bertemu dengan kliennya namun ada sesuatu yang janggal untuk Sandi.


Mungkin kalau Ayka dan Brian bisa dibohongi tetapi Sandi tidak, ia bahkan sudah berpikir macam-macam berpikir kalau kalian tidak bertemu dengan klien tetapi malahan sekarang bersama dengan Sandra.


Sandi melihat mobil Brian yang sudah keluar dari gerbang sekolah tetapi ia juga tidak buru-buru untuk pulang, Sandi malahan masih duduk di tempat yang tadi dan berusaha untuk menghubungi Sandra dan juga kaindra ingin memastikan apakah yang dikatakan oleh sekretaris dari kaindra itu benar.


Namun kenyataannya nihil sama seperti yang dikatakan oleh Ayka jika ponsel milik Kaindra itu tidak aktif bahkan ponsel milik Sandra juga sama dan di sinilah Sandi mulai curiga dan menduga-duga apakah Kaindra saat ini bersama dengan Sandra.


Bukan karena ia tidak percaya dengan Kaindra namun Sandi ingat dengan apa yang sudah direncanakan oleh Sandra beberapa bulan yang lalu bahwa saudara sepupunya itu akan menghancurkan rumah tangga Kaindra dengan Ayka apapun caranya yang pasti ia dapat menghancurkan rumah tangga Kaindra.


"Aku rasa ada yang tidak beres di sini."


Merasa tidak menemukan. Sandi menuju ke parkiran ia kemudian meninggalkan sekolah dan tentunya menuju ke rumah Sandra.


Sandi juga tahu jika Sandra memiliki apartemen rumah tetapi di dalam pikiran Sandi tidak mungkin Sandra berada di apartemen itu yang nyatanya apartemen itu sudah kosong tidak ada penghuninya dan tidak mungkin seorang sandera tinggal sendirian di sana tanpa seorang pembantu pun.


Tidak lama mobil yang dikemudikan oleh Sandi sudah berada di depan rumah Sandra dan ia segera menu keluar dari mobil untuk masuk ke dalam menanyakan apakah benar Sandra ada di dalam rumah atau tidak.


Sandi juga melihat mobilnya Sandra terparkir di parkiran rumah mewah itu yang itu berarti jika santri tidak keluar dan ada di dalam rumah tetapi sandi ingin memastikan apakah benar Sandra ada di rumah atau tidak.

__ADS_1


"Bi, Kak Sandra ada di rumah?"


Tanya Sandi kepada asisten rumah tangga Sandra yang saat ini sedang membersihkan ruang tamu.


"Non Sandra ada di kamarnya tuan muda tetapi maaf non Sandra bilang tidak ingin diganggu karena sedikit tidak enak badan."


Jelas saja bibi itu berbohong karena ia sudah ditelepon oleh Sandra tadi pagi jika ada yang menanyakannya bibi itu harus mengatakan seperti itu ini adalah sebuah rencana dari Sandra dan juga Sandra sengaja meninggalkan mobil mewahnya di rumah supaya orang-orang yang mencarinya tidak curiga kalau dirinya berada di apartemen bersama dengan Kaindra saat ini.


Sandi mengangguk ia percaya dengan bibi yang ada di depannya kalau bibi itu tidak berbohong dan juga ekspresi dari bibik itu tidak menunjukkan kalau perempuan paruh baya itu sedang membohonginya.


"Tapi Kak Sandra tidak apa-apa kan bi? sudah minum obat?"


"Sudah tuan muda, sudah makan dan minum obat dan sekarang sedang beristirahat."


Sandi menganggu lagi ia tidak curiga sama sekali kemudian keluar dari rumah Sandra dan masuk ke mobil untuk segera pulang ke rumah.


Kalau Kak Sandra berada di rumahnya lalu Bang Indra berada di mana?


Sandi masih berpikiran seperti itu. Ia masih merasa ganjil dengan keberadaan Kaindra saat ini.

__ADS_1


Apa mungkin jika pertemuan dengan klient sampai berlangsung lama padahal tadi ketemuannya sebelum makan siang dan apakah Bang Indra juga tidak ada niatan untuk menghubungi Ayka?


Ya meskipun Sandi belum lama terjun di perusahaan Papahnya tapi ia juga tahu bagaimana menghadapi klien dan pertemuan yang lain itu dan juga tidak seperti biasanya Kaindra mematikan ponselnya, yang Sandi tahu selama mengenal Kaindra, Kaindra tidak pernah mematikan ponsel meskipun dalam keadaan penting sekalipun dan Sandi juga tahu jika Kaindra sudah mencintai seseorang pasti akan memberikan kabar di manapun ia berada namun kenapa saat ini berbeda.


__ADS_2