Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Perangkap


__ADS_3

Tidak ada rasa curiga pun Kaindra kepada Sandra, laki-laki itu hanya melihat ke arah Sandra yang saat ini merintih kesakitan, tentu saja Kaindra tidak tega.


Kaindra pernah mempunyai rasa dengan Sandra meskipun saat ini rasa itu tidak ada tetapi bukan berarti ia harus memutus hubungan baik dengan Sandra terlebih lagi keadaan Sandra seperti ini.


Selama masih berhubungan dengan Sandra dulunya, Sandra memang pernah mengeluh tentang keadaan perutnya dan ia tahu bagaimana rasa sakit yang diderita Sandra ketika perutnya tiba-tiba seperti itu.


Tentu saja Kaindra tidak tega, bukan berarti ia masih menyimpan rasa kepada Sandra namun ia tahu kalau Sandra di sini tidak mempunyai keluarga, keluarga satu-satunya adalah dari keluarga Sandi tetapi sedari tadi mencoba menghubungi Sandi namun tidak bisa dan juga Kaindra menghubungi asisten rumah tangga yang biasanya membersihkan apartemen Sandra juga tidak diangkat, jadi mau tidak mau Kaindra yang berperan penting saat ini membantu Sandra dan menemani Sandra sebentar, nanti setelah ada seseorang yang bisa menjaga Sandra, Kaindra akan pulang.


Laki-laki itu keluar dari kamar Sandra dengan tujuan untuk mengambil ponsel yang diminta oleh Sandra, tidak ada curiga sedikitpun Kaindra, laki laki itu berlalu begitu saja meninggalkan Sandra yang masih berada di dalam kamarnya.


Sandra tersenyum, perempuan itu kemudian membuka selimutnya dan bangun dari tidurnya lalu ia mengambil sesuatu di dalam tas nya dan menaruhnya di dalam gelas kopi yang nantinya akan diminum oleh Kaindra.


Dengan ini kamu akan menjadi milikku dan pastinya hubungan rumah tangga kamu dengan Ayka akan hancur.


Kaindra memasukkan obat yang baru saja ia beli di apotek tentu saja obat itu adalah obat dengan dosis yang tinggi yang membuat Kaindra nanti tidak bisa ingat apapun juga dan akan tidur terlelap sampai besok pagi.


Tujuan Sandra sebenarnya adalah ingin tidur berdua dengan Kaindra, dan membuat rumah tangga Ayka dengan Kaindra hancur berantakan, dan setelah itu Sandra akan datang untuk meminta pertanggungjawaban kepada Kaindra.


Dengan cara itulah Sandra nanti dapat menghancurkan rumah tangga Ayka dengan begitu Kaindra akan kembali lagi padanya.


Semua sudah tersusun rapi bahkan beberapa alat perekam pun sudah siap meskipun Sandra belum mengeluarkannya namun dapat dipastikan kalau alat itu bisa berfungsi dengan baik dan maksimal begitu juga dengan obat tidur yang sudah dimasukkan ke dalam kopi Kaindra.


Setelah memasukkan obat itu ke dalam kopi Kaindra, Sandra mengaduknya pelan dan membuat semuanya seperti tidak terjadi apa-apa kemudian Sandra kembali lagi ke atas ranjang dan memakai selimutnya seperti tadi ia berpura-pura untuk berhenti kesakitan dan tidak terjadi apapun setelah Kaindra pergi dari kamar ini.

__ADS_1


"Ini ponsel kamu, maaf San.. kamu segera hubungi Sandi atau asisten rumah tangga yang lain karena aku harus segera pulang dan menjemput Ayka."


Sedari tadi Kaindra sudah was-was, perasaannya tidak enak bukan karena ia mencurigai Sandra tetapi ia akan menjemput Ayka dan pastinya takut jika nanti terlambat menjemput Ayka. Apa yang akan dikatakannya kepada istrinya jika memang benar-benar ia terlambat menjemputnya.


Apakah Kaindra harus berkata jujur kalau ia menemani Sandra sebentar di apartemennya?


Pastinya Kaindra sekarang bingung dan ingin segera pergi dari apartemen Sandra. Ia tidak mau membuat istrinya curiga dan juga menghancurkan kepercayaan yang diberikan oleh Ayka pastinya ia tahu jika nanti Ayka mendengar cerita dari nya sudah dipastikan kalau Ayka akan cemburu dan kecewa.


"Terima kasih aku menghubungi mbok nah dulu, biasanya jam segini dia sudah ada di sini mungkin kena macet di jalan. Kamu minum kopinya dulu Ndra, nanti keburu dingin."


Kaindra tidak menjawab, tetapi ia meraih gelas kopi yang baru saja dibuatnya itu masih terasa hangat tetapi langsung saja Kaindra minum karena Kaindra dari tadi memang haus.


Habiskan Ndra, habiskan setelah ini kamu akan bermalam di sini dan Aku pastikan istri kamu akan mencari kamu dan aku yakin jika dia akan curiga sama kamu.


Kembali lagi Sandra berpura-pura untuk menghubungi asisten rumah tangganya padahal sedari tadi bukan nomor dari asisten rumah tangganya yang dipencet tetapi nomor lainnya.


Dan juga Sandra sudah memerintahkan asisten rumah tangga nya itu untuk tidak datang ke apartemen hari ini, pastinya semua ini sudah direncanakan oleh Sandra dan tidak ingin ada seorang pun yang mengetahui rencananya itu.


"Aku tunggu di luar dulu ya San sembari menunggu si mbok datang."


Jelas saja tidak mungkin Kaindra berada di dalam kamar yang sama dengan Sandra meskipun dulu memang pernah ia melakukan itu walaupun tidak sampai ke tahap yang paling dalam tetapi hanya menemani Sandra saja, namun sekarang sudah berbeda. Kaindra dan Sandra bukan lagi sepasang kekasih bahkan Kaindra kini sudah mempunyai istri yang pastinya ia harus berusaha untuk menjaga kepercayaan dari Ayka dan tidak macam-macam dengan perempuan lain meskipun perempuan itu adalah mantan pacarnya sendiri.


Kaindra memutuskan untuk pergi dari kamar Sandra lebih baik ia menunggu di depan saja sembari menunggu si mbok ataupun Sandi yang datang ke sini.

__ADS_1


Tidak ada masalah bagi Sandra, perempuan itu langsung menganggukkan kepalanya tanda bahwa setuju jika Kaindra pergi dari kamar ini.


"Kenapa aku ngantuk sekali."


Kaindra beberapa kali menguap, matanya sudah terasa pedih sekali dan ingin segera memejamkan mata untuk tidur.


Sandra yang melihat reaksi dari Kaindra seperti itu langsung saja ia membuka selimut kemudian turun dari atas ranjang dan menghampiri Kaindra.


Pasti reaksi obat yang diberikan oleh Sandra itu sudah merasuk dan pastinya dalam hitungan detik Kaindra akan tertidur hingga dia tidak bisa merasakan apapun juga.


"San, aku"


Dan benar juga ketika Sandra menghampiri Kaindra langsung saja merebahkan tubuhnya di Sandra dan otomatis Sandra menangkapnya kemudian tersenyum.


Dengan pelan-pelan Sandra menyeret tubuh Kaindra yang berat itu ke atas ranjang, lalu memposisikan tubuh Kaindra itu sebagaimana nyamannya  hingga kemudian meninggalkan sebentar Kaindra yang sudah tertidur.


Sandra turun dari atas ranjang, lalu mempersiapkan alat perekam yang sudah disiapkan tujuannya adalah untuk merekam semua aktivitas yang dilakukan oleh Sandra nanti dan mengirimkan bukti itu kepada Ayka.


Sudah pasti jika Ayka menerima bukti yang diberikan oleh Sandra, perempuan itu nantinya akan meminta cerai dari Kaindra dan saat itulah dirinya akan masuk untuk membuat kekacauan dan juga untuk berhubungan kembali dengan Kaindra.


Sandra tersenyum kenapa tidak dari dulu ia melakukan seperti ini kalau tahu rencananya mulus seperti ini pastinya Sandra sudah melakukan ini dari pertama kali datang ke Indonesia dan tidak pusing-pusing untuk menjerat Kaindra ke dalam pelukannya.


Setelah alat perekamnya siap Sandra lalu menghampiri Kaindra yang membuka satu persatu kancing kemeja Kaindra, dan semua yang menempel di tubuh Kaindra, hingga laki-laki itu tidak menggunakan sehelai bahan pun dan menutupinya dengan selimut.

__ADS_1


Begitu juga dengan Sandra perempuan itu juga melakukan yang sama ia membuka semua pakaiannya dan kini tidur di samping Kaindra.


__ADS_2