
"Bang Kai semalam pulang jam berapa?"
Tanya Ayka yang saat ini sudah berada satu mobil dengan Kaindra tentunya pagi ini ia berangkat ke sekolah bersama dengan Kaindra, bukannya pernikahan mereka sudah diketahui untuk umum tetapi Ayka punya banyak alasan jika nanti teman-temannya menanyakan kenapa ia bisa bersama dengan Kaindra
Bingung dengan jawaban yang akan diberikan oleh Kaindra sehingga laki-laki itu terlihat sejenak memikirkan jam berapa yang pas untuk dirinya berbohong meskipun sejujurnya Kaindra tidak ingin berbohong namun situasi yang membuatnya seperti ini.
"Jam 11.00 malam sayank, maaf bateraiku lowbat jadi aku tidak bisa menghubungimu."
Kaindra juga terpaksa berbohong padahal baterainya penuh hanya saja entahlah, ia juga tidak menyangka tiba-tiba ponselnya mati begitu saja padahal setelah dihidupkan baterai di ponselnya juga tidak berkurang sama sekali bahkan masih penuh.
Kaindra juga terpaksa berbohong tentang kepulangannya padahal ia baru pulang tadi pagi-pagi sekali namun tidak mungkin jika Kaindra mengatakan kalau ia baru pulang tadi pagi, apa yang akan dijadikan alasan kepada Ayka dengan semuanya itu.
"Maaf, aku ketiduran dan niatnya ingin menunggu Abang jadinya malah ketiduran di depan TV."
"Tidak masalah sayank, aku yang meminta maaf karena sudah membuat kamu menunggu."
Kaindra mengambil tangan Ayka dan menggenggamnya dengan sangat erat, entah apa yang akan terjadi jika Ayka mengetahui kejadian semalam yang pasti tidak bisa membayangkan.
Terlebih lagi Kaindra mengingat dengan ucapan yang dilontarkan oleh Ayka beberapa waktu yang lalu tentu saja ia takut jika mengetahui kejadian itu Ayka akan benar-benar pergi meninggalkannya.
Tidak aku tidak akan mengatakan kejadian itu dan sebisa mungkin aku harus menutup rapat-rapat mulut Sandra supaya tidak membocorkannya kepada Ayka, aku tidak sanggup untuk kehilangan kamu dan pastinya Aku tidak akan pernah melepaskanmu meskipun aku akui semalam aku telah melakukan kesalahan yang sangat fatal.
Setelah menempuh perjalanan kurang dari lima belas menit, mobil yang dikemudikan oleh Kaindra sudah sampai di parkiran sekolah tentu saja Ayka dengan tenang keluar dari mobil Kaindra itu.
Meskipun pagi ini suasana di sekolah sudah sangat ramai tetapi itu tidak masalah bagi Ayka yang udah menyiapkan beberapa jawaban jika nanti teman-temannya yang kepo mengapa ia bisa bareng dengan guru BK yang tampan tetapi juga galak.
__ADS_1
"Nanti tungguin Abang ya Ay, sepertinya seharian ini aku di sekolah dan tidak pergi ke perusahaan."
"Oke beres seperti biasa aku pulangnya paling akhir ya Bang."
Cup
Mencium kening Ayka dengan sangat lama, entahlah apa ia bisa melakukan ini lagi setelah Ayka mengetahui semua yang terjadi bahkan apakah ia sanggup nanti melihat kesedihan di wajah Ayka jika sandra benar memberitahu apa yang sudah terjadi semalam.
"Belajar yang rajin sayank."
"Tentu saja aku kan ingin cepat-cepat lulus dan ingin memberikan anak untuk Bang Kai."
Deg
Kaindra kaget dengan ucapan yang dilontarkan oleh Ayka, bukan ia tidak senang mendengar penuturan dari Ayka itu tetapi rasanya ada yang aneh mengapa tiba-tiba istrinya itu malahan mengucapkan tentang anak, yang mana kaindra mengingat kalau semalam ia sudah melakukan itu kepada Sandra meskipun ia tidak ingat sama sekali apa yang dilakukan tetapi tadi pagi melihat bukti yang ada Kaindra yakin jika semalam memang sudah terjadi sesuatu antara dirinya dengan Sandra.
Kalau sampai itu terjadi, dan apa yang dipikirkan oleh Kaindra itu benar, maka Sandra akan mengandung anaknya, lalu bagaimana dengan Ayka yang sepertinya Ayka sudah bersemangat sekali ingin hamil.
"Bang, haloo."
Ayka menepuk pundak Kaindra, rasanya ada sesuatu yang aneh dengan suaminya saat Ayka membahas tentang anak, yang mana biasanya Kaindra selalu bersemangat jika Ayka membahas untuk memberikan keturunan kepada Kaindra tetapi pagi ini rasanya berbeda sama seperti yang dirasakan oleh Ayka tadi sewaktu bangun tidur.
"Iya sayang kenapa?"
Tuh kan ada yang aneh lagi ada apa denganmu Bang, kenapa kamu jadi seperti ini dan sepertinya kamu tidak senang jika aku membahas tentang anak
__ADS_1
Kecurigaan muncul di benak Ayka yang pastinya ia juga tidak tahu mengapa suaminya jadi berubah pikiran seperti ini, namun Ayka mencoba menepis semua hal-hal negatif dari diri Kaindra yang mana mungkin suaminya sedang lelah jadi tidak konsentrasi dengan apa yang sudah ia ucapkan.
"Tidak apa-apa Bang, aku keluar ya."
Ayka tersenyum, tidak mungkin ia membahas apa yang diucapkan, terlebih lagi melihat ekspresi wajah Kaindra yang sepertinya sedang memendam sesuatu padanya namun Ayka sendiri enggan untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, takut jika Kaindra tersinggung dan tentunya Ayka akan mencoba memahami dengan apa yang dilakukan oleh Kaindra di perusahaan pastinya Kaindra sangat lelah sekali karena menyelesaikan beberapa macam urusan hingga pulangnya larut malam.
Tidak ada jawaban dari Kaindra, bukan karena ia sudah tidak menyukai Ayka lagi atau bagaimana tetapi yang ada di pikirannya saat ini adalah tentang Sandra, benar-benar takut jika nanti Sandra akan mengatakan itu kepada aika.
Setelah melihat Ayka yang tidak terlihat, Kaindra kemudian turun dari mobil, ia tidak langsung ke ruangan guru ataupun ke ruangannya tapi stand by di depan tentunya itu adalah tugas dari Kaindra setiap hari memberikan hukuman kepada siswa-siswa yang terlambat datang.
Beberapa jam kemudian, setelah menghukum murid-murid yang terlambat, Kaindra langsung saja menuju ke ruangnya yang terletak di atas di sebelah pojok dan tentunya ruangannya itu tidak mudah dijangkau oleh siapapun karena terlalu jauh dari lobi depan sekolahan.
Tentunya Kaindra memikirkan apa yang akan terjadi jika nanti Ayka mengetahui sebenarnya. Dan apakah ia akan bertanggung jawab, jika memang benar ada benih yang sudah ditanamkan di rahim Sandra.
Arghhh
Memikirkan itu semua kepala Kaindra rasanya ingin pecah saja dan itu terjadi karena kesalahannya kenapa ia tidak tegas untuk menolak permintaan Sandra yang sudah jelas-jelas Sandra masih menaruh harapan yang besar padanya dan tentunya kenapa ia juga sendirian untuk masuk ke apartemen Sandra, sudah tahu kalau Sandra adalah perempuan yang sangat licik pasti akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan dirinya.
Tetapi sayang sekali semua sudah terlambat disesali pun tidak ada gunanya karena pastinya Kaindra yakin jika Sandra tidak tinggal diam jika nanti memang terjadi sesuatu kepada perempuan itu.
Kaindra sama sekali tidak tenang, ia mengambil ponsel dan ingin menghubungi Sandra tetapi sayang sekali ponsel Sandra mati dan Kaindra malahan semakin was-was saja takut jika Sandra berbuat nekat dan akan mengatakan kepada Ayka.
"Sialan!! Awas saja kalau sampai kamu mengatakan itu kepada Ayka, yang pastinya Aku tidak akan memaafkanmu."
Sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Sandra bukan karena ia kangen atau ada rasa dengan perempuan itu tetapi ia ingin menegaskan, menegaskan sekali lagi kepada Sandra kalau Sandra tidak boleh macam-macam dengan Ayka dan pastinya Kaindra akan mengancam perempuan itu kalau nanti Sandra benar-benar membongkar rahasianya, maka tidak ada ampun bagi Sandra lagi.
__ADS_1
Kaindra mengambil kunci kemudian keluar dari ruangan pribadinya yang tentu saja hari ini sebenarnya ia tidak ada jadwal sama sekali namun ia juga tidak mood untuk pergi ke perusahaan yang nyatanya nanti semua pekerjaan tidak akan terselesaikan jika dia dalam keadaan yang tidak mood seperti ini.