
Kaindra kepikiran dengan kejadian semalam, ia langsung saja mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan ruangannya, tentu saja ia akan bertemu dengan Sandra siang ini.
Sedangkan Ayka, ini adalah waktu pergantian jam dan entah mengapa ia ingin sekali pergi ke ruangan suaminya bukan hanya karena rindu semata-mata tetapi ada sesuatu yang mengganjal dibenak dan juga pikirannya, rasanya ada yang aneh dengan sikap Kaindra tadi pagi.
Ayka yang hampir saja berada di lorong tempat ruangan kaindra saat ini, ia menggelengkan kepalanya karena ia sudah melihat Kaindra keluar dari ruangannya buru-buru tetapi Kaindra tidak melihat keberadaan Ayka saat ini.
"Bang Kai mau ke mana? dia sepertinya buru-buru sekali?"
Ya Ayka hanya mampu melihat suaminya saja tetapi tidak mungkin ia mengejar apalagi berteriak memanggil Kaindra.
Dan juga tidak mungkin menanyakan mau pergi ke mana Kaindra saat ini. Ayka yang terdiam sembari melihat pergerakan Kaindra yang ternyata suaminya itu melangkahkan kakinya menuju ke depan, dan sudah dipastikan jika Kaindra menuju ke parkiran dan akan keluar dari sekolah ini.
Ayka melangkahkan kakinya dan sedikit berlari, tentunya ia penasaran, apa betul jika Kaindra akan keluar dari sekolah ini, padahal tadi seperti yang Kaindra bilang jika Ayka tidak ada urusan lagi di perusahaan dan akan seharian ini berada di sekolahan tetapi nyatanya baru beberapa jam Kaindra di sekolah, dia langsung pergi saja tanpa memberikan kabar kepada Ayka
"Sepertinya ada yang aneh, kenapa Bang Kai buru-buru pergi dari sekolah ini dan tidak memberikan kabar sama sekali padaku padahal sebelumnya tidak, jika Bang Kai ingin pergi, pastinya dia mengirimkan pesan kepadaku."
Aneh sekali dan juga perasaan Ayka semakin tidak menentu saja, namun saat ini Ayka tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi ia masih menerima pelajaran sampai nanti pukul 2 siang dan tentu Ayka tidak bisa sembarangan keluar dari sekolah ini.
Kaindra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sudah mengirimkan pesan kepada Sandra, dan tentu saja Kaindra lega karena Sandra membuka pesannya. Dan Kaindra bertujuan untuk menemuinya di sebuah restoran dan pastinya ia akan membicarakan hal yang sangat penting ini kepada Sandra.
Lima belas menit kemudian, Kaindra sudah memarkirkan mobilnya tepat di restoran yang seperti ia katakan kepada Sandra dan Kaindra melihat kalau mobil Sandra sudah terparkir di parkiran dan itu berarti Sandra sudah berada di dalam.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Kaindra memasuki restoran itu, ia melihat ke segala arah dan tentunya mencari keberadaan Sandra hingga akhirnya perempuan itu melambaikan tangannya karena melihat Kaindra yang sepertinya mencari dirinya.
"Aku tahu kamu pasti akan menemui ku lagi."
Ya Sandra sudah berpikir bahkan ia sangat yakin jika Kaindra pasti akan menemuinya lagi terlebih setelah kejadian semalam tentunya ini adalah senjata bagi Sandra untuk tidak melepaskan Kaindra, meskipun mereka belum mengetahui apapun yang terjadi namun Sandra akan memanfaatkan keadaan ini dengan sebaik-baiknya.
"Jangan geer dulu San, aku menemuimu bukan untuk apa-apa hanya Aku ingin membicarakan hal yang serius ini kepada kamu."
"Membicarakan apa? tentang tanggung jawab kamu dan pernikahan kita?"
Ya Sandra mencoba untuk tidak basa-basi, langsung saja mengetes bagaimana pendapat Kaindra jika Sandra meminta pertanggungjawaban dan ingin dinikahi oleh Kaindra, tentu saja sebelum Kaindra menjawab, Sandra sudah tahu terlebih dahulu bagaimana jawaban dari Kaindra itu.
"Aku tidak ngaco, aku juga berkata yang sejujurnya, aku tahu jika kamu mempunyai istri tetapi tidak ada salahnya jika kamu menceraikan istri kamu dan menikahiku atau kamu lupa dengan apa yang sudah kamu lakukan padaku semalam? Dan juga apa kamu tidak berpikir jika nantinya aku hamil dan itu anak kamu, lalu bagaimana dengan nasibku?"
Kaindr hanya terdiam, ia tidak lupa dengan apa yang terjadi semalam meskipun ia juga tidak begitu sadar dengan apa yang dilakukan tetapi melihat kenyataannya, ia yang sudah tidak berpakaian dan tidur bersama Sandra membuat Kaindra itu yakin dengan apa yang terjadi semalam ini bersama Sandra.
"Aku tahu, kamu menginginkan sebuah anak dan itu tidak diberikan oleh Ayka dan jika nanti aku hamil apakah kamu akan membuang anak itu dan tidak mengakui anak itu sebagai anak kamu?"
Kaindra terdiam lagi, Jujur saja di usianya yang sudah dewasa dan hampir tua, ia menginginkan seorang anak tetapi bukan caranya seperti ini ia menginginkan anak dari wanita yang benar-benar dicintainya yaitu dari Ayka.
Tetapi Kaindra sadar jika istrinya itu masih terlalu muda dan ia sudah berpikir positif kalau Ayka pastinya akan memberikan anak untuknya meskipun tidak sekarang.
__ADS_1
"Dan pastinya aku yakin, jika kamu tidak akan meragukan anak yang mungkin nanti ada tumbuh di rahim aku dan aku percaya jika kamu akan mengakuinya."
Sandra akan meracuni otak dan pikiran Kaindra supaya laki-laki itu nantinya akan menikahi dirinya dan juga menceraikan Ayka, karena Sandra tidak mau jika ia hanya dinikahi sebagai istri kedua saja tanpa Kaindra harus menceraikan terlebih dahulu Ayka.
"Jangan bicarakan itu lagi dan sebaiknya kamu meminum pil pencegahan kehamilan karena sampai kapanpun aku tidak akan bertanggung jawab jika kamu hamil dan juga jangan berpikir aku akan menikahimu."
Ya meskipun sangat kejam tetapi itu adalah cara yang tepat sebelum benar-benar ada benih yang tumbuh di dalam rahim Sandra, maka Kaindra harus mencegahnya terlebih dahulu.
Memang dulu Kaindra pernah mencintai Sandra tetapi sekarang sudah tidak ada rasa lagi di dalam hati Kaindra untuk Sandra, apalagi untuk menikahi mantan kekasihnya yang sudah menghianatinya.
"Dan lupakan tentang pernikahan, sampai kapanpun aku tidak akan menikahi kamu dan aku minta kamu tidak membicarakan kejadian tadi malam kepada Ayka karena aku sendiri juga tidak sadar apa yang telah aku lakukan."
Sandra kembali tersenyum, di dalam hati ia tahu jika apa yang dikatakan oleh Kaindra saat menemuinya adalah ini, namun Sandra tidak akan pernah menyerah, apalagi ia belum mendapatkan Kaindra sepenuhnya dan baru menghancurkan rumah tangga Kaindra, dan Sandra akan melakukan segala macam cara supaya hubungan Kaindra dengan Ayka secepatnya berakhir.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?"
"Aku akan mengabulkan semua permintaanmu tetapi kamu tidak boleh membocorkan apa yang telah terjadi di antara kita apalagi meminta pertanggungjawaban kepadaku."
Ya jalan satu-satunya adalah mengabulkan semua permintaan Sandra, karena Kaindra yakin jika Sandra itu perempuan yang matre dan apapun akan ia berikan kepada Sandra supaya Sandra tutup mulut dan tidak mengatakan semuanya kepada Ayka.
Meskipun Kaindra tidak sendiri, ia harus rela kehilangan perusahaan yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu namun jika itu demi rumah tangganya dengan Ayka, Kaindra rela karena sebenarnya juga tidak mengingat apa yang sedang ia lakukan bersama Sandra semalam tetapi ia yakin jika perempuan yang di depannya saat ini adalah perempuan licik yang pastinya mempunyai bukti-bukti tentang dirinya dan juga Sandra yang sudah tidur tadi malam.
__ADS_1