Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Kebenaran


__ADS_3

"Brengseekk!!"


Bima mengepalkan tangannya ketika ia melihat CCTV yang baru saja di lihatnya itu,.manakala menampilkan adegan aslinya di mana Sandra pura-pura sakit kepala dan juga pura-pura untuk meminta Kaindra mengambilkan ponsel dan juga terlihat di sana bagaimana pergerakan Sandra ketika sudah menaruhkan obat tidur di minuman Kaindra.


Bima juga melihat adegan di mana Kaindra tidak sadarkan diri setelah minum kopi yang sudah diberikan oleh obat tidur itu, kemudian Sandra dengan cepat beraksi membuka seluruh pakaina Kaindra dan juga pakaian dirinya sendiri.


Bima semakin tidak percaya dan menggelengkan kepalanya mana kala tidak terjadi apapun di antara Sandra dan Kaindra malam itu, hanya sebuah adegan yang direkam dan di rekayasa saja oleh Sandra dimana seolah-olah Kaindra melakukan hubungan badan dengan Sandra.


"Sialan!!"


Lagi lagi Bima mengumpat kesal, ia tidak menyangka jika Sandra bisa berbuat licik seperti itu dengan merekayasa semua adegan yang sudah dipertontonkan oleh kedua orang tua Kaindra dan Bima juga tidak habis pikir bagaimana bisa Kaindra tertipu seperti itu yang mana Kaindra adalah laki-laki yang pintar, tapi kenapa Kaindra bisa-bisanya dibohongi dengan adegan rekayasa yang dilakukan oleh Sandra.


"Cepat salin video itu ke sini!"


Bima juga tidak bodoh ia meminta laki-laki yang ada di depannya itu menyalin semua video yang asli nanti bisa dijadikan bukti kalau Sandra memang benar-benar sudah merekayasa dan tidak terjadi apapun juga malam itu.


"Terima kasih dan ini bayaran untuk kamu!"


Setelah menerima video yang asli, Bima meninggalkan laki-laki itu dan juga tidak lupa Bima memberikan bayaran 10 kali lipat dari apa yang sudah diberikan oleh Sandra.


Bima tersenyum penuh kemenangan, semoga ia tidak terlambat nantinya untuk membongkar semua rahasia kebusukan Sandra di depan keluarga Kaindra dan semoga saja pernikahan itu belum terjadi.


Bima ingin langsung ke rumah Kaindra, namun ia teringat masih ada satu lagi di mana harus Bima cari informasi supaya kejadian ini benar-benar murni rekayasa dari Sandra dan tidak adanya perlakuan apapun dari Kaindra.


"Rumah sakit."

__ADS_1


Ya saat ini yang dituju oleh Bima adalah rumah sakit, di mana Bima ingat betul waktu Kaindra memberikan surat keterangan kehamilan yang diperoleh dari rumah sakit di sekitar tempat tinggal Kaindra yang mana Bima juga masih mengingat dokter yang membubuhkan tanda tangan tentang surat keterangan itu.


Bima juga yakin jika Sandra pura-pura mengandung anak Kaindra dan sudah membayar orang untuk memberikan keterangan yang palsu tentang kehamilannya.


Laki-laki tampan itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia tidak mau lama-lama untuk sampai ke rumah sakit dan juga ingin segera memperoleh hasilnya tentang penyelidikan hari ini dan berharap semua yang ia lakukan itu tidak terlambat


"Don, gue sudah mendapatkan informasi yang penting di apartemen Sandra dan menurut lo memang benar semua adalah rekayasa, namun gue tidak bisa ke sana sekarang karena gue harus ke rumah sakit membuktikan juga jika Sandra memang benar-benar pura-pura untuk hamil dan gue minta lo tahan supaya pernikahan itu belum terjadi."


Di sela-sela perjalanannya Bima menghubungi Doni, ia mengatakan jika apa yang dipikirkan oleh Doni itu adalah benar dan semuanya hanya rekayasa kain Sandra saja dan Bima juga meminta supaya Doni mengulur waktu tentang pernikahan yang akan dilakukan dua jam lagi sampai menunggu dirinya datang membayar informasi yang lengkap tentang kehamilan Sandra.


Mobil yang dikemudikan oleh Bima sudah sampai di apartemen sebuah rumah sakit di mana Bima langsung bergegas untuk turun dan menemui dokter yang kemarin menangani Sandra ia yakin jika semuanya hanya pura-pura.


"Bisa bertemu dengan Dokter Ana?"


"Oh tidak tapi saya adalah kerabat dekat dokter ana dan ini sangat penting."


Resepsionis itu mengangguk, kemudian menunjukkan tempat di mana Dokter Ana saat ini sedang praktek dan tentu saja tidak ada kecurigaan dari resepsionis itu kepada Bima yang nyatanya Bima yang berpenampilan menarik dan juga sangat rapi.


Dan kebetulan sekali Dokter Ana sudah tidak ada pasien lagi sehingga Bima dengan mudah bisa menemui dokter itu.


"Tolong katakan kebenaran tentang surat ini."


Ya Bima memang tadi sebelum pergi dari rumah Kaindra dan bertemu dengan Kaindra, ia meminta semua bukti-bukti yang ditunjuk oleh Sandra kepada Kaindra termasuk surat keterangan dan alat tes kehamilan yang mana Bima bisa melacak sendiri kebenaran dari apa yang sudah Sandra berikan.


Dokter Ana sepertinya kaget ia juga terlihat ketakutan dengan apa yang Bima bahwa saat ini yang mana memang sejujurnya apa yang ada di dalam surat itu adalah benar namun itu bukan untuk Sandra tetapi untuk perempuan lain yang benar-benar sedang hamil begitu juga dengan alat tes kehamilan yang memang bukan milik Sandra.

__ADS_1


Bima tahu dokter seperti itu adalah dokter gadungan yang tidak bekerja secara profesional dan hanya memikirkan uang dan uang saja sehingga Bima sudah menyiapkan amplop coklat yang berisi uang dan tentunya lebih banyak dari yang diberikan oleh Sandra seperti yang dilakukan oleh Bima terhadap pemilik arpartemen tadi yang sudah menunjukkan rekaman CCTV aslinya.


"Cepat katakan !! Saya tidak ada waktu lagi untuk mendengar penjelasan Anda."


Tidak mau berbasa-basi Bima langsung saja menyerahkan amplop coklat yang berisi uang yang sangat banyak itu kepada dokter Ana dan pastinya dokter Ana pun tahu apa yang dimaksud oleh Bima.


Dokter Ana yang memang tidak munafik, perempuan itu mengambil amplop dan membukanya, ia benar-benar tidak menyangka jika akan menerima uang sebanyak ini dan benar saja jika dihitung jumlahnya itu lebih besar dari apa yang sudah diberikan oleh Sandra.


"Oke surat ini memang benar tetapi itu bukan milik Sandra, dia datang ke sini meminta aku untuk memberikan surat keterangan kalau dia memang hamil tetapi kenyataannya tidak dan juga tes kehamilan ini bukan punya Sandra."


Bima tersenyum penuh kemenangan, tidak susah untuk membuat wanita yang ada di depannya itu mengaku semuanya dan Bima sudah merekam semua pembicaraan dan kejujuran dokter Ana itu.


"Berarti Sandra memang tidak benar-benar hamil?"


Tanya Bima sekali lagi untuk memastikan jika apa yang didengarnya itu tidak salah kalau Sandra hanya berpura-pura saja.


"Tidak, Sandra tidak hamil. Beberapa hari yang lalu Sandra datang ke sini, aku sebenarnya adalah teman baik Sandra dan dia meminta aku untuk bekerja sama dengannya, yang awalnya aku tidak mau tetapi di samping aku kasihan dengan Sandra, Aku juga membutuhkan uang yang banyak sehingga Sandra memberikan aku penawaran itu."


"Oke aku paham sekarang dan terima kasih atas kerjasamanya."


Tidak mau basa-basi lagi dengan dokter Ana, dan memang dokter anak terlihat cantik tetapi licik. Dan setelah itu Bima keluar dari ruangan Dokter Ana.


Bagaimana mungkin yang dokter Ana katanya teman baik Sandra bisa mengkhianati teman baiknya sendiri yang mana dengan diberikan uang yang jumlahnya lebih besar dari pemberian Sandra, perempuan itu dengan cepat membongkar rahasia Sandra.


"Semoga tidak terlambat, aku juga harus memastikan kalau Ayka baik-baik saja dan masih berada di Indonesia."

__ADS_1


__ADS_2