Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
171.Gadis Gesrek


__ADS_3

Arumi saat ini sedang mempersiapkan berkas-berkas penting untuk pertemuan nya siang nanti dengan pemilik perusahaan Jansen. Louisa asisten sekaligus sahabat Arumi membantunya mempersiapkan semua nya.


Pagi ini Arumi nampak cantik mengenakan dress berwarna maroon di padukan dengan blazer putih yang membuatnya terlihat dewasa. Rambut nya ia biarkan tergerai tak lupa ia memberikan sentuhan manis di bibir ranum nya.


" Sebentar lagi mereka datang,gue denger tuan Andrew ganteng banget lho Ar, " goda Louisa sambil menaik turunkan kedua alisnya.


" Ganteng juga bule yang tadi pagi ketemu gue di bandara,tapi sayang_" ucapan Arumi terhenti karena Louisa sahabat sengklek nya tiba-tiba memotong pembicaraan nya.


" Tapi sayang kenapa?" tanya Lorenz mulai kepo.


" Jutek banget,dia belum tahu Arumi Salim paling cetar membahana" celetuk Arumi yang langsung mendapatkan toyoran kepala oleh Louisa


Tuh kan dia benar - benar durjana,mana ada asisten seperti nya di muka bumi ini.


" Meeting dengan perusahaannya Jansen akan di mulai sebentar lagi,lo harus siap- siap" ucap Louisa.


Sementara itu Andrew kini sedang dalam perjalanan menuju SL Corporation. Sebentar lagi ia akan terlambat datang. Andrew benar- benar kesal,karena bertemu dengan wanita tadi membuatnya terlambat datang ke perusahaan tersebut.


" Kenapa wajah anda di tekuk seperti itu tuan?" tanya Morgan selidik ketika melihat wajah tuan nya tidak bersahabat.


" Tadi saat sampai di bandara aku bertemu dengan gadis aneh,dan aku tidak menyukai nya" jawab Andrew.


" Wanita itu terus menerus menggoda ku,meminta nomor ku karena ia takut aku kenapa-kenapa. Dia pikir aku ini pria lemah yang akan terluka hanya luka kecil" protes Andrew terus menerus menggerutu.


" Awas jangan terlalu benci tuan,nanti rasa benci mu berubah menjadi bucin " goda Morgan membuat Andrew mendelik menatap nya.


" Apa kau sudah bosan hidup Morgan?" ketus Andrew. Namun bukannya takut Morgan malah menertawakan bos nya itu. Ia berharap bos nya akan menemukan cinta sejati nya setelah ini.


Setelah pertempuran dengan Kavin William, Andrew menjadi lebih banyak berdiam diri. Ia seperti anak ABG yang sedang putus cinta. membuat Morgan ikut gegana. Karena apa yang Morgan lakukan selalu salah. Andrew terpaksa kembali ke Indonesia karena ia harus menangani beberapa proyek yang tidak bisa di atasi oleh Morgan.

__ADS_1


Setelah lama berkendara akhirnya mereka sampai di perusahaan yang mereka tuju. Andrew keluar dari mobil nya dengan begitu gagah ia berjalan masuk di dampingi Morgan.


Arumi, Louisa dan yang lainnya sudah berada di ruang meeting. Mereka menunggu kedatangan tamu penting mereka tuan Andrew yang datang sedikit terlambat.


Tak lama kemudian tuan Andrew dan asistennya Morgan memasuki ruang meeting. Arumi terkejut setengah mati ketika ia melihat wajah si bule tampan yang ia temui tadi pagi. Seolah semesta sedang berpihak kepadanya yang mempertemukan nya kembali dengan si bule tampan.


Tuan Andrew pun terkejut melihat gadis gesrek yang tadi pagi ia temui berada di ruangan yang sama dengannya. Andrew mendekati Morgan lalu berbisik," Siapa wanita itu?" tanya Andrew selidik.


Morgan terkekeh mendengar pertanyaan bos nya,ia pikir bos nya tidak akan tertarik lagi kepada wanita. " Dia putri keluarga Salim tuan" jawab Morgan dengan nada pelan.


" Apa?" Andrew terkejut mendengar ucapan Morgan.


" Segitu terpesona nya anda dengan nona Salim tuan?" goda Morgan lagi.


" Kau benar-benar ingin mati Morgan", sarkas Andrew dengan sorot mata yang tajam.


Arumi pun memulai meeting mereka di dampingi Louisa,tidak ada yang menyangka sifat kedua wanita itu berbanding jauh dengan tingkah mereka saat bekerja.


Satu jam mereka berada di ruangan tersebut,rapat pun telah usai. Audrey dan Andrew bersalaman untuk kerjasama yang akan mereka mulai.


" Senang bekerja sama dengan anda nona Salim" ucap Andrew ramah.


Arumi menatap wajah tampan Andrew lebih lama,seolah ia sedang mentransfer kan sihir cinta nya kepada Andrew. Ia mendekat kan wajah nya di depan wajah Andrew.


" Sebentar lagi kita akan bekerja sama membuat cinta yang indah " bisik Arumi lalu tersenyum. Arumi meninggalkan Andrew yang masih terkejut mendengar ucapan absurd Arumi. Selang beberapa menit ia bergidik ngiri membayangkan ia akan mencintai wanita gesrek itu.


Tidak pernah Andrew bayang kan ia akan mencintai wanita agresif sepertinya,Big No. Melihat mereka seakan saling mengenal membuat jiwa kepo Morgan meronta-ronta. Sepanjang perjalanan menuju lantai bawah Morgan terus memberikan banyak pertanyaan ia kepada Andrew.


Andrew memutar kedua bola mata nya malas,Morgan yang begitu di takuti oleh anggota tim nya mengapa kini menjadi seperti ibu- ibu yang suka bergibah. Andai Roy mengetahui Morgan seperti ini,sudah di pastikan ia akan malu besar oleh rival nya.

__ADS_1


" Kau? mengoceh terus seperti ini ku pastikan Roy akan ku beritahu,kalau kau sekarang seperti wanita penggosip" ancam Andrew membuat Morgan otomatis menutup mulutnya. Ia tidak lagi banyak berbicara,karena saat ini diam sepertinya lebih baik.


Kedua nya memasuki mobil,dengan cepat Morgan melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan milik Arumi.


Sama halnya seperti Morgan, Louisa saat ini sedang menginterogasi Arumi dengan tatapan selidik.


" Jadi dia bule tampan yang lo maksud?" tanya Louisa.


" Iya,ganteng banget kan?" puji Arumi sambil membayangkan ia dan Andrew berdansa di atas kapal pesiar dengan nuansa romantis.


Oh astaga membayangkan nya saja membuat jantung Arumi berdetak kencang. Ia membayang kan ia berdiri seperti pemeran utama wanita dalam film romantis sambil membentangkan tangannya. Dan Andrew memeluknya dari belakang,namun tiba-tiba saja Andrew mendorong nya hingga jatuh ke dalam laut. Membuat Arumi mengentikan khayalan nya, ternyata saat Arumi sedang berkhayal Louisa malah menoyor kepala nya membuat semua lamunan Arumi auto ambyar.


Arumi mendelik menatap sahabat durjana nya itu dengan tatapan tajam.


" Lo lagi mikirin apa hayo?" tanya Louisa penasaran.


" Idih,kepo".


" Lo tahu kebanyakan melamun membuat lo di antar ke rumah sakit?" tanya Louisa lagi.


" Nggak apa-apa dokter nya ganteng-ganteng,apalagi rumah sakit Adhitama punya stok dokter tampan yang banyak" celetuk Arumi membuat Louisa malas mendengar nya.


" Masalahnya gejala sering melamun itu gejala kejiwaan dan harus di bawa ke rumah sakit jiwa", ucap Lorenz lalu tergelak tawa.


" Sialan lo!!" Arumi mencebik kepada Louisa.


" Gue yakin gue berjodoh dengan ai bule tampan itu" ucap Arumi begitu yakin.


" Iya deh, daripada lo nangis nanti gue yang repot" balas Louisa.

__ADS_1


..............


Jangan lupa like komen dan Vote gaess


__ADS_2