
"Jangan dekat dekat!!"
Seru Ayka kepada Kaindra, yang saat ini mereka berdua sudah berada di dalam taxi.
Ya, Kaindra memilih untuk naik taxi saja, padahal tadi Bima sudah menawarkan mobil nya untuk di pakai Kaindra, tetapi Kaindra tidak mau.
"Kenapa? Aku suami kamu loh Ay, dan kamu masih istri ku.", jawab Kaindra dengan tersenyum, ia tau kalau istri nya ini sedang mode merajuk.
Dan Kaindra juga tau kalau Ayka sudah mengetahui semuanya, semua tentang kebohongan Sandra. Dan tentu saja itu semua dari Sandi.
Yah, baru saja Sandi mengirimkan pesan kepada Kaindra, yang intinya kalau Ayka sudah tau semua nya yang terjadi, maka dari itu Kaindra berani menggoda Ayka saat ini karena ia tau kalau istri nya itu sedang mode manja dan merajuk.
"Istri? Bilang istri tapi kenapa selingkuhin aku?"
__ADS_1
Ujar Ayka masih dengan nada emosi nya. Perempuan cantik itu kini sudah tidak main main lagi dengan Kaindra, dan memang ngambek beneran.
Grepp
Kaindra memeluk tubuh Ayka, sungguh..ia tidak tau harus bagaimana lagi menjelaskan tentang semua nya ini, yang memang nyatanya Kaindra tidak selingkuh sama sekali, ia hanya kasihan dengan Sandra waktu itu dan tidak ada yang diminta tolong, maka dari itu..mau tidak mau Kaindra nekad untuk ke apartemen Sandra dan terjadilah aksi jebakan itu.
"Sayank, sudah aku bilang kalau aku tidak selingkuh...aku juga tidak pernah menghianati kamu, semua itu hanyalah jebakan saja sayank dan aku janji akan berkata jujur sama kamu dan tidak membohongi kamu..maafkan atas semua kesalahanku. Aku rela kamu hukum asalkan kamu mau memaafkan aku, tetapi jangan pernah ninggalin aku."
"Ya sudah kalau begitu, jangan dekat-dekat sama aku dan nanti malam kita tidur terpisah."
"Astaga, tidak mungkin yank, aku tidak mungkin melakukan itu terlebih lagi bagaimana aku bisa tidur tanpa memeluk kamu."
Jelas aja Kaindra protes dengan apa yang diucapkan oleh istrinya mana mungkin ia bisa tidur terpisah dengan istrinya, terlebih lagi sudah beberapa hari Kaindra tidak bisa memejamkan matanya, memang ia bersama dengan Ayka, tetapi pikirannya sedang kemana-mana, bukan memikirkan perempuan lain tetapi memikirkan masalah yang sedang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
"Alasan .. buktinya saja kemarin juga bisa tidur, tidak dengan aku."
"Mana buktinya? apa kamu lihat aku tidur pulas beberapa malam ini, yang ada aku gelisah mikirin kamu .. mikirin tentang Kita."
"Ya sudah kalau begitu lebih baik aku turun saja, aku mau pulang ke rumah dan jangan mencariku, kalau Bang Kai nggak mau menerima hukuman ini."
Astaga apa yang harus aku lakukan, mengapa jadi begini ... tidak mungkin kita yang satu atab tapi malah tidur terpisah...
"Ke jalan Sudirman Pak."
Belum lagi masalahnya terselesaikan, saat ini Kaindra melototkan matanya ketika ia mendengar Ayka yang meminta Pak sopir untuk menuju ke jalan Sudirman, Kaindra tahu jalan itu adalah tempat di mana rumah Ayka berada.
Aku tidak boleh menyerah dan aku harus menaklukkan kembali Ika mana mungkin aku tidak bersalah dan aku juga harus memperjuangkannya, bagaimanapun Ayka adalah istriku dan kali ini aku harus mengikutinya kemanapun dia pergi...
__ADS_1