
"Dengan senang hati sayank."
Kaindra memeluk dengan sangat erat ia bahkan tidak curiga sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu bahkan Kaindra merasa lega jika istrinya tidak menaruh curiga kepadanya yang tiba-tiba pergi tanpa izin dan juga pulang larut malam begini.
"Aku sangat mencintai kamu Ay dan tidak ingin kehilangan kamu."
Itu yang diucapkan oleh Kaindra ketika laki-laki itu memeluk Ayka bahkan pelukannya sangat erat seperti Kaindra tidak ingin kehilangan atau melepaskan Ayka.
Deg
Ayka menggelengkan kepalanya pelan, ia kaget ketika lagi-lagi dirinya mencium aroma parfum wanita di pakaian Kaindra dan aromanya itu sama persis dengan apa yang tadi siang diciumnya
Mungkinkah hidung Ayka bermasalah tetapi sepertinya tidak, bahkan saat ini Ayka masih memeluk tubuh Kaindra dengan sangat erat dan kembali lagi ia menghirup aroma pakaian Kaindra yang wanginya memang berbeda dari parfum yang biasanya Kaindra pakai.
Tidak tidak mungkin tidak mungkin Bang Kai pergi dengan perempuan yang sama dan pastinya kalau itu memang benar ini bukanlah klien karena tidak mungkin klien mengajak ketemuan sampai larut malam begini, terlebih lagi itu seorang perempuan.
Iya sebodoh-bodohnya Ayka, ia tau betul dengan seluk-beluk perusahaan meskipun Ayka tidak terjun di dalam perusahaan langsung tetapi ia juga tahu jika tidak mungkin seseorang klien apalagi perempuan itu mengajak ketemuan malam-malam begini yang pastinya itu bukan klien tetapi perempuan biasa yang entahlah Ayka sendiri bingung harus mendeskripsikan perempuan itu seperti apa.
Ayka memejamkan matanya, ia sebenarnya ingin menetaskan air mata tetapi ia tahan karena tidak mungkin jika dirinya terlihat menangis di depan Kaindra maka semua rencananya akan gagal berantakan dan tidak seperti yang sudah direncanakan dirinya dengan Brian tadi malam.
__ADS_1
Dengan sekuat hati dan tenaga Ayka mencoba untuk tidak menangis, ia juga masih pura-pura untuk kuat di depan Kaindra yang memang nyatanya konsep dari rencana Ayka dengan Brian itu seperti itu supaya Kaindra tidak curiga dan pastinya akan lebih mudah menangkap basah Kaindra jika memang suaminya itu terbukti berbuat yang macam-macam.
Dirasa buktinya sudah cukup, Ayka melepaskan pelukan Kaindra kemudian ia menatap lekat-lekat wajah Kaindra yang sama sekali tidak ada kebohongan di matanya, memang tidak tampak jika Kaindra berbohong dengan Ayka tetapi entahlah rasanya Ayka masih belum percaya jika Kaindra malam ini pergi untuk urusan bisnis.
"Sudah peluknya, kenapa cuma sebentar.. aku masih kuat kok Ay untuk meluk kamu lama."
"Nanti saja, sebaiknya mandi dulu... bau tahu."
Sebisa mungkin Ayka menyembunyikan rasa kecewanya terhadap Kaindra, ia bahkan saat ini bisa tertawa di depan suaminya itu yang entahlah jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan Ayka saat ini pastinya bercampur aduk antara sedih dan juga ada rasa kecewa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata lagi bagaimana perasaan Ayka saat ini.
"Iya sayank meskipun aku bau tapi kamu tetap pengen aku peluk kan, aku mandi dulu nanti dilanjut lagi, aku kangen sama kamu Ay."
Ayka hanya menganggukkan kepalanya dan melihat pergerakan suaminya saat ini menuju ke kamar mandi.
Entahlah, Ayka sendiri tidak tahu bagaimana caranya menyikapi perasaan ini yang jelas-jelas bukti pertama Ayka sudah kantongin jika Kaindra memang pergi bersama dengan perempuan lain, tinggal besok bagaimana ceritanya dari Brian yang mendapatkan kabar tentang siapa pengguna apartemen Jasmine itu apakah memang benar Ayka mengenal perempuan yang ada di sana atau tidak.
Ayka menuju ke balkon, perempuan cantik itu juga mengambil ponselnya berniat untuk menghubungi Brian karena ia tidak tahu lagi bagaimana mencurahkan segala isi hatinya malam ini dan tentu saja hanyalah Brian yang bisa mendengarkan dan bisa memberikan saran untuknya.
"Dugaanku benar kalau Kaindra memang pergi dengan perempuan." ucap Ayka setelah telepon nya tersambung.
__ADS_1
"Jangan salah duga dulu Ay, kamu belum tahu kebenarannya nanti kamu sendiri yang menyesal dengan prasangka buruk kamu itu."
Meskipun curiga tetapi Brian masih mencoba untuk tidak membuat Ayka terpancing emosi dan menyimpulkan sesuatu yang belum jelas itu apa yang pastinya Brian saat ini sebagai sahabatnya tidak mau jika Ayka nanti menyesal dengan apa yang sudah ia putuskan.
"Aku tidak mengada-ngada, kau masih ingat kan tentang parfum yang nempel di pakaian pastinya baru saja aku mencium parfum itu lagi dan ini sama persis dengan apa yang aku cium tadi siang. Kalau seperti itu apakah aku tidak boleh curiga dengan Kaindra? apakah aku tidak boleh menduga-duga kalau memang Kaindra pergi dengan perempuan lain?"
Brian terdiam sesaat meskipun ia berbicara jarak jauh dengan Ayka tetapi sebisa mungkin laki-laki itu harus mampu membuat Ayka tenang dan juga nyaman, terlebih lagi semua rencana yang disusun yang akan dilakukan bersama Ayka dan pastinya jika mereka gegabah, Kaindra akan mengetahui apa yang sebenarnya yang Ayka sudah ketahui.
"Oke tenang dulu Ay, kamu harus tenang dan sebaiknya kamu tutup teleponnya dan kamu hapus air matamu, jangan menangis besok kita ketemuan dan besok kita bahas rencana selanjutnya."
"Tapi aku tidak sabar untuk menunggu besok dan bagaimana dengan teman kamu itu apakah sudah mendapatkan informasi tentang siapa penghuni di apartemen Jasmine itu, jujur saja Bi ... aku penasaran siapa yang Kaindra kunjungi di sana."
"Belum Ay, aku sudah menghubungi temanku tetapi dia lagi sibuk mungkin satu atau dua jam lagi dia akan menghubungiku kembali."
Ya Brian tidak berbohong, ia sama dengan Ayka saat ini sedang menunggu informasi dari temannya tentang keberadaan siapa yang ada di apartemen Jasmine itu.
"Lalu apa yang harus aku lakukan Bi? Aku benar-benar tidak tahan dan ingin sekali aku menanyakan macam-macam kepada Kaindra tetapi mengingat dengan rencananya akan kita susun, rasanya itu tidak mungkin nanti kalau aku menanyakan nya dan kita gagal untuk menyelidiki semuanya ini."
"Yang harus kamu lakukan, kamu sekarang tenang dan tutup teleponnya, hapus air matamu kemudian tidurlah dan jangan kamu pikirkan apapun itu yang harus kamu pikirkan adalah diri kamu sendiri kesehatanmu jika kamu tidak tidur, nanti kamu sakit maka rencana kita akan gagal semuanya dan pastinya kamu akan semakin penasaran siapa yang berada di belakang Kaindra saat ini, siapa yang sedang bersama Kaindra saat ini dan perempuan mana yang sudah jalan dengan suami kamu itu."
__ADS_1
Akhirnya Ayka memutuskan untuk menutup sambungan telepon dari Brian dan perempuan itu langsung saja beranjak menuju ke atas ranjang terlebih lagi Kaindra saat ini masih berada di dalam kamar mandi yang pastinya ia tidak mau jika nanti Kaindra curiga dan berakibat buruk dari misi penyelidikannya besok.
Semoga yang aku takutkan tidak terjadi dan jika itu sampai terjadi dan aku membuktikannya sendiri, maaf sekali Bang Kai, mau tidak mau aku harus meninggalkanmu karena aku tidak mau mempunyai suami yang tukang selingkuh, sekali kamu berselingkuh maka selamanya kamu akan melakukan itu.