Terjerat Cinta Sang Pewaris

Terjerat Cinta Sang Pewaris
Mata Mata


__ADS_3

Setelah kepergian Kaindra, Ayka juga bergegas untuk turun dari atas ranjang, ia tidak mau ketinggalan untuk mengikuti kemana Kaindra pergi malam ini tentu saja Ayka sudah bertekad untuk membuntuti ke mana Kaindra pergi.


Perempuan itu langsung saja mengambil jaket kemudian mengambil kunci mobil dan juga tas, tidak lupa juga membawa ponselnya untuk menghubungi Brian karena tidak mungkin jika dirinya pergi sendirian malam ini pastinya Ayka butuh seorang teman untuk membantunya dan juga melindunginya.


Jujur saja setelah menikah, Ayka jadi takut untuk keluar malam terlebih lagi jalanan di sekitar rumah Papa mertuanya ini begitu sepi dan pastinya ia juga butuh seseorang untuk dijadikan teman cerita, berbagi kisahnya yang entahlah apa bisa dikatakan ini adalah kisah yang buruk atau tidak yang pastinya malam ini memang Ayka butuh seorang teman dan Ayka sudah memutuskan untuk menghubungi Brian.


Sembari mengemudikan mobilnya perempuan cantik itu menelpon Brian, tetapi sayang sekali ponsel Brian tidak aktif bahkan sudah berulang kali Ayka mencoba untuk menghubungi Brian dengan nomor yang berbeda-beda yang Brian punya tetapi sama saja, kelima nomor yang biasanya dipakai Brian itu tidak aktif semua.


Ayka menggelengkan kepalanya pelan karena nyatanya Brian tidak bisa dihubungi tetapi Ayka juga tidak akan menyerah atau kembali ke rumah yang nyatanya perempuan itu sudah keluar dari rumah dan saat ini sedang mengikuti di mana mobil Kaindra berjalan dan pastinya Ayka masih melihat dari belakang mobil Kaindra yang masih ada di depan.


Pastinya dengan atau tanpa Brian, Ayka akan tetap membuntuti Kaindra, terserah nanti apakah hasilnya bagaimana yang jelas ia tidak pesan penasaran lagi ke mana suaminya itu pergi malam ini.


Sama sekali Ayka juga tidak menghubungi Sandi karena ia masih ragu apakah Sandi bisa menjadi pendengar yang baik atau bisa memutuskan sesuatu yang baik seperti Brian tentu saja ia yang baru mengenal sayndi yang mungkin sedikit tidak begitu percaya dengan laki-laki itu terlebih lagi Sandi memendam rasa padanya dan pastinya ia takut jika momen seperti ini digunakan Sandi untuk mendekati dirinya dan menjelekkan Kaindra.


"Sepertinya aku pernah pergi ke tempat ini."


Ya setelah Ayka membuntuti kemana perginya suaminya itu ia mengingat sedikit demi sedikit dengan jalanan yang ia lalui saat ini yang pastinya aika juga tidak lupa ini tempat apa dan juga di mana Yang pastinya ini menuju ke sebuah apartemen mewah dan elit yang ada di kota ini.


"Apartemen, menemui siapa Bang Kai?"


Penasaran manakala ia melihat mobil Kaindra yang berbelok ke arah kiri dan sudah dipastikan jika arah itu adalah arah di mana apartemen mewah dan megah yang sudah Ayka pikirkan tetapi sayang sekali sebelum ia berhasil membuntuti Kaindra dari dalam jarak yang dekat, lampu merah tiba-tiba sudah menyala dan membuat Ayka mau tidak mau untuk menghentikan mobilnya.


"Sialan!!"


Umpat Ayka kesal mana kala ia mau tidak mau harus menghentikan mobilnya dan ia jadi tidak tahu di mana dan dengan siapa suaminya saat ini di apartemen itu.


Yang pastinya Ayka yakin sehingga mobil yang dikemudikan oleh Kaindra itu sedang menuju ke apartemen tetapi sayang sekali Ayka juga tidak tahu siapa yang berada di sana dan Kaindra menemui siapa hingga malam-malam begini suaminya itu tega tidak minta izin dulu kepadanya.


Setelah lampu hijau menyala, Ayka buru-buru untuk menancapkan gasnya kemudian melajukan mobilnya ke tempat apartemen yang dituju dan berharap jika jejak suaminya belum hilang dan aika bisa tahu dengan siapakah Kaindra pergi malam ini.


Ayka menghentikan mobilnya mana kala ia sudah berada di parkiran sebuah apartemen mewah yang pastinya ia belum turun tetapi Ayka melihat ke sekeliling tempat itu di mana ia bisa menemukan mobil suaminya


Tetapi sayang sekali mobil Kaindra tidak ada di sana bahkan saking tidak percayanya, Ayka keluar dari mobil dan hendak secara langsung deretan mobil-mobil mewah yang terparkir di tempat itu dan pastinya setelah Ayka melihat dengan jelas tidak ada mobil Kaindra di sana.


"Brengsek!!"


Kesal campur kecewa manakala ia tidak menemukan mobil suaminya tetapi yang jelas-jelas Ayka yakin jika tadi mobil Kaindra bergerak di sini tetapi sayang sekali Ayka tidak bisa mengikuti jejak Kaindra lagi dan juga tidak tahu siapa yang dijemput oleh Kaindra dan siapa yang berada di apartemen ini apakah itu seorang perempuan atau seorang laki-laki.


Kesal, Ayka memutuskan untuk masuk ke dalam mobil dan keluar dari parkiran apartemen mewah itu tentu saja ia jadi bingung harus ke mana melajukan mobilnya saat ini mau mencari keberadaan Kaindra itu tidak mungkin karena Jakarta sangat luas dan juga ia tidak tahu kemana perginya suaminya malam-malam begini.


Sedangkan di tempat lain Brian yang baru saja melakukan adegan panas langsung saja menghidupkan ponselnya, sudah menjadi kebiasaan laki-laki itu jika bertemu dengan wanita malam pasti ia tidak menghidupkan ponselnya dengan satu alasan karena ia tidak mau diganggu.

__ADS_1


"Ayka, ada apa dia berulang kali menelponku?"


Ya banyak panggilan tak terjawab yang ada di ponselnya meskipun ponsel Brian mati tetapi notifikasinya masih ada dan membuat Brian bingung kenapa malam-malam begini sahabatnya itu menelponnya.


Tidak ingin penasaran Brian mencoba menghubungi Ayka, tetapi sayang sekali Ayka tidak menjawab panggilan dari ponselnya itu yang membuat Brian semakin khawatir saja dengan apa yang terjadi oleh sahabatnya.


Brian buru-buru untuk keluar dari kamar hotel, laki-laki itu dengan cepat melajukan mobilnya dan tujuan utamanya saat ini adalah ke rumah Kaindra yang Brian yakin jika berada di sana dan pastinya sedang membutuhkan pertolongannya.


"Bukankah itu mobil Ayka?"


Beruntung sekali, belum juga Brian berbelok ke arah kanan tetapi dari kejauhan ia sudah mengenali mobil yang di depannya itu adalah mobil Ayka. Yang pastinya Brian memutuskan untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menyusul mobil Ayka supaya tidak ketinggalan.


Untung saja jalanan malam ini sepi hingga Brian saat ini sudah berada di sebelah mobil Ayka dan memastikan jika memang benar mobil mewah yang dilihatnya itu adalah mobil Ayka.


"Astaga Ay, kamu kenapa? apa yang terjadi? Pinggirin mobilnya."


Brian menggelengkan kepalanya manakala melihat Ayka yang saat ini terlihat sangat kacau dengan ekspresi wajahnya yang tidak bisa diartikan dan Ayka melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi dan juga tidak teratur tentu saja itu membuat Brian khawatir dan menebak jika memang terjadi sesuatu dengan Ayka


Ayka menurut ucapan Brian ia menepikan mobilnya dan menghentikan mobilnya seketika namun perempuan cantik itu tidak keluar dari mobil hanya diam di belakang setir kemudi menunggu Brian menghampirinya.


"Hai ada apa?"


Ayak tidak menjawab ia bahkan hanya diam tanpa melihat ke arah Brian yang membuat laki-laki itu menjadi panik dan juga khawatir dan dengan cepat Brian masuk ke dalam mobil aykya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan sahabatnya.


"Hei, ada apa ceritakan padaku?"


Setelah Brian sampai di dalam mobil, laki-laki itu langsung saja menarik tubuh Ayka dan memeluknya ia tahu jika Ayka sudah seperti ini itu tandanya aikat sedang tidak baik-baik saja dan menyimpan sesuatu yang membuat hatinya terluka dan sakit hati.


Ayka tidak menolak pelukan dari Brian bahkan ia membalas pelukan dari sahabatnya itu yang mana memang ia dan pria sering melakukannya ia hanya sebatas pelukan saja tidak lebih dari itu karena Ayka sendiri sudah menganggap Brian itu sebagai saudaranya yang siap menerima curhatan dari dirinya sejak dahulu dan mungkin hingga nanti.


"Ceritanya panjang, bisakah kamu membawa aku ke sebuah tempat di mana kita bisa mengobrol dan jangan di sini?"


Brian mengangguk, ia tidak banyak bicara lagi ataupun menanyakan sesuatu kepada Ayka dan langsung saja ia keluar dari mobil dan memposisikan dirinya untuk berada di belakang setir kemudi menggantikan Ayka sementara mobilnya Brian ia taruh di pinggir jalan saja dan menghubungi sopir yang ada di rumah untuk mengambil mobil itu.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang diucapkan oleh Ayka begitupun juga Brian, karena Brian tahu jika sebenarnya ini adalah masalah serius dan pastinya Brian juga yakin nanti Ayka akan menceritakannya setelah ia sampai di tempat yang mungkin nyaman untuk berbagi cerita.


"Aku pesan minum dulu ya supaya kamu lebih tenang."


Ya cafe gaul tempat Brian dan juga Ayka sering menghabiskan waktunya di sini, tempat itu sangat nyaman meskipun ramai tetapi ada suasana tersendiri yang membuat mereka betah berlama-lama dan juga bercerita panjang dan lebar pastinya Ayka suka dengan suasana seperti ini.


"Minum dulu setelah itu cerita supaya beban yang ada di dalam pikiranmu itu berkurang siapa tahu aku bisa membantu."

__ADS_1


Bukan untuk mengorek informasi yang dalam dari Ayka tetapi Brian tahu jika mungkin masalah ini jauh lebih berat dibandingkan dengan masalah keluarga Ayka yang pastinya sebagai seorang sahabat dan juga laki-laki yang masih mencintai Ayka sampai saat ini Brian tidak akan membuat Ayka terlalu lama bersedih.


"Aku sedang mengikuti Bang Kaindra pergi karena aku curiga dengan sikap dan ulahnya akhir-akhir ini."


"Pak Kaindra ada apa dengan dia?"


"Entah lah, aku sendiri juga bingung tetapi rasanya perasaanku tidak enak dan rasanya ada sesuatu yang disembunyikan oleh Bang Kaindra padaku tetapi aku tidak tahu apakah itu."


"Mungkin itu hanya perasaan kamu saja dan karena kamu masih kangen dengan Pak Kaindra yang mana akhir-akhir ini Pak Kaindra sering sibuk dan tidak menjemput kamu ke sekolah."


Brian tentu saja berpikir positif lebih dulu ia tidak mungkin untuk menambahi kekhawatiran dan kecurigaan Ayka kepada Kaindra meskipun sebenarnya beliau juga merasakan kalau ada sesuatu yang berbeda dari Kaindra selama beberapa hari ini tetapi Brian juga tidak mungkin untuk mengatakannya kepada Ayka salah-salah malah Ayka berpikir yang tidak-tidak dan menjerumuskan Ayka ke dalam hal-hal yang tidak baik.


"Mana mungkin hanya perasaanku saja kalau setiap Bang Kaindra pulang aku mencium bau parfum perempuan dipakaiannya."


"Ay, kamu serius?"


"Apa kamu pernah melihat dan mendengar aku berbohong lagi buat apa dan untungnya apa aku berbohong sama kamu. Kamu juga tidak mendapatkan untung apa-apa dari cerita aku dan pastinya sudah dua hari ini Bang Kaindra sering pulang telat dan tidak mengabari ku tetapi sampai rumah aku mencium parfum perempuan."


Brian meraih kangen Ayka, menggenggam tangan perempuan cantik itu bertujuan untuk meredam emosi dan juga membuat Ayka sedikit lebih tenang.


Sebenarnya Brian juga emosi ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Ayka yang mana Ayka pastinya tidak akan berbohong apalagi hal ini terbilang sangat rahasia, dan mengenai parfum perempuan yang melekat di pakaian kaindra karenakan Brian itu bukan laki-laki yang baik pastinya ia paham betul jika parfum itu sudah melekat di pakaian oleh orang lain tandanya mereka bukan hanya sekedar untuk makan atau minum tetapi sudah ke tahap yang lebih inti walaupun hanya berpelukan saja namun itu sudah di luar batas sebagai seorang laki-laki dan perempuan yang tidak mempunyai hubungan apa-apa.


"Dan malam ini aku juga melihat tingkah Bang Kaindra yang aneh sekali setelah ia menerima telepon dan entah itu dari siapa bangkai langsung saja pergi tanpa pamitan sama aku."


"Lalu karena itu kamu membela-belakan diri untuk keluar malam dan membuntuti Pak Kaindra?"


Ayka mengangguk yang nyatanya memang seperti itu meskipun ia sendiri tidak begitu menyukai kalau melakukan cara seperti ini namun daripada ia penasaran dan tidak membuahkan hasil serta menebak-nebak apa yang dilakukan oleh suaminya aika memutuskan untuk keluar saja dan membuntuti ke mana suaminya itu pergi.


"Lalu bagaimana hasilnya apakah kamu menemukan Bang Kaindra dengan perempuan lain atau bagaimana?"


"Sayang sekali aku kehilangan jejaknya dan aku juga tidak tahu ke mana Bang Kaindra pergi setelah dari apartemen Jasmine."


Apartemen Jasmine bukankah itu apartemen mewah dan megah dan untuk apa Bang Kaindra berada di sana, yang pastinya ada yang tidak beres aku yakin jika Pak Kaindra itu bukan hanya sekedar untuk bertemu dengan klien atau temannya tetapi ada hal yang lain yang ia temu di sana dan pastinya jika memang benar apa yang diucapkan oleh Ayka dan pikiran aku juga tidak salah kalau Pak Kaindra macam-macam di luar sana dengan perempuan.


"Aku akan bantu kamu, apartemen Jasmine kan? aku kenal dengan pemilik salah satu apartemen di sana yang pastinya aku akan mencari tahu siapa saja yang tinggal di apartemen itu."


Ya tentu saja karena tingkah dan kelakuan Brian yang bukan laki-laki baik-baik ia jadi banyak kenalan dan tentu saja ini suatu keburuntungan untuk Ayka karena Brian yang dapat membantunya untuk menyelidiki siapa saja yang berada di apartemen mewah dan megah itu.


"Thanks Bi, kamu memang sahabat aku yang paling baik dan aku butuh informasi itu secepatnya bisa kan?"


"Tentu saja bisa, apa yang tidak Brian akukan untuk kamu Ayka, pastinya aku akan siap membantu apapun itu dan kamu jangan sungkan-sungkan untuk meminta pertolongan dariku. Dan jangan menganggap jika pertolongan dariku ini aku nanti akan meminta imbalan apapun dari kamu itu tidak mungkin meskipun di dalam lubuk hatiku aku masih saling mencintai kamu tetapi aku sadar jika kamu ditakdirkan bukan milikku kamu mencintai Pak kaindrya dan pastinya aku bahagia jika melihat kamu bahagia tetapi aku bersedih jika kamu melihat kamu seperti ini."

__ADS_1


Ayka mengangguk, ia tidak berpikir kalau Brian ingin meminta balasan karena telah menolongnya karena ia tahu Brian itu tulus membantunya dan Brian satu-satunya sahabat terbaik yang pernah Ayka miliki meskipun kadang ada rasa tidak enak di dalam diri Ayka kepada Brian namun Ayka segera menepisnya dengan kelakuan dan tindakan Brian yang membuat Ayka akhir nya biasa-biasa saja.


__ADS_2