
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
"benarkah?" tanya mama wildan menatap putra nya,dia menelisik wajah putra nya yang masih menatap ke laras
"sayang....kamu harus pilih siapa yang akan menjadi istri kamu,yakin kan hati mu jika pilihan mu adalah pilihan hati mu juga" jelas mama wildan lagi sambil tetap menggenggam tangan laras yang masih duduk disebelah nya.
"ngak usah tante,kalau memang kak wildan sudah dijodohkan dengan kakak ini maka saya mundur saja. Lagi pula mereka sudah saling kenal,jadi pasti nya akan lebih baik jika menikah nanti dari pada menikah dengan wanita yang belum dikenal seperti saya" ucap laras dengan senyuman yang dipaksakan oleh nya
Mama wildan menatap ke arah laras,mama wildan sudah menyukai laras. Karena menurut mama wildan kalau laras sangat sederhana,cantik nya juga alami dan pasti nya masih virgin. Mama wildan yakin akan hal itu,jadi putra tidak akan mendapatkan wanita bekas pria lain tapi kalau nila...mama wildan sedikit ragu,karena mama wildan mengetahui kalau nila sudah pernah berpacaran bahkan bukan sekali tapi sering bergonta-ganti pasangan
"tapi sayang....kamu ngak apa-apa?" tanya mama wildan menatap mata laras
__ADS_1
"saya ngak apa-apa tante,kalau boleh malam ini saya menginap disini. Besok baru saya kembali karena hari sudah malam,saya juga ngak tau mau pulang naik apa kalau pulang sekarang" ucap laras dengan lembut,mata nya sudah berkaca-kaca menahan tangisan nya apalagi hati nya saat ini seperti sesak.
"iya....apalagi kamu ini seorang gadis,jadi jangan berada dijalanan kalau malam-malam begini. Nanti bisa-bisa kamu diganggu oleh pria hidung belang" jawab mama wildan
"terima kasih tante..."jawab laras dengan lembut
"hhmm....kalau begitu kau tidur dikamar tamu saja,dirumah ini hanya ada tiga kamar. Kamar kami,kamar tamu dan kamar nya wildan. Mungkin malam ini wildan akan tidur bersama calon istri nya" jelas mama wildan
Hati laras terasa teriris,tapi dia berusaha untuk menahannya dengan menampilkan senyuman yang terpaksa di bibir nya. Mama wildan mengetahui hal itu,dia memperhatikan wajah wildan juga.
"kamar tamu ada disana,jika kau ingin beristirahat lebih dulu"jawab mama wildan menunjuk ke arah pintu yang tidak jauh dari mereka duduk.
__ADS_1
"baiklah....terima kasih tante ,kalau begitu saya permisi dulu" ucap laras yang ingin berjalan ke arah kamar tamu dengan hati nya yang sedikit sesak
Tiba-tiba tangannya ditarik oleh wildan membuat laras terkejut,dia melihat ke arah mama wildan yang tersenyum dengan lembut menatap wildan yang menarik tangan laras. Sementara nila cemberut,dia merasa kesal karena wildan menarik tangan laras dan membawa nya kedalam kamar nya.
Laras hanya bisa diam,dia masih terkejut dengan apa yang di lakukan oleh wildan. Mereka sudah sampai didalam kamar wildan,wildan menarik tangan laras hingga tubuh laras masuk kedalam pelukannya.
"kau tau aku mencintai mu,kenapa kau memberikan aku pada wanita lain?aku ngak suka" ucap wildan dengan ketus sambil terus memeluk tubuh laras
"harus nya kau mempertahankan aku bukan menyodorkan ku pada wnaita lain,apa kau tidak pernah mengerti perasaan ku?aku ingin kau juga menerima dan mencintai ku" ucap wildan lagi,dia merasa kesal karena laras malah menyerah dan tidak mempertahankan nya
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ