
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Citra mendekati betran,dia ingin memberikan ponsel nya pada betran. Tapi betran menggelengkan kepalanya,membuat citra bingung karena yang menelpon adalah kekasih nya.
"apa mereka sedang bertengkar?" tanya citra dalam hati
"eekkhm....betran sedang dikamar mandi,nanti kau bisa menelpon nya kembali" jawab citra,dia tidak ingin ikut campur masalah betran dengan kekasih nya itu
"hei....kenapa kau bisa bersama dengan calon suami ku hah?dasar wanita ja*lang ,pe*la*cur" umpat stevani dengan keras,membuat betran terkejut.
Citra sudah biasa dikatakan wanita ja*lang atau pun pe*la*cur, jadi dia bersikap biasa saja. Tapi wajah betran sudah memerah,dia merasa tertipu dengan wajah stevani yang lugu dan polos didepannya. Selama ini stevani tidak pernah bersikap tidak baik atau pun memaki seseornag,citra melihat wajah betran tapi dia tidak ingin membuat mereka berpisah.
"maaf mbak,saya juga ngak tau kenapa calon suami mu bisa datang ke kamar hotel saya. Padahal saya tidak membukakan pintu untuk nya ,hal itu juga yang ingin saya tanya kan pada calon suami mu" jawab citra dengan ketus sambil menatap tajam pada betran yang masih memakai handuk dililitkan di pinggangnya
__ADS_1
"hah....alasan,dengar ya....Betran milikku,sampai kapan pun dia akan menjadi milikku" bentak stevani dengan kasar
"oya?lalu kenapa kau meninggalkan nya?kau tidak takut kalau calon suami mu itu mencintaiku ?" tanya citra dnegan tersenyum sinis menatap wajah betran yang dari tadi menatap nya
"aku tidak meninggalkannya,hanya saja papa nya betran melarang ku untuk menemui nya kalau tidak....aku pasti sudah menjadi istri nya saat ini dan menguasai semua hartanya bukan kamu " jelas stevani tanpa sadar
Mata citra dan betran membulat sempurna,mereka tidak menyangka jika stevani akan mengatakan masalah harta pada nya. Betran yang kini berada di dekat citra langsung meraup bibir citra tanpa diketahui oleh citra ,citra semakin terkejut.
"hhmm....aaah...lepas" ucap citra yang mendorong tubuh betran,dia menatap tajam pada betran yang malah mengusap bibir citra yang masih ada sisa saliva miliknya dan memerah akibat gigitan dari nya
"kau....apa yang kau lakukan hah?kau tidak takut jika kekasih mu itu salah paham ?" tanya citra dengan kesal
"biarkan saja" jawab betran dengan santai,dia memakai pakaiannya didepan citra.
__ADS_1
Citra membulatkan matanya, dia terkejut mendengar ucapan betran tapi lebih terkejut dengan batangan milik betran yang terlihat besar dan panjang padahal belum berdiri tapi sudah terlihat besar.
tok...tok...tok...
Citra berdiri dan berjalan mendekati pintu,dia membuka pintu kamar nya dan mengambil makanan dari tangan go*food itu. Dia berjalan mendekati betran,dia menyodorkan kuitansi pembayaran yang harus dibayar . Betran menatap mata citra dengan bingung
"bayar,aku ngak punya uang . Semalam saja aku pinjam uang bayu" jawab citra karena pertanyaan betran melalui mata nya
Betran memberikan dompet nya pada citra,citra hanya mengambil beberapa lembar uang ratusan dan memberikannya pada go*food tadi.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1