
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Dessy dan zee bercerita panjang lebar mengenai penyakit bai li dan kehidupan bai li selama ini,mereka bercerita sambil menunggu bai li diperiksa oleh dokter disana. Zee tidak bisa seenaknya saja masuk dan menyalahi prosedur rumah sakit,kecuali memang keadaan bai li kritis.
ceklek
Pintu terbuka,dokter yang menangani bai li keluar dari ruangan darurat. Dokter itu menjelaskan masalah penyakit bai li pada zee, zee juga mengatakan yang sebenarnya mengenai kondisi bai li karena dia merupakan dokter pribadi bai li. Para dokter itu juga mengenal dokter zee, karena dokter zee merupakan senior mereka di fakultas dulu nya.
Dessy yang melihat dokter keluar langsung berdiri dan mendekati mereka bersama dengan zee,dessy tidak mengerti dengan apa yang mereka jelaskan karena mereka menjelaskannya menggunakan kata kedokteran.
"semua sudah baik-baik saja,hanya saja untuk selanjutnya dia harus merubah pola makan nya dan kebiasaan tidurnya jika tidak maka bisa fatal untuk kondisi tubuh nya"jelas zee sambil menatap wajah dessy yang khawatir
Tak lama bai li pun didorong diatas ranjang,dia dipindahkan ke ruangan vip yang sudah disediakan. Dessy mengikuti nya dari belakang,hingga mereka sampai didalam ruangan vip
Dessy mendirikan dayli disofΓ yang ada diruangan itu,sofa yang sedikit besar untuk keluarga yang menjaga nya. Dessy mendekati ranjang dimana bai li sudah dipindahkan dan tertidur dengan pulas nya,dia masih melihat dua perawat mengatur infus dan juga ranjang untuk bai li
__ADS_1
"sudah selesai,kami permisi dulu nona" ucap salah satu perawat
"ya.....terima kasih " jawab dessy dengan lembut
Dessy mendekati bai li dan menatap wajah tampan bai li yang pucat,wajah nya sangat kurus. Lingkar hitam dibawah matanya pun terlihat sangat jelas,dia mengelus pipi bai li dengan lembut dan mengecup kening bai li
"eekkhmmm....."
Bai li terbangun,dia membuka matanya dan melihat wajah dessy yang tersenyum. Dessy mengelus pucuk kepala bai lu dengan lembut ,kemudian mencium nya kembali.
"minum" ucap bai li tapi terdengar sangat pelan
Dessy mengambil air minum yang berada diatas meja disamping ranjang, dia memberikan minum itu dengan perlahan. Bai li tidak melepaskan tatapan nya dari wajah dessy,dia merasa masih bermimpi dan belum terbangun dari tidurnya
Setelah selesai memberikan minum,dessy meletakan gelas itu kembali diatas meja. Tangan bai li mengulur ingin menyentuh wajah dessy,dia seolah tidak percaya dengan penglihatannya. Dessy mengambil tangan bai li yang terulur dan meletakkannya dipipi nya,sambil tersenyum manis dessy menatap wajah bai li yang sudah berlinang air mata
__ADS_1
"kenapa?apa ada yang sakit?" tanya dessy dengan wajah khawatir
"aku....aku pasti sedang bermimpi" ucap bai li dengan pelan,tubuh nya terasa sangat lemah
"tidak....ini aku,dessy....aku mencintai mu,kenapa kau tidak pernah menjemput ku ?" jelas dessy sambil menggenggam tangan bai li yang masih dipipi nya
"aku juga mencintai mu,aku....aku tidak berani menjemput mu,aku takut kau menolak ku karena telah menyakiti mu" ucap bai li masih dengan tangisan nya
ceklek
Pintu terbuka dan menampilkan wajah khawatir paman jiang,dessy yang sudah ikut menangis melihat ke arah paman jiang. Dia terkejut,tapi dia berusaha untuk tenang. Apalagi disebelah paman jiang ada zee,jadi dia tidak perlu takut lagi.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1