
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Malam ini rayan sudah bergabung bersama max dan papa nya,terlihat gladis membawakan minuman juga makanan ringan untuk mereka. Dia meletakan nampan diatas meja dan menyusun nya didepan mereka masing-masing, seketika semua nya terdiam,rayan memperhatikan max yang menatap ke arah gladis dengan tatapan berbeda
Dari tadi sebelum gladis datang,sikap dan ucapan max pada rayan sangat dingin. Sesekali dia menatap pak randy dengan tatapan kasihan ,tapi saat ini rayan melihat sendiri raut wajah max yang terlihat senang saat melihat gladis. Senyuman tipis nampak di bibirnya membuat rayan yakin kalau max memiliki rasa pada istri nya itu
"gladis,duduk lah disini. Bergabung bersama kami" ucap pak randy
"hhmm....ngak usah pa,gladis didapur saja bersama bik inah " jawab gladis
Selama dirumah itu memang gladis sering menghabiskan waktu bersama dengan bik inah yang sudah dianggapnya seperti ibu nya sendiri,walaupun sesekali dia bersama dengan pak randy
__ADS_1
"duduk lah,kau juga harus istirahat" ucap rayan,gladis langsung terdiam dan duduk disebelah rayan. Dia menuruti perkataan rayan,karena bu panti pernah menasehati nya agar patuh pada suami nya walaupun suami nya tidak bersikap baik padanya. Semua itu pasti ada balasan baiknya untuk kita
Max terus memperhatikan gladis,karena mereka membicarakan masalah perusahaan jadi gladia menyibukkan diri dengan ponsel nya. Dia memberikan kabar pada Nadya juga teman-temannya yang masih bekerja di club,walaupun dia hanya menikah sebagai istri yang ngak dianggap tapi dia tetap saja bersyukur karena tidak harus melayani pria hidung belang lagi.
Rayan selalu memperhatikan wajah dan mata max,dia merasa semakin yakin kalau max menyukai gladis. Tiba-tiba terlintas dipikirkannya sebuah ide agar max dapat melakukan kerja sama dengan nya dan rayan yakin max pasti setuju,dia tersenyum membayangkan kalau rencana nya akan berhasil
Pembicaraan rayan mengenai kerja sama dengan perusahaan max tidak membuahkan hasil,apalagi papa nya tidak mendukung nya sama sekali. Papa nya ngak mau ikut campur urusan perusahaan lagi,apalagi menjadikan nya sebagai pertimbangan buat max untuk menanamkan saham nya di perusahaan . Walaupun perusahaan itu merupakan perusahaan milik keluarga nya tapi dia tetap saja ingin membuat rayan berusaha untuk memajukan perusahaan itu
Max terkejut,dia melihat ke arah rayan dengan kesal. Dia berpikir jika rayan ingin mengajak gladia keluar,berbeda dengan pak randy. Wajah pak randy terlihat senang tapi dia juga masih bingung karena ucapan rayan pada gladis
"tidak ada...." jawab gladis yang ikut bingung
__ADS_1
"hhmmm....kamu temani tuan max berkeliling kota minggu ini" ucap rayan membuat pak randy mengernyitkan dahi nya,dia semakin bingung dengan ucapan rayan
"aku?" tanya gladis bingung
"kenapa harus max?kok ngak kamu aja yang pergi bersama gladis keliling dikota ini?"tanya pak randy
"hhmm....lagian aku ngak begitu tau daerah di kota ini,aku hanya tau ke pasar karena sering berbelanja dengan bibik " jelas gladis
Max hanya tersenyum saja,dia melihat wajah gladis yang cemberut terlihat lebih menggemaskan apalagi bibir gladis yang cemberut. Rayan melihat semua nya,dia terus memperhatikan wajah max dan gladis secara bergantian .
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ