
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Max kembali ke perusahaan nya yang berada dikota itu,dia mulai memilih perusahaan-perusahaan yang berkualitas yang bisa dia investasikan . Max juga berjanji akan menginap dirumah pak randy,karena memang dia biasa menginap disana saat berada di kota itu
Gladis sudah membereskan semuanya,hari ini dia tidur lebih cepat dari biasa nya karena tubuh nya sedikit lelah. Pak randy juga tidur lebih awal,karena memang dia sudah mengantuk akibat obat yang dikonsumsi nya. Penyakit jantung nya yang sering kumat membuatnya harus rutin meminum obat
Malam telah larut,rayan pulang dalam keadaan mabuk seperti biasa nya. Dia masuk kedalam kamar nya dan melihat gladis yang sudah tidur diranjang besar nya,dengan tersenyum dia mendekati gladis dan mulai mencumbui nya. Gladis yang merasa terusik karena sentuhan tangan seseornag diatas tubuhnya,dia membuka matanya dan menghirup aroma alkohol yang sangat menyengat.
Tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali saat rayan menggerayangi nya dengan sangat kasar,kedua bukit kembar milik gladis habis di hisap dan digigit nya dengan kasar hingga gladis menjerit menahan sakitnya. Hanya sekali menjerit,karena dia takut jika suara nya membangunkan pak randy. Apalagi saat rayan menghentakan batangan miliknya ke dalam daerah sensitif gladis dengan kuat,membuat gladis menangis kesakitan . Dia bukan menikmatinya tapi dia benar-benar merasa kesakitan hingga akhirnya rayan menyemburkan benih nya didalam milik gladis
__ADS_1
Ini lah yang ditakutkan oleh gladis,jika dia hanya memakai obat penunda hamil saja maka saat seperti ini dia bisa hamil juga. Apalagi rayan tidak ingin anak dari wanita seperti nya,melihat rayan yang sudah terbaring disamping nya. Gladis berdiri dan berjalan menuju kamar mandi,dia membersihkan tubuh nya. Bagian sensitif nya masih terasa sakit,mungkin karena rayan melakukannya dengan kasar tanpa kelembutan.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian,gladis berjalan keluar kamar menuju dapur. Dia ingin membuatkan minuman madu hangat untuk rayan agar pengaruh alkohol nya berkurang,dia tidak ingin membuat pak randy semakin sedih. Dia juga ingin makan sesuatu,karena perutnya merasa kelaparan
Saat sampai di dapur,dia mengambil minuman dingin didalam lemari pendingin. Dia meneguk minuman dingin yang sudah didalam gelas nya,kemudian dia membuat mi instan dua bungkus karena dia merasa sangat lapar sekali.
Gladis sudah meletakan mangkok berisi mi diatas meja,dia memakan mi instan yang dari tadi sudah membuat perutnya semakin lapar. Karena minuman nya habis,kemudian dia ingin mengambil minuman dingin tapi tiba-tiba dia terkejut karena ada max yang sudah berada tepat dibelakang nya.
"maaf mengagetkan mu,hhmmm.....aku lapar ,apa ada yang bisa dimakan?" ucap max yang kini sudah mengambil minuman dingin juga,karena sibuk bekerja dia lupa makan malam dan berakhir dengan perut yang kelaparan
__ADS_1
"hanya ada mi instan tuan,tapi....hanya tinggal itu saja" jawab gladis menunjuk mi instan yang sudah dimasak nya,dia juga begitu lapar. Tadi dia hanya melihat dua bungkus mi instan saja
"ah....ya,ngak apa-apa. Terima kasih sudah memasak nya untuk ku" ucap max yang kini duduk di depan mi instan yang sudah dimakan gladis
"tuan...itu punya saya,sudah saya makan. Bekas saya,sebaiknya tuan pesan makanan online saja " jelas gladis,karena memang perut nya masih sedikit lapar
Max menatap gladis dan mi instan didepannya,dia mengernyitkan dahi nya saat melihat bibir gladis yang sudah berminyak karna mi instan. Kemudian dia tersenyum menatap gladis
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ