
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Max terkejut dengan ungkapan yang disampaikan oleh gladis,tapi dia merasa senang karena gladis dapat memahami nya. Max menciumi wajah gladis dan memeluknya dengan erat,dia tidak menyangka gladis akan mau tetap mengikuti nya
"terima kasih sayang,terima kasih karena sudah menerima ku" bisik max dengan lembut di telinga gladis,gladis hanya menganggukan kepalanya. Gladis berdiri dan ingin merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur karena memang dia sangat lelah,max juga ikut disampingnya. Mereka kembali tidur setelah mengantarkan para keluarga keluar gedung apartemen
Tak terasa seminggu berlalu,setelah pernikahannya dengan gladis. Max membereskan urusan pekerjaannya di perusahaan yang berada dikota itu,dia ingin segera memboyong istri nya untuk kembali ke rumah yang sudah disiapkan nya.
Max memang sudah membeli rumah di kompleks perumahan elit dinegara nya,dia sudah menyiapkan untuk istri dan anak-anak nya kelak. Dia tidak ingin membuat keributan diantara orang tua dan kakeknya,karena mereka masing-masing ingin menyuruh max untuk tinggal bersama mereka karena mereka kesepian.
Max memilih jalan tengah,dia membeli rumah yang cukup besar untuk istri nya. Walaupun saat itu dia belum tau siapa yang akan menjadi istri nya nanti,bagi nya yang terpenting punya rumah. Saat ini rumah nya ditempati oleh sepasang suami istri yang dipercaya nya untuk mengurus rumah nya,mereka merupakan pelayan yang lama bekerja dengan kedua ornag tuanya dan pernah ikut merawat dirinya saat kecil dulu.
__ADS_1
"sayang....kaku sudah siap?" tanya max yang kini sudah berada di apartemen nya ,dulu selama dia berada dikota itu dia selalu tinggal di apartemen itu.
"sudah....kita jadi singgah ke panti dulu kan?" tanya gladis,dia ingin berpamitan pada bu panti dan anak-anak disana yang sudah dianggapnya sebagai adiknya
"iya....kita akan singgah dulu,lagi pula kita berangkat menggunakan jet pribadi kita jadi ngak perlu takut terlambat" jelas max sambil mengelus pucuk kepala gladis
Gladis tersenyum,dia menatap pria yang berada dekat mobil yang biasa max kendarai. Pria itu membungkukkan tubuhnya setengah saat gladis dan max sudah berada didepannya,gladis menatap ke arah max seperti meminta penjelasan
"hallo nona,silahkan masuk. Saya akan mengantar anda ke rumah panti sekarang" jawab asisten max sambil membuka pintu mobil untuk gladis
"terima kasih pak" jawab gladis sopan,karena pria didepannya termasuk pria paruh baya yang sudah sedikit berumur
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju rumah panti,max terus menggenggam tangan gladis dengan erat. Gladis pun membalas genggaman tangan max hingga mereka sampai di panti,max turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk gladis
Bu panti yang mendengar suara mobil langsung keluar dari rumah nya,dia berjalan keluar karena memang gladis menelpon lebih dulu kalau dirinya akan datang dan meminta ijin untuk berangkat ke negara max tinggal.
"bu....aku pamit,jaga adik-adik. Jika ada apa-apa cepat beritahu aku"ucap gladis sambil memeluk tubuh bu panti,bu panti membalasnya
"hati-hati disana dan layani suami mu dengan baik,turuti apa pun perkataan suami mu dan jangan membantah nya...." nasehat bu panti, gladis menangis dipelukan bu panti sambil mengangguk
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1