
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Wajah paman jiang kembali bersemi,dia menatap dessy dengan lembut. Dessy jadi merasa sangat takut dengan senyuman paman jiang yang menatap ke arah nya,dia tidak bisa memastikan kalau paman jiang akan berniat buruk atau tidak pada nya
"kalau begitu,ambil uang itu sebagai ucapan terima kasih ku karena kau sudah membantu ku menyatukan bai li dan lili" ucap paman jiang sambil tersenyum
"tidak perlu paman,calon suami ku orang kaya. Dia akan memberikan yang terbaik buat anak kami nanti" jawab dessy sambil berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu
Dessy membereskan barang milik nya sambil menangis,dada nya terasa sangat sesak. Dia akan mencari rumah kontrakan,tabungan nya juga tidak banyak. Dia harus bisa menghasilkan uang,tapi tidak dengan menjual tubuh nya seperti dulu lagi.
Setelah membereskan semuanya,dia pun memilih ke rumah Nadya. Dia ingat kalau Nadya memiliki rumah kontrakan yang cukup banyak,untuk sementara dia akan tinggal disana. Setelah itu dia akan pergi dari rumah kontrakan Nadya,karena kontrakan Nadya sangat dekat dengan club . Dessy yakin suatu saat nanti bai li akan datang ke club milik ayah nya itu,dia tidak ingin bai li mengetahui keberadaan anak yang dikandungan nya
__ADS_1
Dessy sudah berada dirumah Nadya,tapi Nadya tidak ada dirumah nya. Bibik yang bekerja pada Nadya mengatakan kalau Nadya sedang menemani steve terapi ,mungkin pulang nya agak lama. Bibik menyuruh dessy untuk menunggu didalam kamar tamu dimana dirinya tidur tadi malam,tapi dessy menolak. Dia juga bingung mau kemana karena memang dia tidak punya saudara sama sekali,karena semua saudara bahkan kedua ornag tua nya sudah menanggap nya mati.
Dessy duduk di halte tak jauh dari rumah Nadya,dia masih memikirkan akan pergi kemana hingga dia melihat seorang ibu yang sedikit berumur terlihat kelelahan dan hampir pingsan. Dessy mendekati ibu itu dan membantu nya untuk duduk dibangku halte sebelah nya
"terima kasih nak"ucap ibu itu yang baru saja meminum air mineral botol yang dibawa oleh dessy
"sama-sama bu,ibu mau kemana?" ucap dessy,dia memperhatikan pakaian ibu itu yang terlihat sangat anggun dan berkelas
"ibu dari luar kota,tadi ibu memaksa anak ibu untuk ikut ke kota ini karena dia ada pertemuan dengan rekan bisnis nya disini. Ibu bosan dirumah sendirian" jelas ibu itu,dessy masih mendengar kan saja tanpa membantah ucapan ibu itu
"tapi saat sampai disini,ibu juga disuruh nunggu disalah satu ruangan di perusahaan itu juga dan akhirnya ibu keluar dari sana dan berjalan-jalan hingga sampai disini" ucap ibu itu dengan perasaan bersalah
__ADS_1
"hhmm....kaki ibu sakit,karena dari tadi ibu bingung harus kemana lagi. Seperti nya ibu sudah jalan jauh juga dari perusahaan itu"jelas ibu itu dengan sedih
"ooh....jadi ibu pergi ngak bilang-bilang?"tanya dessy menatap ibu itu yang menganggukan kepalanya
"apa nama perusahaan itu buk,biar aku anterin ibu kesana" ucap dessy ,walaupun dia sedang kesusahan setidak nya dia bisa membantu orang lain terlebih dahulu
Ibu itu pun menyebutkan nama perusahaan yang memang agak jauh dari halte tempat mereka duduk,dia membawa koper nya juga kesana. Dia ingin membantu ibu itu bertemu dengan anak nya,apalagi ponsel ibu itu habis baterai.
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1