
☘☘☘☘☘☘☘
"bik....dimana makanan nya?aku sudah lapar" teriak stevani dengan nyaring, dia tidka melihat bahwa betran berada dikaki bibik pelayan
"iii...iya non" jawab bibik dengan nada takut
Betran berdiri dari posisi nya,dia menatap tajam ke arah stevani yang bertindak seenak nya di apartemen nya. Stevani terkejut melihat betran dibawah bibik itu,dia kembali menampilkan wajah polos nya
"sayang....kamu sudah pulang ?aku lapar tapi pembantu ini tidak mau membuatkan makanan untukku" ucap stevani dengan nada manja nya,dia berjalan mendekati betran dan menggandeng tangan betran dengan lembut tapi tangan nya dihempaskan oleh betran
Betran berjalan menuju sofa,dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Kemudian dia berbalik ke tempat bibik yang masih berdiri didapur dengan kaki nya yang sedikit perih dan sakit.
__ADS_1
"bik.....duduk lah dulu,sebentar lagi supir papa akan menjemput bibik dan membawa bibik ke rumah sakit. Untuk sementara bibik istirahat saja ngak usah bekerja,biar aku bilang sama mama " ucap betran yang membantu bibik pelayan untuk duduk dikursi makan yang tadi dia duduki
"tapi tuan muda...nona ingin saya buatkan makanan" jawab bibik pelayan itu
"dia bukan nona disini,lagi pula bibik ngak ada kerjaan membuat makanan. Sebaiknya duduk saja dan kaki bibik juga dibuat oleh nya,kita bisa menuntut nya jika bibik mau " jelas betran membuat stevani terkejut mendengar ucapan betran
"sayang....kamu bicara apa sih?aku calon istri mu,pembantu ini sudah kurang ajar makanya aku memberinya pelajaran biar jangan kebiasaan " ucap stevani dengan nada manja nya
"kau jangan kurang ajar,aku sudah tau semua nya" bentak betran dengan mata yang menyalang
"apa bibik itu yang mengatakannya pada mu?dia bohong sayang,kamu ngak percaya sama aku hhmmm?" tanya stevani dengan lembut,dia merasa melihat betran agak berubah karena bersikap kasar pada nya. Dulu betran tidak pernah sekasar itu pada nya
__ADS_1
"bibik tidak mengatakan apa pun,aku melihat nya dari cctv. Aku bisa menuntut mu karena sudah membuat keributan disini,kau bisa dipenjara karena aku punya bukti dan saksi " jelas betran membuat tubuh stevani gemetar
"hhmm....sayang,kamu kok begitu sama aku.." ucap stevani sambil menangis,dia mengeluarkan jurus terakhirnya. Biasanya betran akan memenuhi keinginan stevani jika dia menangis,karena betran tidak suka melihat stevani menangis
"jangan mengeluarkan air mata buaya mu, aku sudah tau siapa kau sebenarnya "ucap betran dengan tatapan matanya yang masih tajam,stevani terkejut.
Stevani kembali mendekati betran,dia berusaha untuk merayu betran lagi. Dia ingin memeluk tubuh betran tapi betran menghindar hingga dia jatuh ke lantai,disaat bersamaan supir pribadi papa nya datang seperti perintah betran
Betran mendekati pak supir yang sudah mengabdi cukup lama dengan papa nya,dia memberitahukan mengenai bibik pelayan agar dibawa kerumah sakit dan memberikan beberapa uang ratusan untuk membayar pengobatan bibik pelayan. Kemudian dia berjalan lagi menuju stevani yang sudah duduk manis di sofa dengan santai
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘