
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Ratu mencoba untuk tersenyum menatap wajah darul yang masih terlihat santai,dia tidak ingin dianggap lemah oleh darul. Paling tidak setelah berpisah dengan darul,dia akan membuka usaha dari modal yang diberikan oleh darul nanti nya.
"deal...."jawab ratu dengan menampilkan senyuman manis nya,walaupun hati nya terasa sesak tapi dia memang harus sadar diri.
"aku akan membuat surat perjanjiannya,kita akan melakukannya sebelum menikah. Aku akan memberikan mahar pernikahan yang cukup besar untuk ibu mu,agar setelah kita menikah ibu dan adik mu bisa mendapatkan tempat yang layak. Karena aku tau kalau rumah kalian masih rumah kontrakan " jelas darul yang sudah mencari tau mengenai kehidupan ratu
"baiklah....terserah kau saja,aku ngak masalah. Walaupun nantinya aku dikatakan materialistis tapi aku ngak masalah karena aku memang menikahi mu karena uang" ucap ratu sambil mengedipkan sebelah mata nya,mencoba terus tersenyum dihadapan darul
Waktu terus berlalu,ratu kini sudah resmi menjadi nyonya darul. Kedua orang tua darul sangat menyayangi ratu,begitu juga dengan darul. Dia memenuhi janjinya,membeli rumah yang tidak begitu besar untuk ibu dan adik ratu karena memang dia permintaan ratu. Setiap bulannya ,darul mengirimkan uang untuk biayai ibu dan adik ratu.
__ADS_1
Ratu tinggal bersama kedua ornag tua darul,hans tidak pernah berani menunjukan wajah nya lagi dirumah darul. Dia memilih untuk tidak ikut campur urusan darul lagi,karena setelah percekcokan yang terjadi mengenai kehidupan ratu. Darul langsung mengambil tindakan untuk mengurangi investasi di perusahaan hans,hal itu membuat kedua ornag tua hans marah besar dan mengirim hans untuk mengurus perusahaan yang baru di dirikan dipinggiran kota
Tak terasa usia pernikahan ratu dan darul sudah setahun lebih,mama darul berkali-kali memberikan obat kesuburan untuk rahim ratu. Kedua orang tua darul ingin sekali memiliki cucu,apalagi darul putra mereka satu-satu nya.
Sebenar nya ratu ingin sekali hamil dan memberikan cucu untuk kedua orang tua darul,hanya saja dia tidak ingin mengambil keputusan sendiri. Di surat perjanjian ,darul tidak mengijinkan dirinya untuk hamil karena dia yakin jika vina akan kembali lagi.
"kalian ,kapan kalian punya anak?kalian sudah menikah setahun lebih,berikan mama cucu dong" ucap mama darul menatap ratu dan darul dengan tajam.
Ratu hanya menundukan kepalanya sedangkan darul terlihat santai saja dan tidak menjawab ucapan mama nya ,mama darul terlihat kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari ratu ataupun darul.
Setelah sarapan,darul berangkat ke kantornya karena memang hari ini ada rapat penting. Darul tidak menghiraukan ucapan mama nya,tapi ratu merasa sangat bersalah pada kedua orang tua darul. Dia juga tidak bisa berbuat banyak
__ADS_1
"ratu....ratu...." teriak mama darul memanggil ratu karena ratu berada didalam kamar nya
"ya ma...." jawab ratu yang berjalan menuju mama darul berada
"bersiap lah,temani mama kerumah sakit" ucap mama darul
Ratu pun bersiap-siap,dia keluar dari kamar nya dan melihat mama darul sudah lebih dulu menunggu nya di dalam mobil. Terlihat senyum mama darul menghiasi wajah nya seperti biasa nya,mama darul memang selalu bersikap baik pada ratu
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1