
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Gladis berdiri diantara kedua pria itu,dia masih menatap rayan dengan bingung karena dia hanya tau kalau dia akan diceraikan oleh rayan dan dinikahi oleh max.
"duduk lah,ada yang perlu kau tandatangani " ucap rayan denagn santai
"tandatangani?secepat ini?" batin gladis dengan tenang
Gladis duduk di sofa single,dia menatap kertas yang diberikan oleh rayan. Surat perceraian yang sudah ditandatangani oleh rayan sendiri,dia mengambil pena dan membubuhkan tandatangan nya disana. Setelah itu rayan memberikan surat perjanjian yang berisi rayan harus melepaskan gladis dan tidak mengganggunya lagi dengan memberikan uang dengan jumlah yang banyak karena memang disana di beritahu mengenai jumlah uang nya.
__ADS_1
Gladis menatap ke arah max yang ternyata juga menatap nya,ada rasa haru dan senang karena masih ada orang yang menyayangi nya dan menganggap nya berharga selain pak randy dan bu panti. Ingin sekali dia memeluk tubuh max tapi dia tahan karena masih ada rayan disana,ada rasa lega setelah menandatangani surat perceraiannya.
"seperti nya aku harus pergi,masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan dan terima kasih karena anda sudah bersedia memberikan uang ini dengan cuma-cuma tanpa kerja sama apa pun" ucap rayan yang langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu
"kau....urus semuanya,ini....dan juga uang itu,berikan sesuai yang tertulis. Aku serahkan semuanya pada mu" perintah max pada asistennya dengan nada tegas,membuat gladis terpaku. Baru kali ini dia melihat wajah max yang tegas,selama dengan nya selalu saja max bersikap lembut dan tersenyum manis. Tak pernah terlihat tegas atau dingin seperti itu.
Gladis tersadar,dari tadi dia masih belum percaya jika max memiliki kepribadian ganda seperti itu. Dia sampai tidak menyadari kalau asisten max sudah pergi dari tadi,Dengan mengalihkan pandangannya. Gladis mengangguk memberikan jawaban dari pertanyaan max
"sekarang kau sudah bebas,aku tau kalau kau menderita dalam pernikahan ini....pasti om randy sudah menjelaskan semuanya,aku ngak akan maksa kamu untuk menikah dengan ku....Aku juga ngak bisa janjikan apa pun,karena aku ngak yakin bisa membahagiakan diri mu nanti. Yang jelas aku akan memberikan yang terbaik untuk mu" jelas max masih berusaha tenang,padahal hatinya benar-benar gelisah.
__ADS_1
"kau pikirkan saja yang terbaik,aku akan menerima keputusan mu jika memang kau menolak menikah dengan mu. kau juga sudah melihat nya,rayan ngak akan berani mengganggu kehidupan mu meski pun kau tidak menikah dengan ku jadi kau ngak perlu takut mengenai hal itu" jelas max lagi,
"pikirkan lah,aku pergi dulu" ucap max yang berdiri dan berjalan keluar meninggalkan gladis,karena ponsel nya dari tadi berdering tidak berhenti
Gladis masih terdiam,dia tidak menyangka jika max akan melakukan hal ini. Dia sudah berprasangka buruk pada max,dia pikir max hanya ingin tubuh nya saja tapi ternyata max menginginkan dirinya untuk menjadi istri nya. Seketika hati nya terasa senang,dia menjadi senyum-senyum sendiri. Kemudian dia berdiri dan berniat menemui max,dia akan mengatakan kalau dia bersedia menjadi istri max
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1