
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Laras membulatkan matanya,dia merasakan sensasi kue buatannya di mulutnya. Kue buatannya lebih enak dari biasa nya,membuat dia melihat ke arah wildan karena wildan juga mencicipi nya
"hhmm....enak" ucap wildan
"iya...ini lebih enak dari biasanya,mungkin karena menggunakan oven listrik...."jawab laras
"hhmm....apa oven seperti ini mahal?aku ingin membelinya,hhmm juga listriknya tinggi ngak ya?"tanya laras menatap wildan
Wildan hanya diam saja,rumah kontrakan itu sudah dibelinya. Makanya dia merombak semua nya sesuai selera nya,listrik nya juga mengganti listrik nya dengan yang lebih tinggi agar semua peralatan listrik dirumah nya bisa dipakai bersamaan. Wildan memang sengaja membuat depan rumah itu sama seperti sebelumnya agar orang-orang tidak curiga pada nya,lagi pula dia hanya sebentar saja disana karena tidak mungkin warga kampung situ bakalan datang kerumah nya.
"memang nya kenapa?"tanya wildan menyelidik mata laras
"aku ingin membelinya agar kue buatan ku menjadi lebih enak lagi" jawab laras
"harganya mahal,listriknya juga tinggi..." ucap wildan
"hhmm...begitu ya?ya sudah lah" ucap laras dengan wajah sedihnya
__ADS_1
"kau bisa memakai perlengkapan disini semuanya bahkan kalau kau mau...kau bisa menginap disini juga ,tapi ada syaratnya " ucap wildan sambil tersenyum penuh misteri
"syarat?syarat apa?"tanya laras menatap wajah wildan
"kau harus menjadi istri ku dulu ha...ha..." jawab wildan sambil tertawa
"kau gila ya...aku masih sekolah,lagi pula siapa yang mau menjadi istri mu" bentak laras dengan kesal
"kan sebentar lagi udah mau lulus,kalau kamu mau...aku terima kok,aku merasa tertarik dengan mu karena cuma kamu wanita yang berani berkata kasar pada ku"jelas wildan sambil mengedipkan sebelah matanya
"ya ampun....dasar" ucap laras yang kini mulai berjalan ke arah ruang tamu wildan,dia ingin segera keluar dari rumah pria mesum itu
"kau....lepaskan" bentak laras mendorong tubuh wildan
"karena kau masih sekolah,jadi saat ini kau menjadi kekasih ku saja dulu" ucap wildan dengan santai
"sakit..." bentak laras yang sudah membawa semua yang dibawanya tadi ,dia berjalan dengan cepat keluar dari rumah pria mesum itu
Laras tidak ingin lagi berurusan dengan wildan,dia memilih menghindari pria itu jika nanti nya akan bertemu lagi.
__ADS_1
Sementara diluar kota,dessy sudah berada disebuah apartemen milik bai li. Mereka tinggal bersama karena bai li sudah membayar uang pelayanan pada dessy.
"besok aku mulai bekerja,kau mau ikut sayang?"ucap bai li lembut
Sudah dua hari ini dessy berada dikota itu,tapi selama dua hari ini mereka terus bercinta habis-habisan. Bai li ingin membuat dessy segera hamil,agar bai li bisa menikahinya. Dessy selalu meminum obat anti hamil yang aman menurutnya,dia masih berpikir jika itu adalah obat anti hamil
"apakah boleh ?aku bosan berada di apartemen ini terus " ucap dessy
"boleh....disebelah perusahaan ada mall,kau bisa berbelanja dan cuci mata disana" jelas bai li yang kini sudah kembali meraba daerah sensitif dessy membuat dessy men*de*sah,apalagi jari bai li sudah mengocok liang kenikmatan milik dessy
"aku mau lagi,apakah boleh?besok aku akan memberikan bonus untuk mu berbelanja" bisik bai li membuat mata dessy berbinar.
Dessy yang tadi nya duduk disamping bai li kini mengarahkan wajahnya ke batangan milik bai li,dia mulai mengulum dan memasukan batangan itu kedalam mulutnya. Menjilati setiap jengkal batangan itu hingga pada dua gantungan dibawahnya, membuat bai li ikut men*de*sah tak karuan hingga akhirnya dessy duduk dipangkuan bai li dan memasukan batangan itu ke dalam sarang nya
"aaakh...."kedua nya men*de*sah bersamaan
Bai li mengangkat bo*kong dessy dan memompa nya dari bawah ,sedangkan dessy memejamkan tanya saat gerakan batangan bai li maju mundur. Tak lama dessy pun ikut menggoyangkan pinggulnya seperti penyayi dangdut, bai li benar-benar menikmati nya. Tubuh dan daerah sensitif dessy sudah seperti candu baginya,kedua nya mencapai puncak bersama.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasihπππππ