Terjerat Cinta Wanita Malam

Terjerat Cinta Wanita Malam
bab 145


__ADS_3

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲


Setelah berbicara pada pak randy,max masih menunggu asistennya mengurus surat-surat yang diminta nya. Surat perceraian gladis dan rayan,surat perjanjian pelepasan gladis dan juga surat penanaman investasi di perusahaan rayan.


Hari sudah menjelang siang,rayan masih berada dikantornya. Dia belum mendapatkan kabar dari max,dia yakin max akan menghubungi nya dan segera meminta gladis untuk melayani nya.


kriiing....kriiing


Ponsel rayan berbunyi,dia menatap layar ponselnya sambil tersenyum. Orang yang baru saja dipikirkannya ,akhirnya menelpon juga. Memang kalau ornag sudah jatuh cinta membuat ornag lain lupa diri,dia akan memanfaatkan gladis untuk rencananya


"bisa kita bicara ?"tanya max dari ponselnya


"aku tunggu dirumah mu" ucap max lagi tanpa mendengar jawaban rayan,max langsung mematikan panggilannya tanpa menghirau kan perasaan raya saat ini

__ADS_1


Rayan merasa kesal,belum juga dia menjawab tapi max langsung mematikan ponselnya. Tapi dia tidak dapat berkata apa pun ,karena menurutnya saat ini max masih sangat dibutuhkan oleh perusahaan nya.


Rayan bergegas pulang kerumah nya,dia sudah menyiapkan surat perjanjian mengenai penanaman saham di perusahaan nya. Dia ingin max menandatangani surat itu agar perusahaannya mendapatkan dana segar,karena memang perusahaan sedang membutuhkan itu.


Tak lama rayan sampai di rumahnya,dia melihat gladis yang sedang menanam bunga taman depan rumah nya. Wajah gladis terlihat cantik dimata nya tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya,seolah menyadarkannya agar tidak terjatuh dalam jeratan wanita malam seperti gladis.


Rayan mencari keberadaan max yang ternyata masih duduk bersama papa nya di halaman belakang,mereka berbincang sambil tertawa. Entah membicarakan apa menurut rayan,rayan mendekati kedua nya. Dia sudah duduk dihadapan max


"ya.....pekerjaan ku tidak lah banyak,jadi aku bisa langsung datang kesini....apalagi anda bilang ingin bicara pada ku,pasti ada yang penting yang ingin anda sampaikan" jawab rayan


"baiklah....sebaiknya kita bicara diruang kerja pak randy saja,boleh kan om....aku pinjam ruangan nya" tanya max sambil menatap pak randy dan pak randy menganggukan kepalanya


Max berdiri lebih dulu dan berjalan menuju ruang kerja pak randy,asistennya yang sedari tadi menunggu didekatnya langsung ikut berjalan dibelakangnya begitu juga dengan rayan. Rayan tersenyum tipis,dia yakin jika rencana nya berhasil apalagi ada asisten max disampingnya.

__ADS_1


ceklek


Max duduk disofΓ  ruangan itu,dia mengeluarkan sebuah surat dari dalam map yang dibawa oleh asistennya itu dan menyerahkan surat itu didepan rayan.


"apa ini?"tanya rayan seolah tidak mengerti,padahal dia sudah menyiapkan surat-surat nya sendiri


"bacalah,itu perjanjian untuk melepaskan gladis. Aku akan memberikan kompensasi untuk itu" ucap max dengan tegas,wajah nya pun sudah terlihat serius.


Baru kali ini rayan melihat wajah serius max,terlihat menakutkan dimatanya. Tak ada senyuman ,wajah nya terlihat dingin dan tegas. Rayan membaca point-point yang diketik di surat itu,matanya membulat sempurna. Berkali-kali dia melihat ke arah max dan kertas itu secara bergantian,seolah tidak percaya dengan isi nya.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2