Terjerat Cinta Wanita Malam

Terjerat Cinta Wanita Malam
bab 150


__ADS_3

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Max melepaskan pelukannya,sedangkan gladis sudah tertidur dipelukan max. Dia memeluk tubuh max dengan erat,karena kelelahan menangis membuat nya tertidur. Max menggendong gladis dan membawa nya keatas tempat tidur ,kemudian dia membersihkan tubuh nya dengan cepat.


Setelah selesai,dia memandangi wajah gladis yang terlihat sembab karena kebanyakan menangis. Dia merasa kasihan pada gladis ,dia berjanji akan membuat gladis bahagia bersama nya.


Max ikut tidur disamping gladis,dia memeluk gladis dan memejamkan matanya. Ini entah kali ke berapa max tidur bersama dengan gladis,walaupun mereka hanya berpelukan saja dan tidak melakukan apa pun.


Waktu terus berlalu,gladis membuka matanya yang masih terasa perih karena kebanyakan menangis. Dia melihat tangan yang berada diatas perutnya,menoleh ke arah samping dimana max masih memejamkan matanya


"terima kasih" bisik gladis menatap wajah max sambil tersenyum


Semenjak menjadi wanita malam,gladis tidak pernah berpikir akan menikah. Karena dia yakin tidak akan ada yang akan menerima wanita malam seperti nya,apalagi dirinya yang berasal dari panti asuhan. Tapi saat menikah dengan rayan,dia berpikir jika rayan akan menerima nya dan ternyata benar dugaan nya. Bahwa rayan hanya mengikuti kemauan papa nya dan menjadikannya hanya sebagai pemuas nafsu nya saja

__ADS_1


Saat bertemu max dan max mengatakan ingin menikahinya,dia juga berpikir jika max akan sama dengan rayan yang hanya menginginkan tubuh nya tapi sudah berkali-kali max tidur disamping nya tapi max tidak pernah memaksanya untuk melakukan apa yang dia mau


Gladis bangun dari tidurnya,dia berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajah nya. Setelah selesai,gladis keluar dan menyiapkan makan siang untuk mereka. Saat ini pak randy sudah berada di meja makan,karena sudah waktu makan siang.


Bibik sudah memasak lebih dulu,gladis membantu menyusun makanan diatas meja makan. Pak randy memperhatikan wajah gladis yang sembab,tapi senyuman tipis dibibir nya tidak pernah lepas. Dia yakin jika saat ini gladis merasa senang


"gladis....panggilkan max,kita makan bersama " ucap pak randy yang melihat gladis ingin duduk saat sudah menyusun makanan dimeja


"aku sudah disini om" jawab max lembut,dia tersenyum.


Kriiing....kriiing...


Mereka sudah selesai makan siang,tiba-tiba ponsel gladia berbunyi. Dia menatap layar ponselnya yang tertera nama bu panti,dia terkejut mendapati bu panti menelpon nya lebih dulu karena kemarin mereka masih bertanya keadaan masing-masing.

__ADS_1


"biar bibik yang bereskan,kamu angkat saja telponnya. Siapa tau penting" ucap bibik ,karena tadinya gladis ingin membereskan bekas makan mereka


Gladis berjalan menuju halaman belakang ,dia mengangkat panggilan telponnya. Dengan sedikit khawatir dia menekan tombol jawab,karena ngak biasanya bu panti menelpon lebih dulu


"hallo...." jawab gladis


"sayang....kamu sibuk?apa nanti malam bisa ke panti?" tanya bu panti dengan lembut


"hhmm....apa terjadi sesuatu bu?" tanya gladis dengan nada khawatir


"ada yang ingin ibu bicara kan,lagi pula ada tamu juga nanti malam yang ingin bertemu dengan mu" jelas bu panti


"tamu?siapa?" batin gladis,dia masih bertanya-tanya dalam hati

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘


__ADS_2