
❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Stevani mengepalkan tangan nya,bisa-bisa nya dia tertipu dengan betran dan ditinggalkan sendirian di apartemen itu. Dia merasa kesal mengingat wajah khawatir betran pada citra,apalagi sebelum nya betran berniat mengejar citra tapi stevani berhasil menahannya. Dia pikir betran akan berhenti tapi ternyata betran pergi secara diam-diam
Stevani memilih untuk tidur dan menjernihkan pikiran nya,agar bisa mengambil perhatian betran lagi. Dia masih yakin kalau citra hanya lah sebagai pelarian untuk betran,dia juga yakin kalau di hati betran masih ada diri nya.
Pagi pun tiba,citra membuka kedua matanya. Matanya masih menatap langit-langit hotel itu,Kemudian dia teringat kejadian tadi malam dan ucapan bayu pada nya. Citra ingin bangkit tapi tubuh nya seolah di peluk erat,dia melihat siapa yang memeluk nya.
Citra terkejut melihat betran disana,dia menatap wajah tampan dan lelah betran . Citra tersenyum sambil membelai lembut pipi betarn,kemudian dia mengernyitkan dahi nya.
"bagaimana dia bisa masuk" batin citra menatap wajah betran
"apa jangan-jangan hotel ini milik nya juga ?" tanya citra yang masih bingung
__ADS_1
cup
Citra terkejut karena betran yang langsung mengecup bibirnya,padahal mata betran masih terpejam . Betran membuka matanya dan melihat wijaya citra yang kebingungan
"selamat pagi istri ku" ucap betran ,tangannya sudah menyentuh wajah citra dan jari nya mengelus bibir citra
"kenapa kau bisa ada disini ?jangan bilang ini hotel mu?trus kenapa bisa tau aku disini ?kenapa kau tidur disini ?dimana kekasih mmm...." tanya citra yang penasaran kehadiran betran dikamar nya bahkan di tempat tidur nya, tapi bibir betran langsung mencium bibir citra
"kau ingin membunuh ku ya ?dasar....masih pagi,belum gosok gigi juga " bentak citra dengan kasar
Citra meninju dada bidang betran,dia merasa kesal melihat tingkah laku betran. Dia merasa malu karena belum gosok gigi,walaupun mulut nya betran terbilang cukup wangi .
"mulut mu wangi kok,aku masih ingin lagi" jawab betran yang ingin meraup kembali bibir citra
__ADS_1
Citra memundurkan wajah nya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya,dia mulai bangkit dan berlari kecil menuju kamar mandi. Membuat betran tertawa kecil,sambil menunggu citra keluar dari dalam kamar mandi. Betran mengambil ponselnya yang di matikan, dia mengaktifkannya kembali.
Betran melihat beberapa pesan juga panggilan telpon dari stevani juga dari kedua orang tua nya,kemudian dia menelpon papa nya karena dia ingin menanyakan mengenai ucapan stevani pada nya. Entah kenapa saat ini betran tidak percaya pada stevani ,tidak seperti dulu .
"pa....dimana?" tanya betran saat ponselnya terhubung dengan sang papa
"dikantor,ada apa?" jawab papa betran,dia tau kalau betran pasti sudah di pengaruhi oleh kekasih nya yang menurut papa betran tidak tau diri.
Papa betran yakin kalau betran tidak akan percaya ucapan nya,dulu juga seperti itu. Betran lebih mendengar kan ucapan stevani dari pada kedua orang tua nya ,padahal saat itu mama betran sendiri yang melihat kalau stevani berjalan bersama pria hanya saja mama betran tidak memiliki bukti
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1