Terjerat Cinta Wanita Malam

Terjerat Cinta Wanita Malam
Bab 29


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sabtu pagi,laras sudah berada ditaman. Dia sudah menyusun dagangannya di bangku taman dengan keranjang kue yang dibawanya,dia juga membawa minuman mineral kemasan botol untuk dijualnya juga.


Banyak yang membeli kue nya,hingga dia sedikit kerepotan untuk menjualkannya. Tak akan wildan mendekati nya dan ikut membantu menjualkannya,laras menatap pria yang bersikap kurang ajar padanya itu. Tapi karena melihat wildan membantunya maka dia diam saja,tidak mungkin dia memarahi wildan didepan para pembeli kue nya.


Kue laras pun habis tak tersisa,sehingga wildan menghela nafasnya berat. Seharusnya dia menyisihkan untuk nya tadi,dia menatap laras yang menghitung uang hasil penjualan kue


"apa dirumah mu ngak ada kue lagi ?"tanya wildan dengan memegang perutnya,tadinya dia ingin merasakan kue buatan laras.


Laras menatap wildan yang memegang perutnya,dia merasa lucu melihat wajah wildan yang cemberut . Dia tadi nya kesal melihat wildan yang mendekatinya ,tapi dia tidak menyangka jika wildan mau membantunya berjualan.


Laras berdiri dan mengambil keranjang nya,dia berjalan begitu saja ke arah jalan keluar dari taman itu. Melihat hal itu,wildan mengikutinya dari belakang hingga mereka sampai didepan rumah laras.

__ADS_1


"dirumah mu ada kompor dan gas?"tanya laras,wildan pun mengangguk. Dia memang menyediakan kompor dan gas dirumah kontrakan itu,karena dia suka membuat kopi susu sendiri. Dia suka memasak air panas langsung tanpa dari dispenser, karena menurutnya air panas didispenser tidak terlalu panas.


Kalau dirumah nya memang biasa dibuatkan oleh pelayan, tapi disini dia harus membuatnya sendiri seperti saat diri nya di apartemen nya. Melihat wildan mengangguk,laras pu masuk kedalam rumahnya. Dia mengambil bahan-bahan untuk membuat kue,dia juga membawa oven tangkring miliknya yang biasa dia gunakan untuk memanggang kue.


Wildan sudah duduk diteras rumahnya,dia merasa sangat lapar dan juga haus karena memang dia baru saja lari pagi. Saat ingin memejamkan matanya,dia melihat laras membawa oven dan bungkusan ditangannya membuat wildan berjalan mendekati laras dan membantu laras membawanya


Wildan meletakan semuanya diatas meja teras nya, kemudian dia duduk lagi . Laras menatap nya wildan yang malah duduk dan memejamkan matanya,dia menepuk lengan wildan yang baru mau memejamkan matanya.


"hei....buka pintu nya,biar aku buatkan kue nya karena tadi kamu sudah membantu ku" bentak laras dengan wajah kesalnya


Ceklek


Pintu pun sudah dibuka oleh wildan,laras masuk begitu saja. Di dalam hanya terdapat sebuah sofa santai saja,bahkan ruang tamu nya terlihat mewah dengan beralaskan karpet seperti keramik dan ambal dengan buku-buku yang seperti baru dibaca.

__ADS_1



Laras sempat tertegun,dia memandangi sekeliling rumah kontrakan wildan. Rumah itu seperti rumah mewah didalam nya,walaupun kecil tapi teras nyaman. Apalagi disetiap ruangan ada AC nya, dia mengikuti wildan yang berjalan ke dapur.


Saat sampai didapur,dia melihat tatanan rak dapur dan perkakas dapur milik wildan seperti tidak biasanya. Kompor nya juga kompor listrik,dengan oven listrik dibawahnya membuat mulut laras semakin menganga. Dapur itu juga terlihat sejuk,karena ada AC juga di sudut ruangannya



"kenapa ngak bilang sudah ada oven nya?"tanya laras kesal karena harus capek-capek bawa oven tangkring dari rumah nya


"kamu ngak nanya sih "jawab wildan lembut,dia berjalan ke arah pintu kamarnya.


Laras merasa tak percaya,rumah kontrakan yang sama dengan rumah nya kini sudah menjadi sangat mewah walaupun dari depan masih terlihat sama seperti rumah kontrakannya.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘


__ADS_2