Terjerat Cinta Wanita Malam

Terjerat Cinta Wanita Malam
bab 47


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Laras keluar dari rumah wildan,baru sampai depan rumah nya. Dia mendengar suara berisik dari dalam rumah nya,dia mendengar suara bibik yang sedang menangis.


"ada apa ini?"tanya laras yang masuk kedalam rumah nya


"nah....ini dia,saya minta malam ini juga kalian keluar dari rumah saya. Rumah ini mau saya pakai untuk anak saya,mau saya memperbaiki rumah ini dulu biar anak saya betah tinggal disini. Baru dia tempati" jelas wanita pemilik rumah kontrakan itu,dia mengatakan itu karena laras memang sering terlambat membayar uang sewa


"tapi bu....bagaimana bisa kami pindah malam ini?kami mau pindah kemana lagi ?"tanya laras merasa kesal dengan perlakuan pemilik rumah itu


"saya ngak mau tau,itu urusan kalian. Ini masih pagi,jadi kalian bisa mencari tempat segera" jawab wanita itu

__ADS_1


Wanita itu langsung keluar dari rumah laras,laras terduduk dibangku depan rumah nya sambil memegangi keningnya yang terasa pusing. Ibu nya belum sadar dan kini dia harus mencari rumah kontrakan lainnya untuk mereka,dengan menghela nafas panjang. Laras berdiri dan berjalan menuju bibik yang selama ini menemani mereka.


"bik....ibu pingsan dirumah tuan wildan,bibik tolong temani ibu sebentar ya....aku akan keluar dari rumah buat kita,bibik jangan menangis lagi. Apa pun yang terjadi,kami akan selalu membawa bibik bersama kami" jelas laras yang kini keluar dari rumah nya.


Laras pergi keluar,dia juga bingung harus cari kemana. Keuangan mereka juga sedang menipis,tidak mungkin dia meminta transparan lagi pada Nadya karena Nadya baru saja mengirimkannya pada mereka. Tapi uang itu sudah dia bayarkan hutang terlebih dahulu,tinggal sisa untuk bayar uang kontrakan.


Bibik berjalan masuk kedalam rumah wildan,sebelum masuk dia mengetuk pintu itu kemudian masuk dengan perlahan. Wildan melihat ke arah bibik itu


"dimana laras?"tanya wildan menatap bibik


Wildan mengendarai mobilnya secara perlahan-lahan melewati perkampungan itu ,tapi tidak juga menemukan keberadaan laras. Dia memilih untuk pulang kerumah nya,kemudian dia menyuruh bibik untuk mengemasi barang-barang mereka dan memindahkannya ke dalam rumah nya.

__ADS_1


Wildan juga memanggil beberapa orang tukang untuk memasang ac dua kamar lainnya,dia juga menyuruh mereka untuk membuat ruangan khusus untuknya dibelakang rumah itu. Rumah itu memang tidak cukup besar,tapi halaman dibelakang rumah itu masih terlihat lebar. Makanya wildan menyuruh mereka membuat kamar khusus dibelakang itu agar bisa dibuat tempat bersantai oleh nya.


Bibik di bantu oleh para tukang,sehingga pekerjaannya cepat. Setelah selesai,wildan merebahkan tubuhnya didalam kamar nya karena ibu laras sudah sadar dan pindah ke kamar yang sudah disiapkan oleh nya. Kini ibu laras sedang menangisi suami nya,dia juga merasa bersalah pada Nadya juga laras yang membiarkan mereka mencari uang untuk membayar hutang keluarganya


"dimana laras?"tanya ibu laras masih menangis


"sedang keluar buk,ibu istirahat saja dulu...mungkin sebentar lagi laras pulang" jawab bibik sambil menenangkan ibu laras


"kasihan anak-anak ku bik,mereka harus mencari uang untuk membayar hutang kami dan juga untuk biaya hidup kita hiks....hiks....mengapa mereka tidak memberitahu semuanya pada ku?"ucap ibu laras


"mereka hanya ingin ibu hidup bahagia tanpa memikirkan apa pun,ibu tau kan bagaimana ibu waktu itu?mereka sangat khawatir dengan ibu,jadi ibu harus sehat agar mereka bisa mencari uang dengan baik" jelas bibik

__ADS_1


bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘


__ADS_2