Terjerat Gairah Sang Pelakor

Terjerat Gairah Sang Pelakor
Season 2 Chapter 50


__ADS_3

Sidney sudah mulai magang di perusahaan Silver sejak dua hari lalu, bersama teman satu kelasnya, Renta. Beruntung Ryu menolongnya mencari perusahaan yang mau menerima mereka, karena nasib teman-temannya yang lain belum jelas, belum ada perusahaan yang menerima karena dianggap justru merepotkan dan mengganggu di perusahaan tersebut.


Seperti kata Ryu, dia diterima di sana dengan baik oleh para karyawan dan juga bos di perusahaan itu. Tapi tentu saja dimana kita berada, walau banyak orang yang suka, pasti ada aja satu dua orang yang nyinyir.


Hal ini bermula karena ucapan Rudi yang bercanda pada karyawan bernama Kartika, yang memiliki posisi supervisor di divisi tempat Sidney ditempatkan.


"Dari cara presentasi, aku yakin kamu biasa menguasai pekerjaan ini. Malah kamu lebih bagus dari kartika yang sudah bertahun-tahun bekerja di sini."


Ucapan candaan Rudi, CEO perusahaan itu justru menciptakan bibit kebencian Kartika terhadap Sidney.


Sejak saat itu, misi Kartika hanya satu, bagaimana mengeluarkan Sidney dari perusahaan itu, tapi lebih dulu mempermalukannya.


"Aku tahu, dia bisa magang di sini tanpa seleksi pasti karena ada main sama pak Rudi. Dasar ganjen emang," ucap Kartika saat jam istirahat. Dia kesal karena Rudi yang biasanya dekat dengannya kini justru memilih makan siang bersama Sidney.


"Kamu tahu dari mana? Awas, loh nanti didengar orang bisa dilaporin kamu ke pak Ari."


"Dih, gak percaya," lanjut Kartika tapi dengan suara pelan, ada rasa takut juga di hatinya, kalau sampai dia diadukan pada pak Rudi apalagi pimpinan mereka, pak Ari.


Yang digosipkan justru makan dengan santai, tidak peduli dengan tatapan mencemooh dari arah Kartika. Kebetulan Kartika dan Sidney ada di divisi yang sama, satu ruangan hanya berjarak beberapa meja.


Mulai dari diperkenalkan ayahnya, Rudi memang jelas sekali mencari perhatian pada Sidney, walau Sidney sama sekali tidak menganggapnya.


Banyak perhatian yang diberikan pria itu, mulai mengirimi makanan ke mejanya, memaksa untuk mengantarnya pulang, sampai hal yang tidak wajar seperti menjadikannya pasangan untuk acara ulang tahun perusahaan mereka nanti. Jadi, berasalan Kartika membenci Sidney yang dianggap sebagai saingannya.


Sejak awal kemunculannya, Sidney sudah tahu kalau Kartika itu memang tidak suka padanya, tapi dia tetap saja bersikap ramah pada Kartika yang dianggap adalah seniornya.


Tapi sikap ramahnya pada Kartika justru membuat Kartika semakin membenci karena menganggap mencari perhatian.


Suatu hari data yang sudah diselesaikan oleh Sidney, dihapus oleh Kartika, hingga tiba saat meeting, semua orang menyalahkannya. Beruntung, Ryu sudah menitipkannya pada Ari hingga dia tidak dipecat.


"Bagaimana harimu?" tanya Paris di seberang sana. Jarak membuat mereka hanya bisa melampiaskan rasa rindunya lewat video call.

__ADS_1


"Baik. Semua berjalan lancar," sahutnya berbohong. Dia tidak mungkin menceritakan masalah yang terjadi di kantor. Dia kenal sifat Paris, dia akan datang memberi perhitungan pada orang yang mengganggunya.


"Kalau ada yang membuatmu menderita, atau coba menjahatimu, kamu janji ya kasih tahu aku."


Memiliki Paris membuat Sidney semakin merasa kuat. Dia yakin bisa menghadapi semuanya. Lagi pula ini hanya tiga bulan. Sidney akan menganggap ini adalah pelatihan dirinya saat nanti mulai bekerja dalam konteks yang lebih serius.


Ada yang suka atau tidak pada diri kita sudah hal biasa. Tidak usah dipikirkan kerena kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain.


***


"Sebenarnya, kamu bisa kerja gak sih? Kemarin data yang aku suruh kamu rekap itu bukan begini! Kamu coba membuat saya malah, ya?" tanya Kartika yang mencoba mempermalukan dirinya saat acara kantor. Dua bulan sudah dia magang di sana, tapi Kartika masih tidak melepasnya. "Gini nih, kalau masuk pakai orang dalam, otak gak nyampe sok-sokan magang kerja di perusahaan besar seperti ini. Jujur deh, sama kita, kamu masuk lewat orang dalam, ya?"


"Aku kan udah bilang, aku melamar ke sini, karena memang perusahaan ini yang related sama judul skripsi ku, Kak."


"Alah, kita semua tahu kok, gak usah ditutupi lagi. Sekarang kamu ulangi buat dari awal. Aku gak mau tahu ini harus kelar sebelum meeting besok."


Sidney hanya mengangguk agar tidak diganggu lagi oleh Kartika. Berjalannya waktu, tepat bulan ke tiga dia magang, acara ulang tahun perusahaan akan diselenggarakan secara besar-besaran. Rudi mendaulatnya sebagai asisten pribadinya yang memberikan persentase mengenai perkembangan perusahaan dan selama berdiri, sumbangsih apa saja yang sudah diberikan pada masyarakat banyak.


"Lo udah tampak cantik. Acaranya mulai jam berapa?"


Jihan menepuk pundaknya, mencoba menghibur sahabatnya itu. "Semangat dong, udah cantik gini."


"Makasih ya, Han. Udah bantu dandanin."


"Sama-sama. Kamu pergi sendiri?"


Sidney mengangguk lemah. Satu pesan dia terima dari Renta yang mengatakan kalau dia sudah sampai di ballroom hotel.


Satu jam menempuh perjalanan, Sidney sudah tiba di lobi hotel dan setelah menunjukkan Id Card nya, dia diperbolehkan masuk.


Ruangan itu dipenuhi oleh banyaknya tamu undangan, yang Sidney tebak, kebanyakan dari golongan pengusaha.

__ADS_1


Acara dimulai, sebagai salam pembuka dan memberikan kata sambutan, Pak Ari selaku Founder serta Rudi putranya, bergantian maju ke depan.


Setelahnya, giliran Sidney yang maju memberikan gambaran perjalanan perusahaan mulai dari berdiri hingga berkembang seperti saat ini.


Semua menyambut gembira dan cara menjelaskan Sidney yang jelas dan terdengar begitu berkharisma, membuatnya mendapat banyak tepuk tangan.


"Kamu keren, Sid. Kalau aku tadi, pasti sudah pingsan," puji Renta.


Setelahnya, keduanya menyingkir karena merasa tidak dibutuhkan. Kartika yang tidak terima orang mengelukan nama Sidney menarik tangan gadis itu ke luar melewati pintu samping.


"Udah berapa kali aku bilang, jangan cari muka. Lama-lama aku muak sama mu," ucap Kartika yang melayangkan tangannya ingin memukul Sidney, tapi sigap ditangkap gadis itu.


"Selama ini aku menghormatimu karena menganggapmu senior yang patut dihargai. Tapi kelakuanmu justru membuatku malu. Aku hanya tiga bulan di sini, apakah kau segitu takutnya aku menggeser posisi mu?"


"Lepaskan!" Bentak Kartika mencoba menarik tangannya dari cengkeraman Sidney. Dia tidak menyangka kalau Sidney berani melawannya.


Sidney berlalu, kembali masuk ke dalam ballroom. "Dari mana saja kamu, pak Rudi nyariin kamu, tahu."


"Dia mau ngapain lagi, sih?" rungut Sidney di hadapan Renta.


"Gak tahu. Udah sana." Renta mendorong tubuh Sidney agar mendatangi Rudi yang saat ini sedang bicara dengan beberapa orang rekan bisnis mereka. Sejak tadi mata Sidney mencari sosok Ryu, karena tidak mungkin pria itu tidak diundang karena memang dekat dengan pak Ari. Tapi harapan Sidney pupus kala baru mendapat balasan pesan dari Ryu yang mengabarkan saat ini dia ada di Jepang, jadi gak bisa hadir walau sudah diundang.


"Teman-teman, izinkan saya memperkenalkan gadis cantik ini, yang sudah lama memikat hati saya," ucapnya menarik tangan Sidney setelah mendekat.


"Maaf, mungkin anda sudah salah menggandeng tangan gadis ini, karena dia jelas sudah ada yang punya," ucap suara seorang pria yang membuat bulu kuduk Sidney meremang.


*


*


*

__ADS_1


mampir gais, pasti suka keren novelnya 😁



__ADS_2