Terjerat Gairah Sang Pelakor

Terjerat Gairah Sang Pelakor
Chapter 59


__ADS_3

Jauh di sudut kota, diantara hiruk pikuk suara musik yang menggema dengan keras memekakkan telinga, Elrick duduk dalam kesendiriannya. Dia menatap gelas wishky yang sejak tadi menemani kepedihan dihatinya.


Kenangan buruk, bahkan yang terburuk yang ingin dia lupakan selamanya, malam ini justru dipugar kembali oleh Dipa, dan itu di hadapan Raya!


Entah mengapa ada perasaan kecewa, mendapati gadis itu harus tahu keadaannya yang sebenarnya. Dia merasa malu, dan tatapan Raya yang mengiba padanya membuatnya semakin merasa hancur. Dan semua ini adalah salah Dipa!


Salah Dipa? mungkin salah Dipa untuk tatapan iba Raya padanya. Tapi semua ini salah wanita itu. Wanita yang dulu sangat dia sayangi, yang memberinya kehidupan, menjaga dan membesarkannya. Semua tampak normal, dia tumbuh menjadi anak yang paling bahagia saat itu, walaupun tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya.


Hingga malam itu datang. Dia ingat, bahkan luka di hatinya hingga saat ini belum mengering, jadi tidak mungkin dia lupakan.


"Mama... mau kemana, Ma? bicara sama ku, Ma. Mama mau kemana? kenapa mama mau pergi?" tanya Elrick mengamati Silvira mengepak semua pakaiannya ke dalam koper berwarna ungu.


Wanita itu tidak peduli, bahkan terkesan mengabaikannya. Yang dia pikirkan hanya ingin bergegas pergi dari sini. Waktunya telah tiba, dia akan melangkah menapaki jalan yang selama ini dia impikan.


"Mama, aku mohon, jangan seperti ini, Ma. Lihat aku, Ma. Jawab aku. Mama mau pergi kemana?" Elrick masih terus merongrong jawaban dari ibunya. Berharap semua ini hanya amarah sesaat, walau mungkin sisa pertengkaran dibawah sana menunjukkan sebaliknya.


Wanita berhati dingin itu masih saja mengunci rapat mulutnya. Tidak sedikitpun merasakan kehangatan hati dari tangis anaknya yang memohon untuk tinggal. Selesai mengepak barang-barangnya, Silvira segera menyeret kopernya menuruni anak tangga. Elrick masih mengikutinya, berharap ibunya akan merasa iba padanya hingga mau tetap tinggal di rumah itu.


"Mama, aku mohon jangan pergi. Jangan tinggalkan aku dan juga papa, Ma." Bocah kelas lima sekolah dasar itu pun memeluk kaki Silvira, agar ibunya tetap tinggal bersama mereka.


"Lepaskan. Cukup sudah aku bersabar dengan kalian! Kau tinggal saja dengan papa mu di sini. Dengar, sejak awal kelahiranmu adalah kutukan bagi hidupku. Aku membencimu seperti aku membenci papamu!"


"Silvira! Tega kau berkata seperti itu pada anak yang kau lahirkan!" umpat Nani yang begitu berang melihat kerasnya hati Silvira. Dia pikir setelah 11 tahun lebih pernikahannya dengan Tomo, putranya, maka Silvira bisa berubah. Membuka hati pada Tomo dan menerima Elrick anaknya. Tapi kebencian itu masih terpelihara di matanya hingga saat itu.


Air mata Elrick mengalir deras. Ini bukan kali pertama dia diingatkan oleh Silvira akan hal itu. Bahkan sejak bayi pun, sebelum Elrick bisa melihat kebencian di mata ibunya, wanita itu sudah terus mengingatkan betapa dirinya membenci Elrick dan semua anggota keluarga Diraja. Tapi hati Elrick terlalu lembut memahami alasan kebencian itu. Dalam hatinya, dia tetap menyayangi ibunya meski tidak sekalipun mendapat hak menjadi anaknya.

__ADS_1


"Jangan, Ma. Aku sayang mama. Jangan tinggalkan aku." Elrick kecil masih berharap ibunya mengubah keputusannya, mempertimbangkan hubungan ibu dan anak diantara mereka.


"Aku tidak pernah mau melahirkan mu. Aku juga tidak pernah ingin kau lahir dari rahimku. Aku membencimu, aku juga membencimu, Tomo!" Pekiknya dengan suara menyala.


Tidak ada lagi yang perlu dijaga. Toh, semuanya kini sudah terang benderang. Hubungannya dengan Gali juga sudah diketahui oleh keluarga Diraja, dan itu karena Rama dan Intan.


Kini, ketika semua sudah terbuka, untuk apa lagi mempertahankan, lebih baik dia pergi bersama kekasih hatinya, pacar pertamanya.


"Silvira, tidak kah kau kasihan pada putramu itu? dia masih terlalu kecil untuk menghadapi semua ini," ucap Tomo lembut. Habis sudah air matanya. Sekeras apa pun dia meminta agar istrinya jangan pergi, tidak akan berhasil.


"Biarkan saja dia pergi kalau memang itu yang dia inginkan. Perselingkuhannya sudah mencoreng nama besar keluarga Diraja!" hardik Nani yang menjadi lawan Silvira bertengkar.


"Baik, aku memang ingin pergi. Aku juga tidak sudi menjadi anggota keluarga ini! Aku membenci kalian semua. Aku benci karena harus mengandung pewaris untuk kalian. Dan aku benci sudah menikahi pria cacat seperti mu!" ucapnya menatap tajam ke arah Tomo yang sudah dua tahun ini duduk di kursi roda.


Gadis itu memang sejak awal sudah menentang rencana dua keluarga untuk menjodohkan mereka. Saat dipinang oleh keluarga Diraja, Silvira sudah memiliki tambatan hati. Karena paksaan kedua orang tuanya, Silvira dengan hati terpaksa menerima pinangan Tomo kala itu.


Tomo yang sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama, begitu memuja dan memanjakan istrinya itu, tapi tetap saja Silvira masih tidak ingin membuka hati.


Waktu berlalu, Silvira pun mengandung, dan tidak lama melahirkan Elrick ke dunia ini. Nani dan Tomo pikir setelah kehadiran Elrick, Silvira akan berubah, menerima takdirnya menjadi istri Tomo.


Harapan Tomo pupus. Silvira masih membencinya, bahkan setelah melahirkan Elrick, wanita itu semakin membenci Tomo karena menganggap dia lah penyebab tubuhnya menjadi buruk, karena harus melahirkan anak untuknya.


Elrick tumbuh hanya dengan kasih sayang Oma dan juga papanya. Tapi sama seperti Tomo, dia begitu menyayangi ibunya meski tidak sekalipun Silvira menunjukkan kasih sayangnya pada Elrick.


Hingga beberapa tahun kemudian, Gali melamar pekerjaan ke perusahaan Tomo. Melihat CV Gali yang memang bagus dan diyakini berkompeten, Tomo pun mempekerjakan Gali yang tanpa diketahuinya adalah mantan sang istri.

__ADS_1


Silvira yang tidak mengira akan bertemu kembali dengan sang mantan tentu saja sangat gembira. Gairah hidupnya yang selama ini sudah padam, kini kembali bersinar.


Bukan tanpa alasan Gali melamar kerja. Setelah menyelesaikan pendidikannya, dia pun melacak keberadaan Silvira. Mengetahui kalau kekasihnya itu sudah dinikahkan dengan orang lain, membuat Gali mendendam dan bersumpah akan membalas dendam.


Silvira yang tidak peduli dengan rumah tangganya, menerima tawaran Gali untuk kembali bersama. Diam-diam dibelakang Tomo mereka memadu kasih.


Asisten Tomo sudah memberitahukan perihal hal itu, tapi Tomo yang sangat mencintai Silvira, memilih untuk menutup mata. Berpura-pura tidak tahu, dan tetap menganggap Silvira sebagai istrinya. Hanya memindahkan Gali ke perusahaan mereka yang ada di kota lain, agar tidak berhubungan dengan Silvira, dan otomatis mencabut Mega proyek yang seharusnya ada dibawah tanggung jawab Gali, kini dikerjakan oleh Rama.


Hal itu tentu saja membuat Gali mendendam pada Rama, yang saat itu juga sudah mencium perselingkuhan Gali dan Silvira.


Hingga setelah beberapa tahun kemudian, hubungan mereka yang sudah diketahui oleh Rama, diberitahukannya pada Intan dan Oma. Silvira disidang dan tetap memilih bersama Gali.


Tomo yang memohon untuk memberikan Silvira satu kesempatan lagi pada Nani, membuat Gali merencanakan kecelakaan yang akan merenggut nyawa kedua orang tua Dipa demi membalas dendam pada Rama.


Semua peristiwa itu jelas membekas di benak Elrick, membuatnya tumbuh menjadi pria dingin, dan penuh benci pada wanita. Ibunya yang sudah menyia-nyiakan dirinya dan juga ayahnya yang pergi demi pria lain, membuatnya tidak percaya pada wanita manapun, dan hanya menjadikan mereka sebagai alat pemuas na*fsunya.


*


*


*


Hai, terima kasih masih nungguin. Masih sibuk di kantor, belum bisa crazy up 🙏🤭 btw, kemarin ada yang komen kok nama tokohnya, Nani dan Nana, jujur malah mikir aku tuh🤣🤣 jadi saya izin buat pakai nama para readers ya.🙏😁


Jangan lupa gift nya.🤭

__ADS_1


__ADS_2