Terjerat Gairah Sang Pelakor

Terjerat Gairah Sang Pelakor
Chapter 97


__ADS_3

Derai hujan menjadi musik pengiring kegiatan panas di dalam kamar itu. Keringat mulai bercucuran dari keduanya. Raya bahkan harus menarik napas panjang agar bisa mengatur detak jantungnya kembali.


Kenapa baru sekarang dia merasakan nikmat seperti ini? kemana saja dia? bukan, ini salah Dika yang tidak pernah sabar mencumbunya. Pria itu terlalu egois, hanya mementingkan kebutuhannya saja.


Hanya lima menit menciumi bibir dan telinga Raya, Dika pasti sudah ingin masuk. Milik Raya yang kering tentu saja terasa sakit hingga ujungnya Raya malas untuk melakukan hal itu pada Dika.


Perlunya keterbukaan atas gai*rah yang dirasakan oleh pasangan sangat penting. Dika sendiri punya imajinasi liar, namun karena sangat mencintai Raya, takut Raya yang trauma akan masa lalunya, membuat Dika tidak ingin memaksa wanita itu untuk mengeksplor lebih jauh. Waktu berjalan, kebiasaan diawal pernikahan menjadi aturan baku dalam permainan ranjang mereka yang memicu kejenuhan dan akhirnya saat angin surga dihembuskan wanita lain, iman akan goyah, dan terjadilah perselingkuhan.


Dari masa lalunya Raya banyak belajar. Sejatinya, wanita dan pria memiliki kebutuhan hasrat dan gai*rah yang sama-sama penting untuk dipuaskan agar bisa menjaga keutuhan dan kelanggengan rumah tangga.


Dia tidak ingin mengulang kesalahan. Seperti kata Elrick yang terus dibisikkan pria itu sejak tadi membuka pakaiannya, dalam urusan ranjang dan kepuasan, keduanya mempunyai kedudukan yang sama. Bukan melayani dan dilayani, namun bersama merengkuh kenikmatan dan kepuasan itu. Jika sudah nyaman dan percaya dengan pasangan, Pada saat melakukannya naluri dan cinta itu akan menuntun untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat pasangan bahagia.


Tidak ada kata malu, segan dalam berhubungan suami-istri, yang ada hanya kata indah dan cinta. Bersikap liarlah, tunjukkan keinginan terdalammu.


Tiba-tiba Raya ingat tulisan salah satu author yang karyanya suka dia baca melalui ponselnya.


'Pelakor di luar sana, sangat banyak. Sebaik apa kita menjaga suami, pasti ada saja rubah betina yang ingin menjadi selimut atau bahkan sekedar tempat penampungan sper*ma sang suami. Jadi, sebelum wanita ******* datang mengganggu, berubahlah menjadi pe*lacur untuk suamimu. Hanya untuk suamimu. Menjadi pela*cur di ranjangmu sendiri, hingga suamimu tidak ingin mencari pela*cur di luar sana!'


Raya paham maksud penulis itu. Sebagai istri masih banyak yang malu memberikan kepuasan untuk suaminya di atas ranjang, malu melakukan beberapa gaya yang mungkin sudah bersarang dalam kepala si pria, namun karena istri tidak mau diajak, merasa jijik atau haram untuk melakukan gaya ini dan itu, hingga suami mencari sensasi dengan wanita lain, yang mau melakukan apa saja yang dia inginkan.

__ADS_1


Raya tidak akan membuka celah untuk itu. Demi menjaga suaminya, dia bersedia menjadi pelacur Elrick. Melakukan bersama-sama namun, berani mengatakan tidak jika suatu hari nanti Elrick punya hasrat yang menyimpang, aksi yang berlebihan, semisal melakukan hubungan sek*s di atas kompor atau bercinta di atas genteng!


Elrick melihat wajah Raya yang sedikit tidak nyaman, dahinya tampak berpikir keras. "Apa kau tidak nyaman? Kalau kau tidak ingin melakukannya, kita bisa tunda." Elrick tidak ingin Raya terpaksa. Kalau malam ini gadis itu belum siap, maka Elrick akan menundanya. Sudah sejauh ini, Raya sudah mau disentuh, bahkan sudah melakukan pelepasannya yang pertama.


"Bukan begitu, aku... aku mau kok melakukannya."


"Apa sebaiknya kita matikan lampunya?" Elrick pikir mungkin Raya masih trauma kalau melihat wajahnya. Tapi kan malam itu dia tidak ingat wajah Elrick. Tapi bisa saja karena sudah tahu kalau tersangkanya adalah Elrick, jadi pikiran gadis itu menjadi tidak nyaman jadi teringat kembali ke malam durjana itu.


"Biarkan saja, Mas."


"Aku takut kalau kau merasa tidak nyaman, karena wajahku ini, hingga membuatmu teringat peristiwa malam itu," terang Elrick.


"Kau mau aku bersikap jujur?" Elrick turun dari tubuh Raya, berguling ke samping dan menopang kepala dengan tangannya. Seperti butuh waktu jeda dulu. Harus ada kata pembuka sebelum masuk ke isi.


Raya mengangguk cepat. Dia ingin tahu, apa tubuhnya pantas untuk seorang Elrick. Siapa yang tidak tahu kalau selama ini pria itu bersama gadis-gadis sekelas model dan juga artis cantik ibu kota. Kenyataan itu sedikit banyak buat Raya tidak percaya diri. Bibirnya mengulum senyum dengan wajah tersipu merah.


Dika pernah mengatakan kalau dirinya cantik, tapi kenapa saat Elrick yang mengatakan hal itu terasa berbeda di hatinya?


"Sebelum aku tahu, bahwa wanita itu yang aku... aku tiduri waktu itu adalah kau, saat itu kita sudah saling mengenal, tapi aku masih belum punya perasaan padamu. Aku kemari lagi untuk suatu urusan, tanpa sengaja aku bertemu dengan Betty yang kembali menawarkan gadis untukku. Aku yang tergoda, menyetujui sarannya dengan catatan orang yang aku minta adalah gadis itu lagi, yang ternyata adalah dirimu. Itu karena aku gak bisa melupakan tubuhmu dan semua yang aku nikmati malam itu. Sejak malam itu tidak sama lagi bagiku terhadap wanita manapun," ucap Elrick jujur. Dia baru menyadari kalau dirinya sudah diikat oleh pesona Raya sejak dulu. Hari-hari nya bersama wanita lain hanya saat dirinya sudah terdesak dan butuh pelepasan, dan itu juga dilakukannya cepat, tanpa melayani hanya dia yang dilayani.

__ADS_1


Ada raut sedih tiba-tiba di wajah Raya. Merasuk dalam pikirannya, membuatnya sesaat meragu.


"Apa lagi? aku gak suka ini berkerut, seolah kau memikirkan sesuatu yang berat, membuatmu bersedih," ucap Elrick menghapus kening Raya yang berkerut.


"Apa kau akan memasukkan wanita lain dalam rumah tangga kita nanti? Ketika kau sudah bosan padaku? Aku ingin meminta sesuatu padamu, kalau suatu hari nanti kau sudah jemu padaku, jujur saja, dan kita bisa berpisah baik-baik. Aku tidak sanggup dikhianati lagi," ucapnya menahan air mata yang sudah merebak di bola matanya.


"Dasar bodoh! Apa kau pikir aku seberengsek itu? Selama ini aku berhubungan dengan wanita, aku selalu memberi mereka status, bukan pakai satu, besok yang lain. Aku tidak akan pernah bosan padamu. Aku pastikan hal itu. Kau mau tahu rahasiaku?" ucapnya ingin menghalau pikiran Raya dari hal aneh yang mengganggu pikirannya.


"Apa?" suara Raya tampak serak menahan kesedihannya. Dia kesal karena sangat cengeng.


"Aku bahkan tidak pernah menyentuh wanita maupun setelah mengenalmu."


Ada dorongan besar di hati Raya untuk mengecup bibir pria itu sekilas, lalu tersenyum. Kini hatinya tenang, tidak ada keraguan lagi. Dia percaya sepenuhnya pada pria yang ada di hadapannya ini, sepenuh hati dan jiwanya, sembari berbisik di telinga Elrick, "Bawa aku ke surga dunia."


*


*


*

__ADS_1


Kentang ya? maaf ya, ni serius kali ini benar masuk red room kita, yok...🤭🤭


__ADS_2